Ads 468x60px

Pages

Rabu, 04 Mei 2011

Celoteh

duduk manis di bawah pohon mangga (lebai .com)
mendengarkan seekor kendaraan berkicau di jembatan, membiarkan bulan mungil jatuh di antara ranting tua, ini fana ya....:gemuruhku......

jalan ini tiap hari terlewati, tak pernah risau apakah beranjak ke selatan atau utara. ya...tapi rumahmu saja yg selalu terasa jauh

bereterimakasihlah pada pohon lampu jalan, yg setiap malam kau rampas cahayanya , pun tanpa pernah ia merasa tersakiti .....

kau di depannya dan "cermin ini jelek..!", padahal pikiranmu yang tumbuh liar di kepala orang lain....

terangnya lampu-lampu seperti mencabuti malam khusyu.

hiburan ini ..juga hiburan itu.., tapi rindu yg tersembunyi smakin nyata saja :ledakk

jangan ingkari indahnya senja ini,
baru ketahuan kalau kau bervirus, debarku terus menggoreskan namamu.

Akhirnya Seluruh rindumu kutampung dalam teluk pelukanku, suka ya.. aku berlaku demikian?

rimbun pohon mangga ini tak menyisa celah, buat matahari sore
untuk kau dapat mengintip.

Menunggu detik2 khusyu malam, terjaga pada hangatnya ruh yang beterbangan kelangit, pada keadaan perti inilah aku akan menjadi seperti yang kau mau

*uh… langkah pendek ini melapisi kita dengan titik-titik air
tanpa bicara…. kita terjatuh dari langit menetes bersama butir embun
tanpa ditanya… kita siap dalam iringan ini selalu

*hari ini renyah tawamu, seperti ketika SMA dulu, tak berubah.... kepadaku kau tetap banyak bicara dan aku tetap kuat makan hehe..he..he..

*Duh..Esok ?, berharap penuh miqi, karena segala ruang adalah wajah Allah, ketidak tahuan kita yg tersihir pd penguasaan Nya, lekas mengeringkan air mata tuk menemukan kasihnya yg penuh kelapangan

*katakanlah bahwa aku tak meragukan sesuatu itu , sebagai cara membebaskan diri dan menemukan mu berulang-ulang. bisakah demikian ?

*masih.... dengan luka kemarin, membaca sepi hingga mabuk, aku terdesak, seberapa luka di puisimu aku hiasi jika terus tak menemukanmu.

*sebuah berita kau tunggu, padahal aku hanya punya secarik kertas kumal bertuliskan: jaga dirimu, sayang, hidup begitu menggetarkan....

*Kau nikamati benar kue coklat pemberianku, setelahnya kau memberiku senyum sebagai isyarat belum membelikanmu gaun malam, perih …kupenuhi janjiku yg tertunda, nantilah hingga teriakan terakhir “maling”, tak terdengar, aku masih disini sayang pada luka kemarin yg belum tersembuhkan.

*ketika butiran air matamu terdorong keluar oleh kebahagiaan..adzan maghrib pun melengkapinya

*bangunlah lonteku... desing peluru dan luka yg me-nganga, biar menitipmu di pundakku, kita akan terus berlari hingga kebebasan kita tafsirkan sebagai milik kita. jangan tergesagesa waktu belum benarbenar penuh menegaskan kita sebagai 2 org bajingan yg saling setia.

*tulislah aku sebagai " bangsat", ketika menyembunyikanmu di atas pohon mangga tempatku berteduh, aku memaksamu tetap disitu hingga selesai teh kuhidangkan untukmu. hai bangsat.... kau masih diatas pohon kan..

*peristiwa biasa itu karena hanya berlangsung dalam hati, benar kita telah saling memanggil dalam persetubuhan sunyi tapi kita belum saling mengancan dalam bersalah ketika tak menuliskan sesuatu , brengsek memang.... kita terlalu sopan

*pantas memberimu senyum nak, pagi benar kau telah memetik sekumpulan bunga ,aku tak perlu menerka maksudmu, ketika kau menghadapi ujian sekolah dgn penuh senyum.

*betapapun kau tetap menolak, padahal matamu telah dulu tenggelam dingin dan kabut bila aku mendesakmu dengan semburan api dan menciummu berulang-ulang, hehe…he..he.. maaf lonteku aku masih slalu nekat.

