*BooHoonnng --
tatkala kau terbaring, tersembunyi daratan dalam lipatan-lipatan mimpimu, sebuah bangunan batu dengan dinding berlumut yang kliatan rapuh, langkahmu menuju kebanyak pintu, di balik sebuah pintu terbukalah ruang gelap dan kosong, suara seperti tergantung di langit ketika sedetik sebuah nyala yg memucat dari bola lampu diatasmu,”aku telah terbunuh….”, katamu, ketika sesosok manusia tergantung lemas diatasmu dan kau sangat mengenalnya.
Film Kartun---
Suara dari backstage:pilu dan jerit…
si pelacur menangis hingga demam, kukira ini semu…
tapi, kucing siapa yg tak lagi menyantap ikan karena mulutnya keluar busa
*Pesta Semut----
Gerak angin benarbenar sejuk
menggetarkan daun…. kusangka peluru melesat, seseorang tidur teriak “akh…”,
sebuah lubang berdarah di jidatnya, ia terbangun di siang itu lalu membasuh muka, kukira jerawatnya sedang meledak, ia menatap cermin tak percaya dan menyalahkan tak bekerja disiang hari.
*Puntung Roko’-----
tumpukan puntung roko’ di asbak semalam,
adalah cerobang dari keringat kata yang menetes,
setelah sebelumnya ia berlayar dan tersesat sendirian ,
ketika fajar menggelar subuh,
...tumpukan puntung roko’ di asbak semalam, dalam bisu…,
”sejuta kata seperti hendak diteriakkannya “
Selasa, 21 Juni 2011
BooHoonnng --
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
05.28
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Terbakar lagi PasarKu
TerBakar lagi Pasarku---
sebuah kota yg gelap setelah api kecil padam dari hamparan tumpukan bara
Ya…, kuingat semuanya rumah juga pasar ku yang terbakar, hamparan gelap dan setumpuk putus asa…,
tengah malam hingga menjelang pagi , terjaga…dalam mimpi handai tolanku yang terlepas, wajah mereka memucat dengan tertahan dan rintihan. ia mengumpulkan tanah bakaran, memandangnya dan menemaninya bercakap-cakap. apakah aku mengenal ini sebelumnya ?.
yang tersisa hanya abu dari muntahan api , segalanya rebah, memucat…, meski mereka harus tetap berlajan bersama angin…..
maros, januari 2010
sebuah kota yg gelap setelah api kecil padam dari hamparan tumpukan bara
Ya…, kuingat semuanya rumah juga pasar ku yang terbakar, hamparan gelap dan setumpuk putus asa…,
tengah malam hingga menjelang pagi , terjaga…dalam mimpi handai tolanku yang terlepas, wajah mereka memucat dengan tertahan dan rintihan. ia mengumpulkan tanah bakaran, memandangnya dan menemaninya bercakap-cakap. apakah aku mengenal ini sebelumnya ?.
yang tersisa hanya abu dari muntahan api , segalanya rebah, memucat…, meski mereka harus tetap berlajan bersama angin…..
maros, januari 2010
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
05.27
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
*Selalu Baru Wajahmu--
*Selalu Baru Wajahmu--
gerak malam selalu saja terjal menggaris tepi dengan warna-warni sepi , begitulah, dalam jarak ini pun selalu dengus angin mengirim berita dengan terbata-bata juga dengan pekik hewan malam
gerak malam selalu saja sibuk, melebam rindu mencipta bulan purnama
garis-garis wajahmu seluruh tersadap tersuruk di belantara malam
aku tahu keriuhan ini, sampai satu ledak yang mencipta ribuan cahaya : haha..ha..lebih, sering tak kukenali lagi ujud sepi ini, meski ia tetap mengendap dan tumbuh sendiri
fajar subuh menutup segala riuh, dan sebuah wajah di pelukku, wajah yang baru…
gerak malam selalu saja terjal menggaris tepi dengan warna-warni sepi , begitulah, dalam jarak ini pun selalu dengus angin mengirim berita dengan terbata-bata juga dengan pekik hewan malam
gerak malam selalu saja sibuk, melebam rindu mencipta bulan purnama
garis-garis wajahmu seluruh tersadap tersuruk di belantara malam
aku tahu keriuhan ini, sampai satu ledak yang mencipta ribuan cahaya : haha..ha..lebih, sering tak kukenali lagi ujud sepi ini, meski ia tetap mengendap dan tumbuh sendiri
fajar subuh menutup segala riuh, dan sebuah wajah di pelukku, wajah yang baru…
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
05.25
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
CeloteH.......Juni.
*bentuk yang tak terlihat, jadi terlihat keseberapa bentuk…
ia, hampir nyata dalam rindumu…
tapi, bukankah hanya kau seorang yg tahu…?
*sore dijejak bantaran sungai dan keterhelaan, tapi tutur sapamu kemarin itu tibatiba memecah sungai, ah... purba sekali rasaku ....segitu saja telah nyala senyumku.
*membayang esok , diamdiam sesuatu mengalir sangat deras kukira itu KITA
*mata kita berbeda warna juga tulisan dan gambar yg ada di dalamnya, kita pernah saling menulisya atoo saling gambar…, kulihat sesuatu saling tersimpan dan terbentuk disitu, aromanya menggambarkan banyak musim,juga menuliskan dingin yg dengannya kita saling menghangatkan, sesuatu terus tertulis dan tergambar disitu…mungkin bukan tentang kita lagi...tapi kita tetap ada diantaranya
*dan sepoi angin tempiaskan rambutmu, kaupun tersenyum, ekspresi itu memantulmantul bola mataku, tapi tempias angin itu hanya sekali, dan celakanya aku hanya dapat melihat......
*hayya Alal falah.....saling berkumpul memenuhi panggilan …l dan mengadukan perlakuan masing masing….meski Tuhan selalu tahu. maghrib kita
*sungai kecil dengan arusnya yg deras, sebuah perjalanan sampai kepintuku,lihatlah... aku ikan-ikan kecil di celahcelah batu yg slalu luput dari pandanganmu, tapi aku takjemu juga tak istirahat kalu2 kau mampirkan senyummu sedikit saja, sungai ini arusnya masih deras : aq meloncat loncat dari celah batu , ini sikap yg entah di terjemahkan atau tak terjemahkan sama sekali.....
*masih selalu dia, Yang terbit dari berbagai ufuk, dan tak pernah tenggelam untukmu, tapi sering kau lupakan : guru
*pucuk daun yang memucat diterpa sengat siang, diajaknya kita ketakutan, celakanyaa kita dengan terpaksa melihat terik siang men-jilat2 pucuk daun tersebut, hingga ia lunglai dan kerontang.
*sentuhlah Es batu kekasihmu ituuu, ia selalu bening jika menatapmu, serasa ia es batu baru saja jatuh dari surga.....
*daun daun kuncup menanti perubahan sore ke-malam, ato mungkin sedang khusyu menyapa langit yg tampak senja, aq tiada diantara mereka sebab musim panas membawaku serta: terasa panjang...terasa kuncup seperti daun tapi bukan khusyu...
*seperti citacita ku kecil dulu “membelikan ibu kompor dan kasur “ , ia tersenyum,
kini aku dengan kamus praktis sebagai pedoman kukatakan “, hendak membelikanki apa saja yg kau mau ibu….., tapi celakannya sedikitpun ia tak tersenyum.
*senyum rekah setelah kau menolongnya, sungguh sebuah lukisan hidup, melihatnya boleh jadi mereka berkaca atau mau mengungkapkan sebuah pandangan tentang nilai moral mungkin juga tentang sebuah estetika ...:f
*bentar lagi sayaaaang ya...., karena kirimanmu maniiiisss....dan sangat segar.....ke dagingku
*sepinggiran sungai dan jembatan ini beku dinginnya, bersenyawa…. aq menulisnya dgn kata “kangen”, Dingin kemarau tak henti menyelinap, Bila saja ia menjelma cahaya dan Q mengajaknya berdekapan.
ia, hampir nyata dalam rindumu…
tapi, bukankah hanya kau seorang yg tahu…?
*sore dijejak bantaran sungai dan keterhelaan, tapi tutur sapamu kemarin itu tibatiba memecah sungai, ah... purba sekali rasaku ....segitu saja telah nyala senyumku.
*membayang esok , diamdiam sesuatu mengalir sangat deras kukira itu KITA
*mata kita berbeda warna juga tulisan dan gambar yg ada di dalamnya, kita pernah saling menulisya atoo saling gambar…, kulihat sesuatu saling tersimpan dan terbentuk disitu, aromanya menggambarkan banyak musim,juga menuliskan dingin yg dengannya kita saling menghangatkan, sesuatu terus tertulis dan tergambar disitu…mungkin bukan tentang kita lagi...tapi kita tetap ada diantaranya
*dan sepoi angin tempiaskan rambutmu, kaupun tersenyum, ekspresi itu memantulmantul bola mataku, tapi tempias angin itu hanya sekali, dan celakanya aku hanya dapat melihat......
*hayya Alal falah.....saling berkumpul memenuhi panggilan …l dan mengadukan perlakuan masing masing….meski Tuhan selalu tahu. maghrib kita
*sungai kecil dengan arusnya yg deras, sebuah perjalanan sampai kepintuku,lihatlah... aku ikan-ikan kecil di celahcelah batu yg slalu luput dari pandanganmu, tapi aku takjemu juga tak istirahat kalu2 kau mampirkan senyummu sedikit saja, sungai ini arusnya masih deras : aq meloncat loncat dari celah batu , ini sikap yg entah di terjemahkan atau tak terjemahkan sama sekali.....
*masih selalu dia, Yang terbit dari berbagai ufuk, dan tak pernah tenggelam untukmu, tapi sering kau lupakan : guru
*pucuk daun yang memucat diterpa sengat siang, diajaknya kita ketakutan, celakanyaa kita dengan terpaksa melihat terik siang men-jilat2 pucuk daun tersebut, hingga ia lunglai dan kerontang.
*sentuhlah Es batu kekasihmu ituuu, ia selalu bening jika menatapmu, serasa ia es batu baru saja jatuh dari surga.....
*daun daun kuncup menanti perubahan sore ke-malam, ato mungkin sedang khusyu menyapa langit yg tampak senja, aq tiada diantara mereka sebab musim panas membawaku serta: terasa panjang...terasa kuncup seperti daun tapi bukan khusyu...
*seperti citacita ku kecil dulu “membelikan ibu kompor dan kasur “ , ia tersenyum,
kini aku dengan kamus praktis sebagai pedoman kukatakan “, hendak membelikanki apa saja yg kau mau ibu….., tapi celakannya sedikitpun ia tak tersenyum.
*senyum rekah setelah kau menolongnya, sungguh sebuah lukisan hidup, melihatnya boleh jadi mereka berkaca atau mau mengungkapkan sebuah pandangan tentang nilai moral mungkin juga tentang sebuah estetika ...:f
*bentar lagi sayaaaang ya...., karena kirimanmu maniiiisss....dan sangat segar.....ke dagingku
*sepinggiran sungai dan jembatan ini beku dinginnya, bersenyawa…. aq menulisnya dgn kata “kangen”, Dingin kemarau tak henti menyelinap, Bila saja ia menjelma cahaya dan Q mengajaknya berdekapan.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
05.22
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Senin, 23 Mei 2011
Sedang Bisu---
sedang bisu, tapi tak hentihentinya mereka saling cari
Sedang bisu,tapi tatapan mereka tertinggal jauh pada sebuah memorial yang mereka cipta berdua
sedang bisu,tapi mereka tak percaya jika telah saling memeluk
dalam bisu disuarankanya semua kedalam hati, "penuh tangis kegembiraan".kukira.
*Malam Kudus----
Malam dengan sentuhan sunyi yang kudus
sebuah dunia hampa, wangi...dan sangat ramai
setelah ini, tak ada lagi apa-apa kecuali
kembali bangun sebagai ....manusia
Sedang bisu,tapi tatapan mereka tertinggal jauh pada sebuah memorial yang mereka cipta berdua
sedang bisu,tapi mereka tak percaya jika telah saling memeluk
dalam bisu disuarankanya semua kedalam hati, "penuh tangis kegembiraan".kukira.
