Embun 9
Embun pagi, entah berapa lama memegang di ujung daun, menempel sendiri…menggantung pada selembar daun,
begitu sepi tatapnya….,tapi bukan hanya itu, panas menguapnya tak bersisa
Embun 10
Masih selalu begitu, datang… pergi…,lalu kembali,
tapi maafkan, ia hanya titik embun Meski tanpa pamrih datang padamu
katanya, “kau milik dirimu sendiri dan waktu tetap kans tanpa pernah-
berkedip pada mu….”,
Ia embun selalu pergi…datang… menyusurkanmu indah,
kalau-kalau kau tatap langit, dan ia turun kebumi juga turun ke hatimu
Embun 11
Setebal belukar jejaknya kemuaramu
tapi ia, embun yang tenang …terang…juga percaya diri
ia menyulut nyala rindu di kalbunya …sendiri…..
singgah sebentar lalu hilang disudut-sudut matamu, (jika kau meng-inkannya)
Jangan menerimanya juga mengusirnya: ia slalu pemaaf.
Minggu, 22 Mei 2011
Embun 7
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
05.24
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

0 komentar:
Posting Komentar