*masih disini pada ledak gelisah >mematikan, menjauhlah sebelum segalanya adalah genangan air mata. aku masih saja bajingan yg mengajakmu pada mimpi.
‎
*......lampu jalan malam ini terlihat lelah, seperti anak- suatu bangsa yang sedang terpuruk, ia menuggu pergantian waktu hingga pagi tiba. kebebasan tak pernah sampai kepadanya semakin sayup bahkan berdarah, ada yg memberinya air, padahal ia telah kehilangan segala-gala termasuk rasa sakit.

*rimbun pohon mangga ini tak menyisa celah, se cahayapun tak bisa nembus, tapi kau bukan cahaya kan -------?

*kita tak berbuat sama ketika ada yg menjauh dan pergi, mungkin juga ada yg tak berhenti hingga sebuah pesan sampai padamu untuk kau memahami sebuah baris-baris kasih sayang, karena hidup sesungguhnaya adalah saling berberbagi...

*sebelum sepi belum cukup lahirnya sebuah ungkapan

*senyummu jenakamu ternyata tak terlupa, ketika itu aku menerimanya sebagai sepotong senja dan itu tak pernah lengkap karena aku terus mencari separuhnya.

*Dan diantara kepengecutan aku tetap menggandengmu, karena meninggalkanmu serupa menapikan senja. pada jejakmu, bukankah aku selalu tersihir , mungkin... ini yang tak kau tahu

*Mengantarkanmu gelisah dengan coretan tangan yang kupaksa terlihat indah, ia likaliku waktu yg m-jelaskan perih juga senyum, coretan ini kemana saja kau bebas membuangnya

*tanaman pegagan dalam pemenuhan untuk negara jepang, indonesia dijadikan asembling dgn cara kontrak untuk pegagan setelah di petik dikirim ke jepang , untuk tanaman tsb di olah kembali menjadi kapsul atau sirup dengan nama gingko biloba, dan kita indonesia kemudian membelinya dengan harga mahal. keadaan ini disedihkan... oleh hembing (ref...Hembing no 3 didunia no 1di Asia) khasiat tanaman tsb> Memulihkan konsentrasi daya piker

*matamu penuh dengan kelopak-kelopak kembang menembus pepohonan di hutan lembab, tiba-tiba kita bertemu dalam isyarat yang tak lagi gerimis, kau ternyata juga seorang guru, kau tes pns aku pengawasnya .... ato anggap saja aku juga pns. "tak mendaftar" katamu. >aku lebih baik mendaftar dihatimu saja hehe..he..he.....

*membangun khayalan besar. mo liat indonesia tanpa korupsi. modenya jangan tercurah untuk Penampilan fisik saja. tki ternaungi oleh negara, beberapa lini dgn aparatnya lamban dll (dan lupa lagi) hehe..he..he.. hidupkan Indonesia.!!

*seperti kemarin suara-suara denyut nadi melemah, aku memasukkanTulisan, tangan atau diriku sendiri... kedalam otakku tanpa tatakrama aku takkan berhenti hingga sebuah judul kutemukan, -------Subjektif memang…..

*menengok festival film Pelajar oleh http://www.lontara.co.cc/2010/09/lontara-maros-silaturrahmi-budayawan.html >sejenak mengungsi kesebuah kampung estetika, sebuah produksi dgn pola-pola yg mendekatkan masyarakat sekolah dengan pengalaman menemukan, membaca dan membuat jejak sinematografi di Kab. Maros.*Gerimispun berhenti, karena sebuah gagasan, komunikasi dan kecerdasan seni telah mereka bangun. slamat...

*sebuah ruang lengang nan sepi, tempat... yang bisa kudatangi setiap saat tanpa ada yang marah, aku bebas berbisik apa saja dalam keluasan yang tak terbatas, uh....
hujan begini keras dan kau mulai sedih padahal kelopa' bunga jam 9 dihalaman rumah telah mengajarmu tegar meski jam 10 pagi kemudian iapun tak rela kau menangisi kematiannya.

*hujan begini keras dan kita belum sampai rumah, aku diam dan kau menertawakan sikapku, padahal aku merasa telah memelukmu.

*Sepi> lidah api yang menjilat-jilat,Terdesak pada sudut-sudut gelap tempat segala perih di tenggelamkan, Wajah wajah bersetubuh, bugil, dingin, penuh ilusi ..imajinasi…, Disini terkubur lalu terlahir kembali, sebagai kata dalam “sepi..”

*ssst.. jangan berkedip, (dihalaman rumah) embun membesar dan jatuh dari ujung daun pandan...

*pagi benar2 cerah, menginginkanmu bahagia, seperti tanggung jawab matahari yang menyelusup di jendelamu sedang kau masih tertidur. haiiiiii....