*Malam Kudus----
Malam dengan sentuhan sunyi yang kudus
sebuah dunia hampa, wangi...dan sangat ramai
setelah ini, tak ada lagi apa-apa kecuali
kembali bangun sebagai ....manusia
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
16.08
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Titik Hujan pada Bunga
Ia titik hujan menelusuri cita,
di basahinya bunga sebagai simpulan senyumnya sore itu, ia titik hujan tak peduli ada yang sejuk melihat bunga itu basah atau tidak,
ia hanya menyusun cerita tentang “sebuah bunga yg basah sendirian ketika bumi sedang kering kerontang,
suatu hari bunga berkata pada titik hujan , “akhirnya kudekap juga segenap kehangatan yg tersisa darimu, tapi aku sendiri mengerang hingga waktu tiba dan harus jatuh di taman ini jika tak ada yg memetik.
di basahinya bunga sebagai simpulan senyumnya sore itu, ia titik hujan tak peduli ada yang sejuk melihat bunga itu basah atau tidak,
ia hanya menyusun cerita tentang “sebuah bunga yg basah sendirian ketika bumi sedang kering kerontang,
suatu hari bunga berkata pada titik hujan , “akhirnya kudekap juga segenap kehangatan yg tersisa darimu, tapi aku sendiri mengerang hingga waktu tiba dan harus jatuh di taman ini jika tak ada yg memetik.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
03.16
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 22 Mei 2011
Embun 7
Embun 9
Embun pagi, entah berapa lama memegang di ujung daun, menempel sendiri…menggantung pada selembar daun,
begitu sepi tatapnya….,tapi bukan hanya itu, panas menguapnya tak bersisa
Embun 10
Masih selalu begitu, datang… pergi…,lalu kembali,
tapi maafkan, ia hanya titik embun Meski tanpa pamrih datang padamu
katanya, “kau milik dirimu sendiri dan waktu tetap kans tanpa pernah-
berkedip pada mu….”,
Ia embun selalu pergi…datang… menyusurkanmu indah,
kalau-kalau kau tatap langit, dan ia turun kebumi juga turun ke hatimu
Embun 11
Setebal belukar jejaknya kemuaramu
tapi ia, embun yang tenang …terang…juga percaya diri
ia menyulut nyala rindu di kalbunya …sendiri…..
singgah sebentar lalu hilang disudut-sudut matamu, (jika kau meng-inkannya)
Jangan menerimanya juga mengusirnya: ia slalu pemaaf.
Embun pagi, entah berapa lama memegang di ujung daun, menempel sendiri…menggantung pada selembar daun,
begitu sepi tatapnya….,tapi bukan hanya itu, panas menguapnya tak bersisa
Embun 10
Masih selalu begitu, datang… pergi…,lalu kembali,
tapi maafkan, ia hanya titik embun Meski tanpa pamrih datang padamu
katanya, “kau milik dirimu sendiri dan waktu tetap kans tanpa pernah-
berkedip pada mu….”,
Ia embun selalu pergi…datang… menyusurkanmu indah,
kalau-kalau kau tatap langit, dan ia turun kebumi juga turun ke hatimu
Embun 11
Setebal belukar jejaknya kemuaramu
tapi ia, embun yang tenang …terang…juga percaya diri
ia menyulut nyala rindu di kalbunya …sendiri…..
singgah sebentar lalu hilang disudut-sudut matamu, (jika kau meng-inkannya)
Jangan menerimanya juga mengusirnya: ia slalu pemaaf.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
05.24
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Rabu, 04 Mei 2011
Celoteh
duduk manis di bawah pohon mangga (lebai .com)
mendengarkan seekor kendaraan berkicau di jembatan, membiarkan bulan mungil jatuh di antara ranting tua, ini fana ya....:gemuruhku......
jalan ini tiap hari terlewati, tak pernah risau apakah beranjak ke selatan atau utara. ya...tapi rumahmu saja yg selalu terasa jauh
bereterimakasihlah pada pohon lampu jalan, yg setiap malam kau rampas cahayanya , pun tanpa pernah ia merasa tersakiti .....
kau di depannya dan "cermin ini jelek..!", padahal pikiranmu yang tumbuh liar di kepala orang lain....
terangnya lampu-lampu seperti mencabuti malam khusyu.
hiburan ini ..juga hiburan itu.., tapi rindu yg tersembunyi smakin nyata saja :ledakk
jangan ingkari indahnya senja ini,
baru ketahuan kalau kau bervirus, debarku terus menggoreskan namamu.
Akhirnya Seluruh rindumu kutampung dalam teluk pelukanku, suka ya.. aku berlaku demikian?
rimbun pohon mangga ini tak menyisa celah, buat matahari sore
untuk kau dapat mengintip.
Menunggu detik2 khusyu malam, terjaga pada hangatnya ruh yang beterbangan kelangit, pada keadaan perti inilah aku akan menjadi seperti yang kau mau
*uh… langkah pendek ini melapisi kita dengan titik-titik air
tanpa bicara…. kita terjatuh dari langit menetes bersama butir embun
tanpa ditanya… kita siap dalam iringan ini selalu
*hari ini renyah tawamu, seperti ketika SMA dulu, tak berubah.... kepadaku kau tetap banyak bicara dan aku tetap kuat makan hehe..he..he..
*Duh..Esok ?, berharap penuh miqi, karena segala ruang adalah wajah Allah, ketidak tahuan kita yg tersihir pd penguasaan Nya, lekas mengeringkan air mata tuk menemukan kasihnya yg penuh kelapangan
*katakanlah bahwa aku tak meragukan sesuatu itu , sebagai cara membebaskan diri dan menemukan mu berulang-ulang. bisakah demikian ?
*masih.... dengan luka kemarin, membaca sepi hingga mabuk, aku terdesak, seberapa luka di puisimu aku hiasi jika terus tak menemukanmu.
*sebuah berita kau tunggu, padahal aku hanya punya secarik kertas kumal bertuliskan: jaga dirimu, sayang, hidup begitu menggetarkan....
*Kau nikamati benar kue coklat pemberianku, setelahnya kau memberiku senyum sebagai isyarat belum membelikanmu gaun malam, perih …kupenuhi janjiku yg tertunda, nantilah hingga teriakan terakhir “maling”, tak terdengar, aku masih disini sayang pada luka kemarin yg belum tersembuhkan.
*ketika butiran air matamu terdorong keluar oleh kebahagiaan..adzan maghrib pun melengkapinya
*bangunlah lonteku... desing peluru dan luka yg me-nganga, biar menitipmu di pundakku, kita akan terus berlari hingga kebebasan kita tafsirkan sebagai milik kita. jangan tergesagesa waktu belum benarbenar penuh menegaskan kita sebagai 2 org bajingan yg saling setia.
*tulislah aku sebagai " bangsat", ketika menyembunyikanmu di atas pohon mangga tempatku berteduh, aku memaksamu tetap disitu hingga selesai teh kuhidangkan untukmu. hai bangsat.... kau masih diatas pohon kan..
*peristiwa biasa itu karena hanya berlangsung dalam hati, benar kita telah saling memanggil dalam persetubuhan sunyi tapi kita belum saling mengancan dalam bersalah ketika tak menuliskan sesuatu , brengsek memang.... kita terlalu sopan
*pantas memberimu senyum nak, pagi benar kau telah memetik sekumpulan bunga ,aku tak perlu menerka maksudmu, ketika kau menghadapi ujian sekolah dgn penuh senyum.
*betapapun kau tetap menolak, padahal matamu telah dulu tenggelam dingin dan kabut bila aku mendesakmu dengan semburan api dan menciummu berulang-ulang, hehe…he..he.. maaf lonteku aku masih slalu nekat.
*masih disini pada ledak gelisah >mematikan, menjauhlah sebelum segalanya adalah genangan air mata. aku masih saja bajingan yg mengajakmu pada mimpi.
*......lampu jalan malam ini terlihat lelah, seperti anak- suatu bangsa yang sedang terpuruk, ia menuggu pergantian waktu hingga pagi tiba. kebebasan tak pernah sampai kepadanya semakin sayup bahkan berdarah, ada yg memberinya air, padahal ia telah kehilangan segala-gala termasuk rasa sakit.
*rimbun pohon mangga ini tak menyisa celah, se cahayapun tak bisa nembus, tapi kau bukan cahaya kan -------?
*kita tak berbuat sama ketika ada yg menjauh dan pergi, mungkin juga ada yg tak berhenti hingga sebuah pesan sampai padamu untuk kau memahami sebuah baris-baris kasih sayang, karena hidup sesungguhnaya adalah saling berberbagi...
*sebelum sepi belum cukup lahirnya sebuah ungkapan
*senyummu jenakamu ternyata tak terlupa, ketika itu aku menerimanya sebagai sepotong senja dan itu tak pernah lengkap karena aku terus mencari separuhnya.
*Dan diantara kepengecutan aku tetap menggandengmu, karena meninggalkanmu serupa menapikan senja. pada jejakmu, bukankah aku selalu tersihir , mungkin... ini yang tak kau tahu
*Mengantarkanmu gelisah dengan coretan tangan yang kupaksa terlihat indah, ia likaliku waktu yg m-jelaskan perih juga senyum, coretan ini kemana saja kau bebas membuangnya
*tanaman pegagan dalam pemenuhan untuk negara jepang, indonesia dijadikan asembling dgn cara kontrak untuk pegagan setelah di petik dikirim ke jepang , untuk tanaman tsb di olah kembali menjadi kapsul atau sirup dengan nama gingko biloba, dan kita indonesia kemudian membelinya dengan harga mahal. keadaan ini disedihkan... oleh hembing (ref...Hembing no 3 didunia no 1di Asia) khasiat tanaman tsb> Memulihkan konsentrasi daya piker
*matamu penuh dengan kelopak-kelopak kembang menembus pepohonan di hutan lembab, tiba-tiba kita bertemu dalam isyarat yang tak lagi gerimis, kau ternyata juga seorang guru, kau tes pns aku pengawasnya .... ato anggap saja aku juga pns. "tak mendaftar" katamu. >aku lebih baik mendaftar dihatimu saja hehe..he..he.....
*membangun khayalan besar. mo liat indonesia tanpa korupsi. modenya jangan tercurah untuk Penampilan fisik saja. tki ternaungi oleh negara, beberapa lini dgn aparatnya lamban dll (dan lupa lagi) hehe..he..he.. hidupkan Indonesia.!!
*seperti kemarin suara-suara denyut nadi melemah, aku memasukkanTulisan, tangan atau diriku sendiri... kedalam otakku tanpa tatakrama aku takkan berhenti hingga sebuah judul kutemukan, -------Subjektif memang…..
*menengok festival film Pelajar oleh http://www.lontara.co.cc/2010/09/lontara-maros-silaturrahmi-budayawan.html >sejenak mengungsi kesebuah kampung estetika, sebuah produksi dgn pola-pola yg mendekatkan masyarakat sekolah dengan pengalaman menemukan, membaca dan membuat jejak sinematografi di Kab. Maros.*Gerimispun berhenti, karena sebuah gagasan, komunikasi dan kecerdasan seni telah mereka bangun. slamat...
*sebuah ruang lengang nan sepi, tempat... yang bisa kudatangi setiap saat tanpa ada yang marah, aku bebas berbisik apa saja dalam keluasan yang tak terbatas, uh....
hujan begini keras dan kau mulai sedih padahal kelopa' bunga jam 9 dihalaman rumah telah mengajarmu tegar meski jam 10 pagi kemudian iapun tak rela kau menangisi kematiannya.
*hujan begini keras dan kita belum sampai rumah, aku diam dan kau menertawakan sikapku, padahal aku merasa telah memelukmu.
*Sepi> lidah api yang menjilat-jilat,Terdesak pada sudut-sudut gelap tempat segala perih di tenggelamkan, Wajah wajah bersetubuh, bugil, dingin, penuh ilusi ..imajinasi…, Disini terkubur lalu terlahir kembali, sebagai kata dalam “sepi..”
*ssst.. jangan berkedip, (dihalaman rumah) embun membesar dan jatuh dari ujung daun pandan...
*pagi benar2 cerah, menginginkanmu bahagia, seperti tanggung jawab matahari yang menyelusup di jendelamu sedang kau masih tertidur. haiiiiii....
*sesekali setujulah untuk dapat menarik hal positif kedalam diri anda, sabbara' ki nari pulaleng elo'na puangngE'
*MENGAJAk diketinggian hingga menyentuhkanmu pelangi, sebagaimana harapan nofember tuk meghadiahkan sayap tempat cita2mu kau semai. kutitip pula sekalimat dari secarik kertas kumal, "kemanapun ruang semoga kau mengentalkan senyummu hingga desember"
*memeluk dengan sempurna, merupakan keajaiban yg berawal dari sikap saling memaafkan, mungkin tak saling memiliik...tapi inilah zaman itu dan keinginan mengajakmu damai sambil peduli terhadap.... luka, (lara masyarakat), ato... lupakan bahwa mungkin luka kita lebih dalam.
*tak menyiramnya karena ia tumbuhan yang tak pernah mekar, belakng hari ia membawa dalam dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi, trimksh telah memberitahu cara lain tuk tetap hidup berkepribadian.