*sesekali setujulah untuk dapat menarik hal positif kedalam diri anda, sabbara' ki nari pulaleng elo'na puangngE'

*MENGAJAk diketinggian hingga menyentuhkanmu pelangi, sebagaimana harapan nofember tuk meghadiahkan sayap tempat cita2mu kau semai. kutitip pula sekalimat dari secarik kertas kumal, "kemanapun ruang semoga kau mengentalkan senyummu hingga desember"

*memeluk dengan sempurna, merupakan keajaiban yg berawal dari sikap saling memaafkan, mungkin tak saling memiliik...tapi inilah zaman itu dan keinginan mengajakmu damai sambil peduli terhadap.... luka, (lara masyarakat), ato... lupakan bahwa mungkin luka kita lebih dalam.

*tak menyiramnya karena ia tumbuhan yang tak pernah mekar, belakng hari ia membawa dalam dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi, trimksh telah memberitahu cara lain tuk tetap hidup berkepribadian.

*Demi esok pagi yg penuh rahasia....malam ini aq mengajakmu bertemu dalam sajak, tentu kau tak memilih sepi membiarkanmu terbawa ketempat segala perih bukan......

*katakanlah tentang kehidupan, makna, meskipun teks yg dimaksud melahirkan apresiasi tanggapan yang berbeda, keyakinan yg baik dalam memberi teks tentu menerima penghargaan yg baik pula, hal berlebihan mungkin merupakan aspek yg harus dihindari demi menegaskan bahwa ..kepenguasaan tentulah hanya milik Allah.

*banyak hal akan menjadi baik bagi masyarakat jika kebijakan teraplikasi, dan pemimpinlah sumber energi yg mengerakkan dgn tepat dan cepat karena kekuatannya, demikian luar biasa posisi pemimpin yg adil >kalo ia minta pd Allah untuk di jauhkan penyakit antrax, flu burung, bencana dll, maka Allah akan mengabulkan. (jika Adil <)

*(terus merangkai) seperti hendak membuat semuanya jadi enak, kita diajak bicara tentang sungai jembatan awan ataupun angin yang dingin, katanya, "musim hujan... tidaklah mesti mbuatmu terkurung", hehe..he..he..

*aku duduk santai sambil bersila dan mendengarnya bicara, parah aq ni... semakin membiarkannya menarik ulur waktu lalu, maaf tak terlalu mengindahkanmu, prasaanku terhadap hal yg indah kadang tak rasional. ampunga...de...

*diamnya sejenak seperti membisikkan sesuatu tentang awan dan angin yang dingin, ada yg berkata, "terjemahkan isyarat masalalu itu secara gamblang sebelum aku murka".hehe..he..he..

*memupuk cinta wanita masih perlukah bohong2 sedikit sebagai bumbu...

*bonto cinde dgn air kalinya yg sejuk, sejenak menikmati cerah idul adha, baik benar pelayanannya >ia mengambil air dari sungai lalu merebuskan kami teh.., "satu pi", kata teman yg baru tiba.

*kartu lebaran ini hanya benda2, tapi ungkapanmu didalamnya memberi fakta bahwa dunia betapa menghendaki ucapan yang luhur. >Idul Adha...untukmu, bagi bagilah hewan kurbanmu ke aq, hehe..he,..he..

*hentilah sejenak untuk mengusap kepedihan, henti pula bertanya. jika serupa jawaban2 hiaslah mimpimu, hehe..he..he.... buatlah prediksi2 yang lebih baik, sederhananya kita perlu bertemu di warung kopi....aku yg membayar 2 kopi sedang kau membelikanku 2 bungkus rokok, adilkan...

*luang itu ketika segala hal yg baik dan buruk, kita gantung saja dijendela kamar yg terbuka itu, agar leluasa memandang dunia.

*ketika kau letakkan Tuhan pada kesedihan, maka sesali saja saat Tuhan selalu m'buatmu duka. Ia hanya ingin tunjukkan kesediaanNya berada dimana kau menempatkan. sunting dari Destaayu Wulandari

*Kalimat2 yg kau rangkai,,, membiusku,, lalu mengajak q b-pikir.. apa da waktumu kali ini?

*iringan sepeda, pete-pete, mobil moleng, pejalan kaki, dan mas baksoo,juga org berak di kolong, ber> hentit gerak dalam panorama sore di jembatan

*jangan tuliskan apapun di halaman depan suratmu, lekas kirim agar angin tak keburu mati, sehingga kau tak hanya tak tahu kemana sampainya melainkan juga menyesal karena tak sempat mengirimkannya

0 komentar:

Posting Komentar