*Demi esok pagi yg penuh rahasia....malam ini aq mengajakmu bertemu dalam sajak, tentu kau tak memilih sepi membiarkanmu terbawa ketempat segala perih bukan......
*katakanlah tentang kehidupan, makna, meskipun teks yg dimaksud melahirkan apresiasi tanggapan yang berbeda, keyakinan yg baik dalam memberi teks tentu menerima penghargaan yg baik pula, hal berlebihan mungkin merupakan aspek yg harus dihindari demi menegaskan bahwa ..kepenguasaan tentulah hanya milik Allah.
*banyak hal akan menjadi baik bagi masyarakat jika kebijakan teraplikasi, dan pemimpinlah sumber energi yg mengerakkan dgn tepat dan cepat karena kekuatannya, demikian luar biasa posisi pemimpin yg adil >kalo ia minta pd Allah untuk di jauhkan penyakit antrax, flu burung, bencana dll, maka Allah akan mengabulkan. (jika Adil <)
*(terus merangkai) seperti hendak membuat semuanya jadi enak, kita diajak bicara tentang sungai jembatan awan ataupun angin yang dingin, katanya, "musim hujan... tidaklah mesti mbuatmu terkurung", hehe..he..he..
*aku duduk santai sambil bersila dan mendengarnya bicara, parah aq ni... semakin membiarkannya menarik ulur waktu lalu, maaf tak terlalu mengindahkanmu, prasaanku terhadap hal yg indah kadang tak rasional. ampunga...de...
*diamnya sejenak seperti membisikkan sesuatu tentang awan dan angin yang dingin, ada yg berkata, "terjemahkan isyarat masalalu itu secara gamblang sebelum aku murka".hehe..he..he..
*memupuk cinta wanita masih perlukah bohong2 sedikit sebagai bumbu...
*bonto cinde dgn air kalinya yg sejuk, sejenak menikmati cerah idul adha, baik benar pelayanannya >ia mengambil air dari sungai lalu merebuskan kami teh.., "satu pi", kata teman yg baru tiba.
*kartu lebaran ini hanya benda2, tapi ungkapanmu didalamnya memberi fakta bahwa dunia betapa menghendaki ucapan yang luhur. >Idul Adha...untukmu, bagi bagilah hewan kurbanmu ke aq, hehe..he,..he..
*hentilah sejenak untuk mengusap kepedihan, henti pula bertanya. jika serupa jawaban2 hiaslah mimpimu, hehe..he..he.... buatlah prediksi2 yang lebih baik, sederhananya kita perlu bertemu di warung kopi....aku yg membayar 2 kopi sedang kau membelikanku 2 bungkus rokok, adilkan...
*luang itu ketika segala hal yg baik dan buruk, kita gantung saja dijendela kamar yg terbuka itu, agar leluasa memandang dunia.
*ketika kau letakkan Tuhan pada kesedihan, maka sesali saja saat Tuhan selalu m'buatmu duka. Ia hanya ingin tunjukkan kesediaanNya berada dimana kau menempatkan. sunting dari Destaayu Wulandari
*Kalimat2 yg kau rangkai,,, membiusku,, lalu mengajak q b-pikir.. apa da waktumu kali ini?
*iringan sepeda, pete-pete, mobil moleng, pejalan kaki, dan mas baksoo,juga org berak di kolong, ber> hentit gerak dalam panorama sore di jembatan
*jangan tuliskan apapun di halaman depan suratmu, lekas kirim agar angin tak keburu mati, sehingga kau tak hanya tak tahu kemana sampainya melainkan juga menyesal karena tak sempat mengirimkannya
mendengarkan seekor kendaraan berkicau di jembatan, membiarkan bulan mungil jatuh di antara ranting tua, ini fana ya....:gemuruhku......
jalan ini tiap hari terlewati, tak pernah risau apakah beranjak ke selatan atau utara. ya...tapi rumahmu saja yg selalu terasa jauh
bereterimakasihlah pada pohon lampu jalan, yg setiap malam kau rampas cahayanya , pun tanpa pernah ia merasa tersakiti .....
kau di depannya dan "cermin ini jelek..!", padahal pikiranmu yang tumbuh liar di kepala orang lain....
terangnya lampu-lampu seperti mencabuti malam khusyu.
hiburan ini ..juga hiburan itu.., tapi rindu yg tersembunyi smakin nyata saja :ledakk
jangan ingkari indahnya senja ini,
baru ketahuan kalau kau bervirus, debarku terus menggoreskan namamu.
Akhirnya Seluruh rindumu kutampung dalam teluk pelukanku, suka ya.. aku berlaku demikian?
rimbun pohon mangga ini tak menyisa celah, buat matahari sore
untuk kau dapat mengintip.
Menunggu detik2 khusyu malam, terjaga pada hangatnya ruh yang beterbangan kelangit, pada keadaan perti inilah aku akan menjadi seperti yang kau mau
*uh… langkah pendek ini melapisi kita dengan titik-titik air
tanpa bicara…. kita terjatuh dari langit menetes bersama butir embun
tanpa ditanya… kita siap dalam iringan ini selalu
*hari ini renyah tawamu, seperti ketika SMA dulu, tak berubah.... kepadaku kau tetap banyak bicara dan aku tetap kuat makan hehe..he..he..
*Duh..Esok ?, berharap penuh miqi, karena segala ruang adalah wajah Allah, ketidak tahuan kita yg tersihir pd penguasaan Nya, lekas mengeringkan air mata tuk menemukan kasihnya yg penuh kelapangan
*katakanlah bahwa aku tak meragukan sesuatu itu , sebagai cara membebaskan diri dan menemukan mu berulang-ulang. bisakah demikian ?
*masih.... dengan luka kemarin, membaca sepi hingga mabuk, aku terdesak, seberapa luka di puisimu aku hiasi jika terus tak menemukanmu.
*sebuah berita kau tunggu, padahal aku hanya punya secarik kertas kumal bertuliskan: jaga dirimu, sayang, hidup begitu menggetarkan....
*Kau nikamati benar kue coklat pemberianku, setelahnya kau memberiku senyum sebagai isyarat belum membelikanmu gaun malam, perih …kupenuhi janjiku yg tertunda, nantilah hingga teriakan terakhir “maling”, tak terdengar, aku masih disini sayang pada luka kemarin yg belum tersembuhkan.
*ketika butiran air matamu terdorong keluar oleh kebahagiaan..adzan maghrib pun melengkapinya
*bangunlah lonteku... desing peluru dan luka yg me-nganga, biar menitipmu di pundakku, kita akan terus berlari hingga kebebasan kita tafsirkan sebagai milik kita. jangan tergesagesa waktu belum benarbenar penuh menegaskan kita sebagai 2 org bajingan yg saling setia.
*tulislah aku sebagai " bangsat", ketika menyembunyikanmu di atas pohon mangga tempatku berteduh, aku memaksamu tetap disitu hingga selesai teh kuhidangkan untukmu. hai bangsat.... kau masih diatas pohon kan..
*peristiwa biasa itu karena hanya berlangsung dalam hati, benar kita telah saling memanggil dalam persetubuhan sunyi tapi kita belum saling mengancan dalam bersalah ketika tak menuliskan sesuatu , brengsek memang.... kita terlalu sopan
*pantas memberimu senyum nak, pagi benar kau telah memetik sekumpulan bunga ,aku tak perlu menerka maksudmu, ketika kau menghadapi ujian sekolah dgn penuh senyum.
*betapapun kau tetap menolak, padahal matamu telah dulu tenggelam dingin dan kabut bila aku mendesakmu dengan semburan api dan menciummu berulang-ulang, hehe…he..he.. maaf lonteku aku masih slalu nekat.
*masih disini pada ledak gelisah >mematikan, menjauhlah sebelum segalanya adalah genangan air mata. aku masih saja bajingan yg mengajakmu pada mimpi.
*......lampu jalan malam ini terlihat lelah, seperti anak- suatu bangsa yang sedang terpuruk, ia menuggu pergantian waktu hingga pagi tiba. kebebasan tak pernah sampai kepadanya semakin sayup bahkan berdarah, ada yg memberinya air, padahal ia telah kehilangan segala-gala termasuk rasa sakit.
*rimbun pohon mangga ini tak menyisa celah, se cahayapun tak bisa nembus, tapi kau bukan cahaya kan -------?
*kita tak berbuat sama ketika ada yg menjauh dan pergi, mungkin juga ada yg tak berhenti hingga sebuah pesan sampai padamu untuk kau memahami sebuah baris-baris kasih sayang, karena hidup sesungguhnaya adalah saling berberbagi...
*sebelum sepi belum cukup lahirnya sebuah ungkapan
*senyummu jenakamu ternyata tak terlupa, ketika itu aku menerimanya sebagai sepotong senja dan itu tak pernah lengkap karena aku terus mencari separuhnya.
*Dan diantara kepengecutan aku tetap menggandengmu, karena meninggalkanmu serupa menapikan senja. pada jejakmu, bukankah aku selalu tersihir , mungkin... ini yang tak kau tahu
*Mengantarkanmu gelisah dengan coretan tangan yang kupaksa terlihat indah, ia likaliku waktu yg m-jelaskan perih juga senyum, coretan ini kemana saja kau bebas membuangnya
*tanaman pegagan dalam pemenuhan untuk negara jepang, indonesia dijadikan asembling dgn cara kontrak untuk pegagan setelah di petik dikirim ke jepang , untuk tanaman tsb di olah kembali menjadi kapsul atau sirup dengan nama gingko biloba, dan kita indonesia kemudian membelinya dengan harga mahal. keadaan ini disedihkan... oleh hembing (ref...Hembing no 3 didunia no 1di Asia) khasiat tanaman tsb> Memulihkan konsentrasi daya piker
*matamu penuh dengan kelopak-kelopak kembang menembus pepohonan di hutan lembab, tiba-tiba kita bertemu dalam isyarat yang tak lagi gerimis, kau ternyata juga seorang guru, kau tes pns aku pengawasnya .... ato anggap saja aku juga pns. "tak mendaftar" katamu. >aku lebih baik mendaftar dihatimu saja hehe..he..he.....
*membangun khayalan besar. mo liat indonesia tanpa korupsi. modenya jangan tercurah untuk Penampilan fisik saja. tki ternaungi oleh negara, beberapa lini dgn aparatnya lamban dll (dan lupa lagi) hehe..he..he.. hidupkan Indonesia.!!
*seperti kemarin suara-suara denyut nadi melemah, aku memasukkanTulisan, tangan atau diriku sendiri... kedalam otakku tanpa tatakrama aku takkan berhenti hingga sebuah judul kutemukan, -------Subjektif memang…..
*menengok festival film Pelajar oleh http://www.lontara.co.cc/2010/09/lontara-maros-silaturrahmi-budayawan.html >sejenak mengungsi kesebuah kampung estetika, sebuah produksi dgn pola-pola yg mendekatkan masyarakat sekolah dengan pengalaman menemukan, membaca dan membuat jejak sinematografi di Kab. Maros.*Gerimispun berhenti, karena sebuah gagasan, komunikasi dan kecerdasan seni telah mereka bangun. slamat...
*sebuah ruang lengang nan sepi, tempat... yang bisa kudatangi setiap saat tanpa ada yang marah, aku bebas berbisik apa saja dalam keluasan yang tak terbatas, uh....
hujan begini keras dan kau mulai sedih padahal kelopa' bunga jam 9 dihalaman rumah telah mengajarmu tegar meski jam 10 pagi kemudian iapun tak rela kau menangisi kematiannya.
*hujan begini keras dan kita belum sampai rumah, aku diam dan kau menertawakan sikapku, padahal aku merasa telah memelukmu.
*Sepi> lidah api yang menjilat-jilat,Terdesak pada sudut-sudut gelap tempat segala perih di tenggelamkan, Wajah wajah bersetubuh, bugil, dingin, penuh ilusi ..imajinasi…, Disini terkubur lalu terlahir kembali, sebagai kata dalam “sepi..”
*ssst.. jangan berkedip, (dihalaman rumah) embun membesar dan jatuh dari ujung daun pandan...
*pagi benar2 cerah, menginginkanmu bahagia, seperti tanggung jawab matahari yang menyelusup di jendelamu sedang kau masih tertidur. haiiiiii....
*sesekali setujulah untuk dapat menarik hal positif kedalam diri anda, sabbara' ki nari pulaleng elo'na puangngE'
*MENGAJAk diketinggian hingga menyentuhkanmu pelangi, sebagaimana harapan nofember tuk meghadiahkan sayap tempat cita2mu kau semai. kutitip pula sekalimat dari secarik kertas kumal, "kemanapun ruang semoga kau mengentalkan senyummu hingga desember"
*memeluk dengan sempurna, merupakan keajaiban yg berawal dari sikap saling memaafkan, mungkin tak saling memiliik...tapi inilah zaman itu dan keinginan mengajakmu damai sambil peduli terhadap.... luka, (lara masyarakat), ato... lupakan bahwa mungkin luka kita lebih dalam.
*tak menyiramnya karena ia tumbuhan yang tak pernah mekar, belakng hari ia membawa dalam dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi, trimksh telah memberitahu cara lain tuk tetap hidup berkepribadian.
*Demi esok pagi yg penuh rahasia....malam ini aq mengajakmu bertemu dalam sajak, tentu kau tak memilih sepi membiarkanmu terbawa ketempat segala perih bukan......
*katakanlah tentang kehidupan, makna, meskipun teks yg dimaksud melahirkan apresiasi tanggapan yang berbeda, keyakinan yg baik dalam memberi teks tentu menerima penghargaan yg baik pula, hal berlebihan mungkin merupakan aspek yg harus dihindari demi menegaskan bahwa ..kepenguasaan tentulah hanya milik Allah.
*banyak hal akan menjadi baik bagi masyarakat jika kebijakan teraplikasi, dan pemimpinlah sumber energi yg mengerakkan dgn tepat dan cepat karena kekuatannya, demikian luar biasa posisi pemimpin yg adil >kalo ia minta pd Allah untuk di jauhkan penyakit antrax, flu burung, bencana dll, maka Allah akan mengabulkan. (jika Adil <)
*(terus merangkai) seperti hendak membuat semuanya jadi enak, kita diajak bicara tentang sungai jembatan awan ataupun angin yang dingin, katanya, "musim hujan... tidaklah mesti mbuatmu terkurung", hehe..he..he..
*aku duduk santai sambil bersila dan mendengarnya bicara, parah aq ni... semakin membiarkannya menarik ulur waktu lalu, maaf tak terlalu mengindahkanmu, prasaanku terhadap hal yg indah kadang tak rasional. ampunga...de...
*diamnya sejenak seperti membisikkan sesuatu tentang awan dan angin yang dingin, ada yg berkata, "terjemahkan isyarat masalalu itu secara gamblang sebelum aku murka".hehe..he..he..
*memupuk cinta wanita masih perlukah bohong2 sedikit sebagai bumbu...
*bonto cinde dgn air kalinya yg sejuk, sejenak menikmati cerah idul adha, baik benar pelayanannya >ia mengambil air dari sungai lalu merebuskan kami teh.., "satu pi", kata teman yg baru tiba.
*kartu lebaran ini hanya benda2, tapi ungkapanmu didalamnya memberi fakta bahwa dunia betapa menghendaki ucapan yang luhur. >Idul Adha...untukmu, bagi bagilah hewan kurbanmu ke aq, hehe..he,..he..
*hentilah sejenak untuk mengusap kepedihan, henti pula bertanya. jika serupa jawaban2 hiaslah mimpimu, hehe..he..he.... buatlah prediksi2 yang lebih baik, sederhananya kita perlu bertemu di warung kopi....aku yg membayar 2 kopi sedang kau membelikanku 2 bungkus rokok, adilkan...
*luang itu ketika segala hal yg baik dan buruk, kita gantung saja dijendela kamar yg terbuka itu, agar leluasa memandang dunia.
*ketika kau letakkan Tuhan pada kesedihan, maka sesali saja saat Tuhan selalu m'buatmu duka. Ia hanya ingin tunjukkan kesediaanNya berada dimana kau menempatkan. sunting dari Destaayu Wulandari
*Kalimat2 yg kau rangkai,,, membiusku,, lalu mengajak q b-pikir.. apa da waktumu kali ini?
*iringan sepeda, pete-pete, mobil moleng, pejalan kaki, dan mas baksoo,juga org berak di kolong, ber> hentit gerak dalam panorama sore di jembatan
*jangan tuliskan apapun di halaman depan suratmu, lekas kirim agar angin tak keburu mati, sehingga kau tak hanya tak tahu kemana sampainya melainkan juga menyesal karena tak sempat mengirimkannya
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
06.27
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 01 Mei 2011
Prof.Hembing "no 3 di dunia, no1 di Asia"
“Dalam diri Prof.Hembing terpadu ilmu dan amal sehingga patut menjadi manusia teladan dan muslim uswah”
Prof.K.H.Ali Yafie,Ketua Umum Mui(Majelis Ulama Indonesia ).
“Prof.Hembing,tak ragu lagi,adalah salah satu dari sedikit orang yang berhasil mengembangkan suatu bentuk ndakwah alternative”hidup sehat cara Henbing “didukung efektifitas layar kaca,dakwah alternatif seperti ini mampu menampilkan islam holistic yang jauh lebih luas dari pada sekedar ibadah “
Prof.Dr.Azyumardi Azra, M,A.,Rektor IAIN Syarif Hidayatullah
“Prof.Hembing memberikan kekuatan dan keteladanan yang tidak ada batas Negara maupun agama.”
Prof.Dr.Kim Chur, Guru Besar Wongkwang University,republic of Korea.
“Prof,Hembing adalah tokoh internasional yang sangat dikenal dan dikagumi”
Stephen J,Woodhouse,Kepala perwakilan UNICEF untuk Indonesia dan Malaysia
“dikolong langit ini tokoh yang piawai memang banyak,namun sangat langka seperti Prof.Hembing yang begitu berjasa dan member keteladanan.”
Prof. Kong YuanZhi,Guru Besar Peking University.
“Prof,Hembing adalah tokon dunia yang telah ditokohkan dalam –Encyclopedia of Overseas Chinese terbitan Peking University,”
Peking University 2000.
1.Memulihkan konsentrasi dan daya pikir
-30 gram pegagan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc.kemudian airnya diminum hangat-hangat.
-konsumsikan kacang kedelai,tiram,telur ikan ,tahu tempe,dll.
Mengatasi susah tidur karena narkotik dan obat-obatan
-satu buah pisang (dikupas kulitnya dan dipotong-potong) +satu sendok makan havermuth + satu sendok makan madu + 200 cc susu segar direbus hingga mendidih lalu dimakan hangat-hangat.(resep lain dari hembing sementara dlm pengetikan, referensi "Prof.Hembing - no 3 di dunia no 1 di Asia"
waktu waktu organ tubuh sedang aktif> Camkanlah...
HATI (Jam 01.00 – 03.00) – Jam piket organ hati kuat
Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.
PARU-PARU (Jam 03.00 – 05.00) – Jam piket organ
Paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat, menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.
USUS BESAR (Jam 05.00 – 07.00) – Jam piket organ usus
Kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.
LAMBUNG (Jam 07.00 – 09.00) – Jam piket organ lambung
Sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.
LIMPA (Jam 09.00 – 11.00) – Jam piket organ limpa
Kuat dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani.
JANTUNG (Jam 11.00 – 13.00) – Jam piket organ jantung
Kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah.
HATI (Jam 13.00 – 15.00) – Jam piket organ hati
Lemah. Bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat, maka tubuh, kuat untuk menangkal semua penyakit.
PARU-PARU (Jam 15.00 – 17.00) – Jam piket organ
Paru-paru lemah, diperlukan istirahat tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.
GINJAL Jam (17.00 – 19.00) – Jam piket organ ginjal
Kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.
LAMBUNG Jam (19.00 – 21.00) – Jam piket organ lambung
Lemah, sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah selesai makan.
LIMPA (Jam 21.00 – 23.00) – Jam piket organ limpa
Lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa untuk meningkatkan imunitas.
JANTUNG (Jam 23.00 – 01.00) – Jam piket organ jantung
Lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.
Prof.K.H.Ali Yafie,Ketua Umum Mui(Majelis Ulama Indonesia ).
“Prof.Hembing,tak ragu lagi,adalah salah satu dari sedikit orang yang berhasil mengembangkan suatu bentuk ndakwah alternative”hidup sehat cara Henbing “didukung efektifitas layar kaca,dakwah alternatif seperti ini mampu menampilkan islam holistic yang jauh lebih luas dari pada sekedar ibadah “
Prof.Dr.Azyumardi Azra, M,A.,Rektor IAIN Syarif Hidayatullah
“Prof.Hembing memberikan kekuatan dan keteladanan yang tidak ada batas Negara maupun agama.”
Prof.Dr.Kim Chur, Guru Besar Wongkwang University,republic of Korea.
“Prof,Hembing adalah tokoh internasional yang sangat dikenal dan dikagumi”
Stephen J,Woodhouse,Kepala perwakilan UNICEF untuk Indonesia dan Malaysia
“dikolong langit ini tokoh yang piawai memang banyak,namun sangat langka seperti Prof.Hembing yang begitu berjasa dan member keteladanan.”
Prof. Kong YuanZhi,Guru Besar Peking University.
“Prof,Hembing adalah tokon dunia yang telah ditokohkan dalam –Encyclopedia of Overseas Chinese terbitan Peking University,”
Peking University 2000.
1.Memulihkan konsentrasi dan daya pikir
-30 gram pegagan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc.kemudian airnya diminum hangat-hangat.
-konsumsikan kacang kedelai,tiram,telur ikan ,tahu tempe,dll.
Mengatasi susah tidur karena narkotik dan obat-obatan
-satu buah pisang (dikupas kulitnya dan dipotong-potong) +satu sendok makan havermuth + satu sendok makan madu + 200 cc susu segar direbus hingga mendidih lalu dimakan hangat-hangat.(resep lain dari hembing sementara dlm pengetikan, referensi "Prof.Hembing - no 3 di dunia no 1 di Asia"
waktu waktu organ tubuh sedang aktif> Camkanlah...
HATI (Jam 01.00 – 03.00) – Jam piket organ hati kuat
Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.
PARU-PARU (Jam 03.00 – 05.00) – Jam piket organ
Paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat, menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.
USUS BESAR (Jam 05.00 – 07.00) – Jam piket organ usus
Kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.
LAMBUNG (Jam 07.00 – 09.00) – Jam piket organ lambung
Sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.
LIMPA (Jam 09.00 – 11.00) – Jam piket organ limpa
Kuat dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani.
JANTUNG (Jam 11.00 – 13.00) – Jam piket organ jantung
Kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah.
HATI (Jam 13.00 – 15.00) – Jam piket organ hati
Lemah. Bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat, maka tubuh, kuat untuk menangkal semua penyakit.
PARU-PARU (Jam 15.00 – 17.00) – Jam piket organ
Paru-paru lemah, diperlukan istirahat tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.
GINJAL Jam (17.00 – 19.00) – Jam piket organ ginjal
Kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.
LAMBUNG Jam (19.00 – 21.00) – Jam piket organ lambung
Lemah, sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah selesai makan.
LIMPA (Jam 21.00 – 23.00) – Jam piket organ limpa
Lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa untuk meningkatkan imunitas.
JANTUNG (Jam 23.00 – 01.00) – Jam piket organ jantung
Lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
04.31
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 24 April 2011
*Celoteh--
Celoteh 1
Sunyiku pada pena, sebingkai meja berwarna coklat kelu dan berdebu seakan lautan kata yang beku dalam dingin suhu. Sepucuk kertas membentuk perahu,
Celoteh 2
di layarku terumbu mu, Aku kemudi gigil, menggores gelisah: Aku cinta padamu...
Celoteh 3
Termakanlah dengan bujukku tuk menyimpang dari sebenarnya di hatimu,
katakanlah bahwa kau sangat membenciku..,
kaulah medan semantic itu…sayang, yang kuadopsi tuk menemukan diriku dalam segalagala, apakah aku telah menjadi struktur dengan membuatmu sebagai logika baru dalam semangatku…? Tidak…!!, kita adalah narasi mantra yang setiap saat bisa saling sihir….menjadi sesuatu yang kita sukai….lucu ya..?
(61...,jangan tumpahkan hidangan karena semantik, sayang...)
Celoteh 4
Secuil kisah itu hanyut di sudut mata kita, lambaiannya mengingatkan riak-riak yang membuncah menuju muara….,tak ada apapun jika kau......: tak menunggunya
Celoteh 5
Tanpa ragu, hujan itu meninggalkan habitat dirinya dari surga, ia melayang dan jatuh ke hatimu tanpa m-britau identitasnya.....
Celoteh 6
Hujan ini bening suaranya sayang....,tapi ia tetap tak sempurna...ia hujan hanya menyeyakkan tidurmu dan di esoknya...buatmu mencaricari sesuatu..mungkin tentang mimpimu tadi malam...
Celoteh 7
Runtuhkan saja sunyimu ke sungai, semoga riaknya, mengantar pada pantai yg tepat.
Celoteh 8
Ketika malam tak menjanjikan apaapa, aku menuliskan saja namamu pada kaca yg berembun itu
.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
02.26
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Jumat, 22 April 2011
*Sepi Sapa--
Sepi siapa melesatkan panah, sebuah jantung tertembus, tetestetes darah menahan laju detak jam,
Uh…3,4,5 nganga ditubuh, semakin banyak rahasia tertangkap …..:juga tentang sebuah jalan setapak, tempat sepi itu berkeliling-keling, (abadi)“mana ujungnya…?”,
kau harus pulang sayang …, dengan kejut yang kau bawa serta,
tentu pada kejut anak panah yang kesekian kali…, Sepi siapa?, atau :kita…?
---------------------------------------------------------------------------
---hujan ini bening suaranya sayang....,tapi ia tetap tak sempurna...ia hujan hanya menyeyakkan tidurmu dan di esoknya...buatmu mencaricari sesuatu..mungkin tentang mimpimu tadi malam.....
------------------------------------------
Aku menjelajahi saja tema-tema, sapa tau ada diantara kata tersebut yang dapat kurangkai sebagai kerajinan tangan, “… sekumpulan pandangan hidup yang khas menurut nilai estetika, dan kau mengenalku karena ini...
------------------------------------------------
Senja yang sempurna jika kau berani mengintipnya dari celah ventilasi kamar,
sebuah jebak, sekaligus gairah....tak siapapun tahu telah ke-sergap
----------------------------------------------------
lampu di kamar mandi menerangi dan sabun. melicin,
ya..sebuah kata yg lahir begitu saja (lepas dan merdeka)
aq mengembara..mengeja tiapbaitnya, kalau kalau terselip di kalimat itu,
"tapi, ini tetaplah kamar mandi?", kataku ragu...
------------------
*Aku Genangan di tatapmu---
Sebuah genangan gerimis”, kau tebak,
padahal telah ombak yang mengajak bermain, bernyanyi juga tenggelam..,
sore tadi di genangan itu, dalam sekejap saja senja telah pula tenggelam
degupnya meriakkan air menumbuhkan ganggang beruas-ruas,
serasa aku terpaku di tatapmu.
----------------------------
Nyanyi di kamar mandi menjelmakan taman,
syahdunya mencipta jalan setapak ...
melantunkan setapak jejak indah ,kukira itu kenangan....,
masih di kamar mandi dan berfikir tuk ---------berbuat yg lain.
Uh…3,4,5 nganga ditubuh, semakin banyak rahasia tertangkap …..:juga tentang sebuah jalan setapak, tempat sepi itu berkeliling-keling, (abadi)“mana ujungnya…?”,
kau harus pulang sayang …, dengan kejut yang kau bawa serta,
tentu pada kejut anak panah yang kesekian kali…, Sepi siapa?, atau :kita…?
---------------------------------------------------------------------------
---hujan ini bening suaranya sayang....,tapi ia tetap tak sempurna...ia hujan hanya menyeyakkan tidurmu dan di esoknya...buatmu mencaricari sesuatu..mungkin tentang mimpimu tadi malam.....
------------------------------------------
Aku menjelajahi saja tema-tema, sapa tau ada diantara kata tersebut yang dapat kurangkai sebagai kerajinan tangan, “… sekumpulan pandangan hidup yang khas menurut nilai estetika, dan kau mengenalku karena ini...
------------------------------------------------
Senja yang sempurna jika kau berani mengintipnya dari celah ventilasi kamar,
sebuah jebak, sekaligus gairah....tak siapapun tahu telah ke-sergap
----------------------------------------------------
lampu di kamar mandi menerangi dan sabun. melicin,
ya..sebuah kata yg lahir begitu saja (lepas dan merdeka)
aq mengembara..mengeja tiapbaitnya, kalau kalau terselip di kalimat itu,
"tapi, ini tetaplah kamar mandi?", kataku ragu...
------------------
*Aku Genangan di tatapmu---
Sebuah genangan gerimis”, kau tebak,
padahal telah ombak yang mengajak bermain, bernyanyi juga tenggelam..,
sore tadi di genangan itu, dalam sekejap saja senja telah pula tenggelam
degupnya meriakkan air menumbuhkan ganggang beruas-ruas,
serasa aku terpaku di tatapmu.
----------------------------
Nyanyi di kamar mandi menjelmakan taman,
syahdunya mencipta jalan setapak ...
melantunkan setapak jejak indah ,kukira itu kenangan....,
masih di kamar mandi dan berfikir tuk ---------berbuat yg lain.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
20.38
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Senin, 18 April 2011
*Masih di Punggungmu--
Masih di Punggungmu…dan aku tak peduli lagi apapun-----
serupa tebing sutra punggunggungmu kuusap hingga kepuncak.
tapi bukan hanya itu ..tahi lalat di tegas putih kulitmu berpendar
menjelma bunga ilalang…,
uh.. aku jemput yang beterbangan sayang.., ketika sore itu,
tak ada lagi jarak antara tatapku di tahi lalatmu,“Itu sihir…!?” ,
tapi aku rela menua setelah itu…abadiiii…
*Lukisan Mu…----
kelak, gerimis pagi tetaplah pelangi sore,
meski tak berucap lama…sungguh kau telah sempurna ku hadirkan
sebagai kata… syair..Eee puisi….atau bukan sebagai apapun.
*Menyebutmu Berkalikali---
Pada jendela inikah gelisah…,
atau malam-malam runtuh, mengapung…. gelisah,
aq Lenguh dik, pun meneguk kesedihan di Perahu yang kuberi nama sama dengan namamu.
Adakah jemarimu masih menggulung rindu, (sebab) pun di ujung tanjungini,
jantungku tetap melantun ombak menyebutmu berkali-kali…..
*Takjub----
Biar saja ia melekat…
Pada sesuatu yang tersirap kekanvas jiwa,
serasa tiba-tiba mengenakan kepakkepak senja
mengulum senyum yang rahim
Tapi mengapa ?,
kulihat ada yang menunggu hidup dan mati….deras indahmu sekali ini,
ia pulang ke segala samudera, sebuah pemandangan
di ujung tanjung ia cari,untuk dilukisnya sebagai takjub, (ini berlebihan )
Sekali lagi, ketika embun turun membekukannya ia tetap
bersimpuh dalam lukisan tersebut.
serupa tebing sutra punggunggungmu kuusap hingga kepuncak.
tapi bukan hanya itu ..tahi lalat di tegas putih kulitmu berpendar
menjelma bunga ilalang…,
uh.. aku jemput yang beterbangan sayang.., ketika sore itu,
tak ada lagi jarak antara tatapku di tahi lalatmu,“Itu sihir…!?” ,
tapi aku rela menua setelah itu…abadiiii…
*Lukisan Mu…----
kelak, gerimis pagi tetaplah pelangi sore,
meski tak berucap lama…sungguh kau telah sempurna ku hadirkan
sebagai kata… syair..Eee puisi….atau bukan sebagai apapun.
*Menyebutmu Berkalikali---
Pada jendela inikah gelisah…,
atau malam-malam runtuh, mengapung…. gelisah,
aq Lenguh dik, pun meneguk kesedihan di Perahu yang kuberi nama sama dengan namamu.
Adakah jemarimu masih menggulung rindu, (sebab) pun di ujung tanjungini,
jantungku tetap melantun ombak menyebutmu berkali-kali…..
*Takjub----
Biar saja ia melekat…
Pada sesuatu yang tersirap kekanvas jiwa,
serasa tiba-tiba mengenakan kepakkepak senja
mengulum senyum yang rahim
Tapi mengapa ?,
kulihat ada yang menunggu hidup dan mati….deras indahmu sekali ini,
ia pulang ke segala samudera, sebuah pemandangan
di ujung tanjung ia cari,untuk dilukisnya sebagai takjub, (ini berlebihan )
Sekali lagi, ketika embun turun membekukannya ia tetap
bersimpuh dalam lukisan tersebut.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
06.24
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 10 April 2011
*Apresiasi Catatan.__
Menangkap gelisah---
sore tadi, ia tertangkap dengan sudut mata, tapi indah itu, tanpa huruf-kata…,
tanpa apapun tertulis , demi Tuhan …ini bukan gugup,
dan sore menjelma malam, genangan tinta ini,
terbentuk seperti teluk melayarkan katakata ke samudera peluk- dingin memang…..
gemeretak pena ini menuliskan gelisahnya, “maaf, jika menyimpanmu ……”
--------------------------------Kaimuddin. Mbck.---Maros 25 Feb 2011.
------------------------------------------------------------------Apresiasi Puisi :
Dalam “Menangkap gelisah ”, adalah sebuah mimesis di sore itu, tentang ke-takjub-an pada sebuah rasa yang hinggap dimatanya, tapi…kenapa tak mampu menulis apapun,”tanpa huruf dan kata”, ia ingin menyampaikan bahwa sesuatu yg “ditangkap”, sebagai keindahan juga memungkinkan tersimpan sebagai gelisah meskipun melihatnya hanya dgn sudut mata.
Sesuatu yang tertangkap itu tidaklah lumrah menjadi huruf..kata ….atau apapun yang mesti harus tertulis, mungkin juga kata “tertangkap” itu sudah mewakili/tidak perlu dinyatakan dalam kata yang berbunga-bunga, atau disertai janji-janji muluk.
“demi Tuhan …ini bukan gugup”, disinilah letak problematikannya karena yang melihat dan dilihat keduannya telah sama-sama milik orang lain (mungkin..?) tapi ia juga sadar bahwa suka yang melahirkan cinta hingga Ke-sejati-an kadang bersifat misterius, esensial peristiwa menjadi lemah>terwakili dengan teks,
” terbentuk seperti teluk melayarkan katakata ke samudera peluk”, > tapi..sebuah “kesan”, yang sesungguhnya hidup …, tetaplah peristiwa yang harus tertulis meskipun dgn huruf yang gemetar atau untuk diri sendiri, sebagai bagian dari kegelisahan jika menyukai, maka ia hanya mampu menyimpannya saja, pula dengan kata maaf.
Obyek yang tertangkap dari sudut mata …apakah ia menyukai pula atau tidak… segalannya adalah gelisah yang harus tertinggal…juga harus tersimpan…dengan baik. ------------------------------------------------------------*Ulasan,“sihantutampan“.
sore tadi, ia tertangkap dengan sudut mata, tapi indah itu, tanpa huruf-kata…,
tanpa apapun tertulis , demi Tuhan …ini bukan gugup,
dan sore menjelma malam, genangan tinta ini,
terbentuk seperti teluk melayarkan katakata ke samudera peluk- dingin memang…..
gemeretak pena ini menuliskan gelisahnya, “maaf, jika menyimpanmu ……”
--------------------------------Kaimuddin. Mbck.---Maros 25 Feb 2011.
------------------------------------------------------------------Apresiasi Puisi :
Dalam “Menangkap gelisah ”, adalah sebuah mimesis di sore itu, tentang ke-takjub-an pada sebuah rasa yang hinggap dimatanya, tapi…kenapa tak mampu menulis apapun,”tanpa huruf dan kata”, ia ingin menyampaikan bahwa sesuatu yg “ditangkap”, sebagai keindahan juga memungkinkan tersimpan sebagai gelisah meskipun melihatnya hanya dgn sudut mata.
Sesuatu yang tertangkap itu tidaklah lumrah menjadi huruf..kata ….atau apapun yang mesti harus tertulis, mungkin juga kata “tertangkap” itu sudah mewakili/tidak perlu dinyatakan dalam kata yang berbunga-bunga, atau disertai janji-janji muluk.
“demi Tuhan …ini bukan gugup”, disinilah letak problematikannya karena yang melihat dan dilihat keduannya telah sama-sama milik orang lain (mungkin..?) tapi ia juga sadar bahwa suka yang melahirkan cinta hingga Ke-sejati-an kadang bersifat misterius, esensial peristiwa menjadi lemah>terwakili dengan teks,
” terbentuk seperti teluk melayarkan katakata ke samudera peluk”, > tapi..sebuah “kesan”, yang sesungguhnya hidup …, tetaplah peristiwa yang harus tertulis meskipun dgn huruf yang gemetar atau untuk diri sendiri, sebagai bagian dari kegelisahan jika menyukai, maka ia hanya mampu menyimpannya saja, pula dengan kata maaf.
Obyek yang tertangkap dari sudut mata …apakah ia menyukai pula atau tidak… segalannya adalah gelisah yang harus tertinggal…juga harus tersimpan…dengan baik. ------------------------------------------------------------*Ulasan,“sihantutampan“.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
00.28
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sabtu, 09 April 2011
*Jendela dari Kata_
*Seluruhmu telah Gerimis--
Kemudi ini gila sayang…ia terjemah rindu dalam lipat doa laksana surat terkirim tak beralamat, ketika itulah kau kata yang bermula dari gerimis ..dan tumpah menyergap seluruhmu, tak tersisa…. segalamu telah basah, “sebuah genangan gerimis”, kau tebak, padahal aku ......
Dari lipatan doa menjadi ....kata, menjadi .....gerimis, aku pantai dengan ombak tempatmu berlabuh
Sebelumku jangan Berhujan-hujan---
Tetes hujan melambai di kaca jendela, ia mencari alamat hatimu. Ia tak menemukan apapun selain sesuatu yang istimewa tentang dirimu, ketika sederas hujan membasuh seluruh pakaian dan tubuhmu, sebegitu pula aku terhanyut di lekukmu, setiap tetesku mendekapmu,
Uuh..aku benci menyamar hujan, jika ini ....sesaat
Jendela dari Kata-----
Tak ada lagi tempat bertemu tuk mengeluh dan mendesah, sebelum pasti tempatmu duduk, sayang…aq huruf dalam teropong, yang menulismu secara acak, melimpahkan jejak basah
Huruf itu membentuk kata, lalu ….mereka-reka kalaukalau kau berangin-angin dekat jendela,
bilangnya, “aku desau kata mengiring skenario yang telah rampung untukmu,
........itu jika kau mengangguk sayang…”.
Kemudi ini gila sayang…ia terjemah rindu dalam lipat doa laksana surat terkirim tak beralamat, ketika itulah kau kata yang bermula dari gerimis ..dan tumpah menyergap seluruhmu, tak tersisa…. segalamu telah basah, “sebuah genangan gerimis”, kau tebak, padahal aku ......
Dari lipatan doa menjadi ....kata, menjadi .....gerimis, aku pantai dengan ombak tempatmu berlabuh
Sebelumku jangan Berhujan-hujan---
Tetes hujan melambai di kaca jendela, ia mencari alamat hatimu. Ia tak menemukan apapun selain sesuatu yang istimewa tentang dirimu, ketika sederas hujan membasuh seluruh pakaian dan tubuhmu, sebegitu pula aku terhanyut di lekukmu, setiap tetesku mendekapmu,
Uuh..aku benci menyamar hujan, jika ini ....sesaat
Jendela dari Kata-----
Tak ada lagi tempat bertemu tuk mengeluh dan mendesah, sebelum pasti tempatmu duduk, sayang…aq huruf dalam teropong, yang menulismu secara acak, melimpahkan jejak basah
Huruf itu membentuk kata, lalu ….mereka-reka kalaukalau kau berangin-angin dekat jendela,
bilangnya, “aku desau kata mengiring skenario yang telah rampung untukmu,
........itu jika kau mengangguk sayang…”.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
01.41
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Rabu, 06 April 2011
*Embun-------
Ledak Embun--
Sebelum pagi dengan segala lembab, ketika mahluk masih tertidur dan suara2 malam hamper terhenti …Embun menggoyang goyangkan daun, seperti terpaksa membesar..meruang….
Lalu ledak …..dingin nya berhamburan kemana, tak terkejar. …,
sekarang musim salju ya..?
Embun---
Aku embun pagi yang menarikmu dari mimpi,
mengajakmu pada alam rahasia
Lihatlah disekitar mu, mimpi dan rahasia
selalu kering, tak terbaca
Meski aku embun, tak lagi mimpi, tak lagi rahasia jika hari terang,
tapi kau cemburu padaku, Ketika gerimis pagi tiba dan..... bersamanya aku meluncur
ditekuk daun pandan tanpa ada yg merasa memimpin dan terpimpin
tubuhku embun....yg mengajakmu pada alam rahasia
*Kaimuddin Mbck--Maros.17 Ags 2007.
Sebelum pagi dengan segala lembab, ketika mahluk masih tertidur dan suara2 malam hamper terhenti …Embun menggoyang goyangkan daun, seperti terpaksa membesar..meruang….
Lalu ledak …..dingin nya berhamburan kemana, tak terkejar. …,
sekarang musim salju ya..?
Embun---
Aku embun pagi yang menarikmu dari mimpi,
mengajakmu pada alam rahasia
Lihatlah disekitar mu, mimpi dan rahasia
selalu kering, tak terbaca
Meski aku embun, tak lagi mimpi, tak lagi rahasia jika hari terang,
tapi kau cemburu padaku, Ketika gerimis pagi tiba dan..... bersamanya aku meluncur
ditekuk daun pandan tanpa ada yg merasa memimpin dan terpimpin
tubuhku embun....yg mengajakmu pada alam rahasia
*Kaimuddin Mbck--Maros.17 Ags 2007.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
15.54
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Selasa, 05 April 2011
si Hantu Tampan__
Sembarangan aja aq ngomongin disini, mesipun kuingin ia tetap variatif serupa panorama alam yg qt miliki, liat aja kebaanyakan qt mulai berbondong-bondong melakukan urbanisasi ke dimensi universal dalam re-karya teks. Mereka pergi meninggalkan lumbung-lumbung ide yang selalu setia menyimpan kekayaan estetis tersendiri. Matilah dimensi local yang menjadi kekuatan variatif/warna/i, matilah pula seorang penyair.., Huahaha...ha..ha...a (Yang terjadi kemudian adalah keseragaman yang menjemukan)
Bikin miqi teks jangMi liatki kenyataan sebagai kenyataan tersebut,(bingungki..?), kenyataan yg qt liat tdk di beri makna sebagai mana umumnya org memberi ma'na. sebab ada sudut pandang yg berbeda.(masih bingun ki' ?)haha..ha..Zaya pusing tong apa kubilang ini...
Yg slalu kita kaatakan itukan ya.. “kebenaran “, melalui “pembenaran-pemebnaaran “,yang terjadi secara individual. Tak ada satupun prosedur yg memungkinkannya menjadi kebenarana missal atau kolektif.
dan knapa mesti sembarang mengatakan >Bahasa ibu tidak memadai lagi untuk mengakomodasi simbol2 mutakhir yang kini bahkan telah melakukan persenyawaan dengan bahasa-bahasa visual.(tapi...tetep ki' pakeki bahasa ibu..tak banyak atoo ta' sedikit, kalo tidak hilang identitaski' itu cess......
Besok-besok kalo matiika...dan kata-kataq itu hidup, dan kau hanya menemukan makna dari teks tersebut;, EEeee.....tetapka itu hidup di hatimu cess..haha..ha..(kalo tak se7ki'...kuanggapki pelit...)dst....nantilah disambung ya...sayang...maaf ka kodong kalo salahka....sebab disini yg ada hanya sayangji..selaalu...
_________________________________ ______________ ___
*Bentukmu Abadi----
mendekati cekik yg sudah demikian malam dan dingin, seseorangpun tak ada yg menyela untuk berkata, “aku hidup”, kecuali….., ia yg menyelesaikan sebuah wajah, seorang diri.
jauh jarak hingga pagi, tak ada bunyi juga rindu, tapi malam tak sederhana ketika sebentar pagi wajahmu harus penuh kubuat.
Dinginmu Menancap Padaku-----
Aku sudahi saja…, sebab tidak ada lagi peristiwa yang lebih romantic dari sebelumnya, memulai awal adalah sesuatu yang belum pasti sayaaang…
yang pernah bertamu di wajahmu, mengetahui warna-warni air mata dan segala hasratmu...itulah kenapa, menyatu dalam..... hidup dan gelisahmu
andaikan cinta yang kukandung ini, menjelma jadi macan...aq tetap memanjakanmu saaaayyaaaaannnnnG, haha..ha...
tuk ngerti ke-tergesagesa-an kita, gimana kalo di ulangi -cinta pertama itu, tak peduli harus kesasar atau kita saling mencari.., haha..ha..ha...
Kau melihatku hidup ya..,dalam mimpi itu?, padahal aku hantu yg bermain di tidurmu, saat itu jangan coba tersadar, jika kau ingin aq tetap sebagai pengacau yang indah...haha..ha.haa...
karena angin pagi ini > Aku ingat kembali bulu matamu yang lentik dan kembali ingin sekali meniupnya, ahh.. aku bayangkan saja telah menemuimu dan melakukannya lagi..
perempuan malam bermunculan kukira ada 4.... kejut q bukan main, ternyata ada 5, sebagai aq diantarannya..
Aku Lonte, mengetuk pintumu dan... "Aku memutuskan untuk sebuah perpisahan yg indah dan jangan pernah ragukan ini......
dibawah pohon inilah sering kali kau kulahirkan...lengkap dengan udara malam (sering masuk angin), kopi yg cepat dingin dan seteguk kasih sayang.
sederhana(Nya), aku hanya ingin tetap ada. meski bukan dengan cinta...(addah...kukopipuisinya...)
sorot matamu telah cukup tuk kusejuk, meskipun belum cukup terbakar dalam api tatapanmu, kau sebut aq gila..!!?, kau yg m-buatku giiilaaa…
membuatmu tertawa tuh...sudah cukup/ serupa telah memeroleh perhatianmu..haha..ha..ha.., halo...bayangkan kepalaku dituker dgn kepala gajah...haha..ha..ha...uh.belalaiiikuu..panjang........
tersesat setelah sore tadi, seperti rindu hujan malam ini, terhempas.... lurus dan jauh, tik-tik-tik hujan enggan pulang...mungkin malam ini ia luka. (peristiwamu Bro
This march is mine, although with this course I'm willing to die., and you will medapati death flowering smile ...
Semoga… setiap detik adalah takdir yg ta’ terkira , jika demikian maka aq kan menangis sejadinya-jadinya….
Bikin miqi teks jangMi liatki kenyataan sebagai kenyataan tersebut,(bingungki..?), kenyataan yg qt liat tdk di beri makna sebagai mana umumnya org memberi ma'na. sebab ada sudut pandang yg berbeda.(masih bingun ki' ?)haha..ha..Zaya pusing tong apa kubilang ini...
Yg slalu kita kaatakan itukan ya.. “kebenaran “, melalui “pembenaran-pemebnaaran “,yang terjadi secara individual. Tak ada satupun prosedur yg memungkinkannya menjadi kebenarana missal atau kolektif.
dan knapa mesti sembarang mengatakan >Bahasa ibu tidak memadai lagi untuk mengakomodasi simbol2 mutakhir yang kini bahkan telah melakukan persenyawaan dengan bahasa-bahasa visual.(tapi...tetep ki' pakeki bahasa ibu..tak banyak atoo ta' sedikit, kalo tidak hilang identitaski' itu cess......
Besok-besok kalo matiika...dan kata-kataq itu hidup, dan kau hanya menemukan makna dari teks tersebut;, EEeee.....tetapka itu hidup di hatimu cess..haha..ha..(kalo tak se7ki'...kuanggapki pelit...)dst....nantilah disambung ya...sayang...maaf ka kodong kalo salahka....sebab disini yg ada hanya sayangji..selaalu...
_________________________________ ______________ ___
*Bentukmu Abadi----
mendekati cekik yg sudah demikian malam dan dingin, seseorangpun tak ada yg menyela untuk berkata, “aku hidup”, kecuali….., ia yg menyelesaikan sebuah wajah, seorang diri.
jauh jarak hingga pagi, tak ada bunyi juga rindu, tapi malam tak sederhana ketika sebentar pagi wajahmu harus penuh kubuat.
Dinginmu Menancap Padaku-----
Aku sudahi saja…, sebab tidak ada lagi peristiwa yang lebih romantic dari sebelumnya, memulai awal adalah sesuatu yang belum pasti sayaaang…
yang pernah bertamu di wajahmu, mengetahui warna-warni air mata dan segala hasratmu...itulah kenapa, menyatu dalam..... hidup dan gelisahmu
andaikan cinta yang kukandung ini, menjelma jadi macan...aq tetap memanjakanmu saaaayyaaaaannnnnG, haha..ha...
tuk ngerti ke-tergesagesa-an kita, gimana kalo di ulangi -cinta pertama itu, tak peduli harus kesasar atau kita saling mencari.., haha..ha..ha...
Kau melihatku hidup ya..,dalam mimpi itu?, padahal aku hantu yg bermain di tidurmu, saat itu jangan coba tersadar, jika kau ingin aq tetap sebagai pengacau yang indah...haha..ha.haa...
karena angin pagi ini > Aku ingat kembali bulu matamu yang lentik dan kembali ingin sekali meniupnya, ahh.. aku bayangkan saja telah menemuimu dan melakukannya lagi..
perempuan malam bermunculan kukira ada 4.... kejut q bukan main, ternyata ada 5, sebagai aq diantarannya..
Aku Lonte, mengetuk pintumu dan... "Aku memutuskan untuk sebuah perpisahan yg indah dan jangan pernah ragukan ini......
dibawah pohon inilah sering kali kau kulahirkan...lengkap dengan udara malam (sering masuk angin), kopi yg cepat dingin dan seteguk kasih sayang.
sederhana(Nya), aku hanya ingin tetap ada. meski bukan dengan cinta...(addah...kukopipuisinya...)
sorot matamu telah cukup tuk kusejuk, meskipun belum cukup terbakar dalam api tatapanmu, kau sebut aq gila..!!?, kau yg m-buatku giiilaaa…
membuatmu tertawa tuh...sudah cukup/ serupa telah memeroleh perhatianmu..haha..ha..ha.., halo...bayangkan kepalaku dituker dgn kepala gajah...haha..ha..ha...uh.belalaiiikuu..panjang........
tersesat setelah sore tadi, seperti rindu hujan malam ini, terhempas.... lurus dan jauh, tik-tik-tik hujan enggan pulang...mungkin malam ini ia luka. (peristiwamu Bro
This march is mine, although with this course I'm willing to die., and you will medapati death flowering smile ...
Semoga… setiap detik adalah takdir yg ta’ terkira , jika demikian maka aq kan menangis sejadinya-jadinya….
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
18.38
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
*Santai Miqi.....
BUKAN PretensiAksiomaatauIdeologi. Anuji….Ee..berhentilah merasa diri jujur.
katakana saja dengan apa adanya, kukira refleksi tersebut sebagaimana udara melahirkan embun, atau air mengamplas kehalusaan batu, jika teks itu polos dan tulus…juga tak menjadi salah, sama ketika kita mengatakan sesuatu yang juga memang harus ada misalnya…tahi.., comberan,..bajingan , lonte…bangsat terkutuk, dll, segalanya adalah teks bahkan puisi,> kukira kau ingin mengataiku asal...atoo primitive…”tak apalah”..hehe..he..,(sampekanmi dgn tulus...apaadanya...seperti perasaanmu).
Bahwa kita bisa saja mencinta dunia, tapi dunia terlalu cantik untuk kita, susahnya deE…, jadi..bikin miqi saja teks/kata-kata biasa (jangmiqi anggapki puisi) dekatimi yang kau cintai itu dgn teks apa adanya sebab tidak mencintai seperti ki itu dalam penjara, jadi bebaskan dirita dengan katakata apa saja, mungkin itu adalah hiburan spiritual, atoo disitu ada ma’na yg dalam,..atoo dgn itu bisa bikin dia tersenyummm..haha..ha…Heba’ mi iTuuu cesss..
*Teriaknya--
dengan semua suara ……, ia heningkan seluruh jagad,
teriaknya lembab seperti bunga violet yg dihanyutkan disungai deras
teriaknya adalah layar..melintasi huluhulu.., sesekali ia jatuh dari curam air terjun.
Uh..!,ia tak bisa mendengar apapun…selain teriakannya sendiri…
detik-detik akhir itu, teriaknya mengambang di udara, menebar benih -benih rindu di sepanjang tanah tanah sungai,
teriak itu kini tanpa keheningan tanpa kelembaban tanpa warna-I, ia tertelungkup di musim dingin dengan kencana beku seorang diri…,
............................... ah.., tapi kematian sebelumnya telah ia lewati…
*Menjaga Bersama---
Keping hari yang dikerat matahari ketika kita saling asing… terkungkung dan menghianat,
maret ini resah sayang….,Kita be-baikan ya….,
biar aku mulai dengan menyuguhkanmu teh
membuatkanmu nasi goreng pedas kesukaanmu,tapi kau bilang “keasinan bang”,
senja bentar semua perih kita tanam di ladang
lalu duduk bersama menunggunya…, menjaganya…..tumbuh berhelai helai
(itu wajah kita ya..?)------
*Bentukmu Abadi----
mendekati cekik yg sudah demikian malam dan dingin, seseorangpun tak ada yg menyela untuk berkata, “aku hidup”, kecuali….., ia yg menyelesaikan sebuah wajah, seorang diri.
*Jerit Panjang---
Dialah pangkal tenggorokan yg sampai padamu, ketika kau meragukan sebuah sayang yg di titipnya lewat angin.
*Suara Itu----
Suara-suara menyeruak dari tempat dalam, berlumut dan tumbuh….
asanya melintasi ladang-ladang, bahkan menembus celah batang kayu dan batu,
masih suara itu ,tapi rambutmu telah ia simpul
dan masih suara itu tapi tubuhmu telah diselimutinya.
*Tak Apapun Selain..-----
telah (amat) banyak yang dikatakannya, bersamaan air matanya yg bisa mengalir kapan saja, bahkan alirnya lebih lama lebih dari segala kesangsian di kolong langit ini,
ketika semua tanpa peduli.
Ada apa …?,
”sebuah jerit panjang, sebab sesuatu mendorong sangat kuat.., juga jinak”.
mengapa ….?
” kehilangan gairah jiwa dan ….ini abadi bersamaku “
lantas….?
"aq tak ingin apa-apa lagi selain u/ dilahirkan dengan kasih, ya..dan tak
ingin apapun.... selain ini…!".
*Jendelamu---
mengendap kedekat jendelamu,
ku kira itu….. telaga tempat mu melepas lelah
atau terjaga dan tetap hangat,
Merangkak kedekat jendelamu, adalah…..
senandung dan bait puisi memunguti remah-remah nyala hayati
Mengintip kelubang jendelamu, bulan matahari tak lebih baik dari aku…………
katakana saja dengan apa adanya, kukira refleksi tersebut sebagaimana udara melahirkan embun, atau air mengamplas kehalusaan batu, jika teks itu polos dan tulus…juga tak menjadi salah, sama ketika kita mengatakan sesuatu yang juga memang harus ada misalnya…tahi.., comberan,..bajingan , lonte…bangsat terkutuk, dll, segalanya adalah teks bahkan puisi,> kukira kau ingin mengataiku asal...atoo primitive…”tak apalah”..hehe..he..,(sampekanmi dgn tulus...apaadanya...seperti perasaanmu).
Bahwa kita bisa saja mencinta dunia, tapi dunia terlalu cantik untuk kita, susahnya deE…, jadi..bikin miqi saja teks/kata-kata biasa (jangmiqi anggapki puisi) dekatimi yang kau cintai itu dgn teks apa adanya sebab tidak mencintai seperti ki itu dalam penjara, jadi bebaskan dirita dengan katakata apa saja, mungkin itu adalah hiburan spiritual, atoo disitu ada ma’na yg dalam,..atoo dgn itu bisa bikin dia tersenyummm..haha..ha…Heba’ mi iTuuu cesss..
*Teriaknya--
dengan semua suara ……, ia heningkan seluruh jagad,
teriaknya lembab seperti bunga violet yg dihanyutkan disungai deras
teriaknya adalah layar..melintasi huluhulu.., sesekali ia jatuh dari curam air terjun.
Uh..!,ia tak bisa mendengar apapun…selain teriakannya sendiri…
detik-detik akhir itu, teriaknya mengambang di udara, menebar benih -benih rindu di sepanjang tanah tanah sungai,
teriak itu kini tanpa keheningan tanpa kelembaban tanpa warna-I, ia tertelungkup di musim dingin dengan kencana beku seorang diri…,
............................... ah.., tapi kematian sebelumnya telah ia lewati…
*Menjaga Bersama---
Keping hari yang dikerat matahari ketika kita saling asing… terkungkung dan menghianat,
maret ini resah sayang….,Kita be-baikan ya….,
biar aku mulai dengan menyuguhkanmu teh
membuatkanmu nasi goreng pedas kesukaanmu,tapi kau bilang “keasinan bang”,
senja bentar semua perih kita tanam di ladang
lalu duduk bersama menunggunya…, menjaganya…..tumbuh berhelai helai
(itu wajah kita ya..?)------
*Bentukmu Abadi----
mendekati cekik yg sudah demikian malam dan dingin, seseorangpun tak ada yg menyela untuk berkata, “aku hidup”, kecuali….., ia yg menyelesaikan sebuah wajah, seorang diri.
*Jerit Panjang---
Dialah pangkal tenggorokan yg sampai padamu, ketika kau meragukan sebuah sayang yg di titipnya lewat angin.
*Suara Itu----
Suara-suara menyeruak dari tempat dalam, berlumut dan tumbuh….
asanya melintasi ladang-ladang, bahkan menembus celah batang kayu dan batu,
masih suara itu ,tapi rambutmu telah ia simpul
dan masih suara itu tapi tubuhmu telah diselimutinya.
*Tak Apapun Selain..-----
telah (amat) banyak yang dikatakannya, bersamaan air matanya yg bisa mengalir kapan saja, bahkan alirnya lebih lama lebih dari segala kesangsian di kolong langit ini,
ketika semua tanpa peduli.
Ada apa …?,
”sebuah jerit panjang, sebab sesuatu mendorong sangat kuat.., juga jinak”.
mengapa ….?
” kehilangan gairah jiwa dan ….ini abadi bersamaku “
lantas….?
"aq tak ingin apa-apa lagi selain u/ dilahirkan dengan kasih, ya..dan tak
ingin apapun.... selain ini…!".
*Jendelamu---
mengendap kedekat jendelamu,
ku kira itu….. telaga tempat mu melepas lelah
atau terjaga dan tetap hangat,
Merangkak kedekat jendelamu, adalah…..
senandung dan bait puisi memunguti remah-remah nyala hayati
Mengintip kelubang jendelamu, bulan matahari tak lebih baik dari aku…………
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
00.10
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 31 Maret 2011
Maaf.., Cinta Ini Kutukan-----
Maaf.., Cinta Ini Kutukan-----
Malam malam datang kecengkrama kota atau berlari susuri trotoar hingga pagi tiba, katamu, “kita insan malam, terusir.. , serupa asap rokok yang kita hempas bersama”, “kita tak berebut lagi jatah makan ya..”,kataku,
karena kau menjelma sama dalam diriku, salinghitam salinghempas, salingbajingan,
kita akan menuntaskan pertemuan ini bukan ?, sebagai kutukan karena saling sayang..
Melupakan Nama Kita di Pohon Itu-----
Udara malam dingin..gigil….dan di pemberhentian berikutnya,
kita berpisah jalan melupakan senyum (ketika kita saling menuliskan nama di pohon itu), dan berjanji tak menyentuhnya, juga tak meraba gurat nama kita di pohon tersebut,
gumpalan asap perpisahan…(isyarat kita tak pernah kesini lagi)
tampa tangis ….seperti anak-anak yang kehilangan ibunya,
udara malam dingin…beku…
Seolah-olah tak di sini, meraba-raba dengan putus asa bahkan tak saling menyentuh, kita akan saling berlalu…berbaring di tepi waktu dlm kesendirian yg panjang, dalam perpisahan ini kita tak saling menangis kan, sayang?, seperti orang-orang malang itu…
Di jelajah sunyi kudapati diriku kesasar… sendiri dan telanjang, serupa perempuan penuh duka “terjaga sepanjang malam dengan airmata mengalir memenuhi pipi”,
jerit ini licin tampa sangkalan,
sebelum maksum sama sekali jangan sebut aku “lonte”,
EEnd di tengah perihpun, sesekali belati mengorek ke dalam darahku
………membersihkan helai-helai hatiku yg hitam.
Aku ingat kembali bulu matamu yang lentik dan kembali ingin sekali meniupnya, ahh.. aku bayangkan saja telah menemuimu dan melakukannya lagi..
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
06.39
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Jumat, 18 Maret 2011
ke-Fitrahan sikap Sabar
Dan penelitian semua ayat-ayat tentang kedudukan sabar (dalam indeks Al Qur'an)kami dapati sangat panjang.
Adapun hadits-hadits yang menyangkut dengan sabar, maka di antara lain, Nabi s.a.w. bersabda : “Sabar itu separuh iman”, >banyak hal dari rangkaian mewujudkan keimanan mesti menjadikan sabar sebagai keberhasilan. dan sifat mahal dari sabar di sabdakan nabi “Dari yang sekurang-kurangnya diberikan kepada kamu, ialah: keyakinan dan kesungguhan sabar./“Di antara yang paling sedikit yang diberikan kepada kamu ialah yakin dan keras kesabaran”.sebuah pilihan memang.....
Siapa yang diberikan keberuntungan dari keyakinan dan kesungguhan sabar itu, niscaya ia tidak peduli dengan yang luput dari padanya.
Dan engkau bersabar di atas apa yang menimpa atas diri engkau, adalah lebih aku sukai, daripada disempurnakan oleh setiap orang daripada kamu, kepadaku, dengan seperti amalan semua kamu. Akan tetapi aku takut, bahwa dibukakan kepadamu dunia sesudahku. Lalu sebagian kamu menetang sebagian yang lain. Dan akan ditantang kamu oleh penduduk langit (para malaikat) ketika itu. Maka siapa yang sabar dan memperhitungkan diri, niscaya memperoleh kesempurnaan pahalanya”.
......Kemudian Nabi s.a.w. membaca firman Allah Ta’ala: “Apa yang di sisi kamu itu akan hilang dan apa yang di sisi Allah itu yang kekal. Dan akan Kami berikan kepada orang-oang yang sabar itu pembalasan, menurut yang telah mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya” (An-Nahl:96).
Diriwayatkan Jabir, bahwa Nabi s.a.w ditanyakan tentang iman, maka Beliau menjawab: “Sabar dan suka memaafkan”. pernah kami dengarkan tawaran dari sebuah khotbah Jalaluddin Rahmat di tivi"....sekiranya bisa milikilah kesabaran itu dengan memaafkan org yg sangat kau benci sebelum ia minta maaf padamu, jika 2 org yg menyakitimu maaf kan saja mereka dan waktunya sebelum tidur malam, insaya Allah pagi esok kau akan mendapati dirimu penuh dgn kelapangan.
berbicara sabar yg terkait dgn reski di firmankan oleh Allah Swt, “Kepada orang-orang itu diberikan pembalasan (pokok) dua kali lipat, disebabkan kesabaran mereka”. (QS. Al Qashash : 54)
kesabaran adalah nilai arif yang melatihnya sangat berat tetapi kita senantiasa diingatkan dan diawasi olehNya bahkan di bantu setelah keinginan sabar itu ada tanpa kita rasa atau erasakannya,“Adakah orang yang berjalan menelungkup di atas mukanya lebih mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan dengan lurus di atas jalan yang benar? (QS. Al Mulk : 22).
“Berpalinglah engkau dari orang yang tiada memperdulikan pengajaran Kami dan hanya menginginkan kehidupan duniawi semata! Pengetahuan mereka hanya sehingga itu”. (QS. An-Najm : 29-30).
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu, akan disempurnakan pahalanya dengan tiada terhitung”. (QS Az-Zumar : 10).
Maka tidak ada dari pendekatan diri manusia kepada Allah (ibadah), melainkan pahalanya itu ditentukan dengan kadar dan dapat dihitung, selain sabar. Dan sesungguhnya adanya puasa itu sebagian dari sabar dan puasa itu separuh sabar, maka Allah Ta’ala mengaitkan puasa itu bagi orang-orang yang bersabar, bahwa Ia bersama mereka.dan upaya kesabaran dari berpuasa hanya Dia saja yg akan membalasnya, korelasi kebaikan peristiwa sabar setelah berbuka puasa di tempatkanlah sebagai waktu yg makbul apabila berdoa.
Pada hadits yang diriwayatkan ‘Atha’ dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat orang-orang Anshar, lalu beliau bertanya:
“Apakah kamu ini semua orang beriman?”.
Semua mereka diam. Maka menjawab Umar r.a.: “Ya, wahai Rasulullah!”.
Nabi s.a.w. lalu bertanya: “Apakah tandanya keimanan kamu itu?”
Mereka menjawab: “Kami bersyukur atas kelapangan. Kami bersabar atas percobaan. Dan kami rela dengan ketetapan Tuhan (qadha Allah Ta’ala)”.
Lalu Nabi s.a.w. menjawab: “Demi Tuhan pemilik Ka’bah! Benar kamu itu orang beriman!”.
Nabi s.a.w. bersabda:
“Pada kesabaran atas yang tidak engkau sukai itu banyak kebajikan”.hanya hidup ini sesungguhnya adalah juga perangkap dan pilihan.
Isa Al-Masih a.s. berkata:
“Engkau sesungguhnya tiada akan memperoleh apa yang engkau sukai, selain dengan kesabaranmu atas apa yang tiada engkau sukai”.pangangan mata kita atas dunia memang menjanjikan, penuh dgn gemerlapdan kepalsuan tapi demikianlah (untuk selamat) kita menjadikan bersabar sebagai kekuatan, yang apabila kita berjalan, berbicara, melempar dll, maka Allah lah penuntunnya sebagai sebuah karamah yg diberikan Allah kepada hambanya yg bersabar.
Adapun atsar, maka di antaranya ialah terdapat pada surat khalifah Umar bin al-Khatab r.a. kepada Abu Musa Al-Asy’ari r.a., yang bunyinya di antara lain:
“Haruslah engkau bersabar! Dan ketahuilah, bahwa sabar itu dua. Yang satu lebih utama dari yang lain: sabar pada waktu musibah itu baik. Dan yang lebih baik daripadanya lagi, ialah sabar (menahan diri) dari yang diharamkan Allah Ta’ala. Dan ketahuilah, bahwa sabar itu yang memiliki iman. Yang demikian itu, adalah bahwa takwa itu kebajikan yang utama. Dan takwa itu dengan sabar”.
Adalah Habib bin Abi Habib Al Bashari, apabila membaca ayat: “Sesungguhnya dia (Ayub) kami dapati, seorang yang sabar. Seorang hamba yang amat baik. Sesungguhnya dia tetap kembali (kepada Tuhan)” (QS. Shad : 44), lalu beliau menangis dan berkata: “Alangkah menakjubkan! Ia yang memberi dan Ia yang memujinya.”
Penutup
Berkata sebagian orang ‘arifin: “ahlush-shabri itu adalah atas tiga maqam.
Pertama, orang-orang yang meninggalkan nafsu syahwat, dan ini adalah derajat orang-orang yang taubat (mutawwabiin).
Kedua, orang-orang yang ridla dengan yang ditakdirkan Tuhan, dan ini adalah derajat orang-orang zahid.
Ketiga, orang-orang yang suka kepada apa yang diperbuat Tuhannya, dan ini adalah derajat orang-orang shiddiq (ash-shiddiqin).“
Semoga Allah yang Maha Pengasih menganugrahkan kepada kita kesabaran. Amin.
Adapun hadits-hadits yang menyangkut dengan sabar, maka di antara lain, Nabi s.a.w. bersabda : “Sabar itu separuh iman”, >banyak hal dari rangkaian mewujudkan keimanan mesti menjadikan sabar sebagai keberhasilan. dan sifat mahal dari sabar di sabdakan nabi “Dari yang sekurang-kurangnya diberikan kepada kamu, ialah: keyakinan dan kesungguhan sabar./“Di antara yang paling sedikit yang diberikan kepada kamu ialah yakin dan keras kesabaran”.sebuah pilihan memang.....
Siapa yang diberikan keberuntungan dari keyakinan dan kesungguhan sabar itu, niscaya ia tidak peduli dengan yang luput dari padanya.
Dan engkau bersabar di atas apa yang menimpa atas diri engkau, adalah lebih aku sukai, daripada disempurnakan oleh setiap orang daripada kamu, kepadaku, dengan seperti amalan semua kamu. Akan tetapi aku takut, bahwa dibukakan kepadamu dunia sesudahku. Lalu sebagian kamu menetang sebagian yang lain. Dan akan ditantang kamu oleh penduduk langit (para malaikat) ketika itu. Maka siapa yang sabar dan memperhitungkan diri, niscaya memperoleh kesempurnaan pahalanya”.
......Kemudian Nabi s.a.w. membaca firman Allah Ta’ala: “Apa yang di sisi kamu itu akan hilang dan apa yang di sisi Allah itu yang kekal. Dan akan Kami berikan kepada orang-oang yang sabar itu pembalasan, menurut yang telah mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya” (An-Nahl:96).
Diriwayatkan Jabir, bahwa Nabi s.a.w ditanyakan tentang iman, maka Beliau menjawab: “Sabar dan suka memaafkan”. pernah kami dengarkan tawaran dari sebuah khotbah Jalaluddin Rahmat di tivi"....sekiranya bisa milikilah kesabaran itu dengan memaafkan org yg sangat kau benci sebelum ia minta maaf padamu, jika 2 org yg menyakitimu maaf kan saja mereka dan waktunya sebelum tidur malam, insaya Allah pagi esok kau akan mendapati dirimu penuh dgn kelapangan.
berbicara sabar yg terkait dgn reski di firmankan oleh Allah Swt, “Kepada orang-orang itu diberikan pembalasan (pokok) dua kali lipat, disebabkan kesabaran mereka”. (QS. Al Qashash : 54)
kesabaran adalah nilai arif yang melatihnya sangat berat tetapi kita senantiasa diingatkan dan diawasi olehNya bahkan di bantu setelah keinginan sabar itu ada tanpa kita rasa atau erasakannya,“Adakah orang yang berjalan menelungkup di atas mukanya lebih mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan dengan lurus di atas jalan yang benar? (QS. Al Mulk : 22).
“Berpalinglah engkau dari orang yang tiada memperdulikan pengajaran Kami dan hanya menginginkan kehidupan duniawi semata! Pengetahuan mereka hanya sehingga itu”. (QS. An-Najm : 29-30).
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu, akan disempurnakan pahalanya dengan tiada terhitung”. (QS Az-Zumar : 10).
Maka tidak ada dari pendekatan diri manusia kepada Allah (ibadah), melainkan pahalanya itu ditentukan dengan kadar dan dapat dihitung, selain sabar. Dan sesungguhnya adanya puasa itu sebagian dari sabar dan puasa itu separuh sabar, maka Allah Ta’ala mengaitkan puasa itu bagi orang-orang yang bersabar, bahwa Ia bersama mereka.dan upaya kesabaran dari berpuasa hanya Dia saja yg akan membalasnya, korelasi kebaikan peristiwa sabar setelah berbuka puasa di tempatkanlah sebagai waktu yg makbul apabila berdoa.
Pada hadits yang diriwayatkan ‘Atha’ dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat orang-orang Anshar, lalu beliau bertanya:
“Apakah kamu ini semua orang beriman?”.
Semua mereka diam. Maka menjawab Umar r.a.: “Ya, wahai Rasulullah!”.
Nabi s.a.w. lalu bertanya: “Apakah tandanya keimanan kamu itu?”
Mereka menjawab: “Kami bersyukur atas kelapangan. Kami bersabar atas percobaan. Dan kami rela dengan ketetapan Tuhan (qadha Allah Ta’ala)”.
Lalu Nabi s.a.w. menjawab: “Demi Tuhan pemilik Ka’bah! Benar kamu itu orang beriman!”.
Nabi s.a.w. bersabda:
“Pada kesabaran atas yang tidak engkau sukai itu banyak kebajikan”.hanya hidup ini sesungguhnya adalah juga perangkap dan pilihan.
Isa Al-Masih a.s. berkata:
“Engkau sesungguhnya tiada akan memperoleh apa yang engkau sukai, selain dengan kesabaranmu atas apa yang tiada engkau sukai”.pangangan mata kita atas dunia memang menjanjikan, penuh dgn gemerlapdan kepalsuan tapi demikianlah (untuk selamat) kita menjadikan bersabar sebagai kekuatan, yang apabila kita berjalan, berbicara, melempar dll, maka Allah lah penuntunnya sebagai sebuah karamah yg diberikan Allah kepada hambanya yg bersabar.
Adapun atsar, maka di antaranya ialah terdapat pada surat khalifah Umar bin al-Khatab r.a. kepada Abu Musa Al-Asy’ari r.a., yang bunyinya di antara lain:
“Haruslah engkau bersabar! Dan ketahuilah, bahwa sabar itu dua. Yang satu lebih utama dari yang lain: sabar pada waktu musibah itu baik. Dan yang lebih baik daripadanya lagi, ialah sabar (menahan diri) dari yang diharamkan Allah Ta’ala. Dan ketahuilah, bahwa sabar itu yang memiliki iman. Yang demikian itu, adalah bahwa takwa itu kebajikan yang utama. Dan takwa itu dengan sabar”.
Adalah Habib bin Abi Habib Al Bashari, apabila membaca ayat: “Sesungguhnya dia (Ayub) kami dapati, seorang yang sabar. Seorang hamba yang amat baik. Sesungguhnya dia tetap kembali (kepada Tuhan)” (QS. Shad : 44), lalu beliau menangis dan berkata: “Alangkah menakjubkan! Ia yang memberi dan Ia yang memujinya.”
Penutup
Berkata sebagian orang ‘arifin: “ahlush-shabri itu adalah atas tiga maqam.
Pertama, orang-orang yang meninggalkan nafsu syahwat, dan ini adalah derajat orang-orang yang taubat (mutawwabiin).
Kedua, orang-orang yang ridla dengan yang ditakdirkan Tuhan, dan ini adalah derajat orang-orang zahid.
Ketiga, orang-orang yang suka kepada apa yang diperbuat Tuhannya, dan ini adalah derajat orang-orang shiddiq (ash-shiddiqin).“
Semoga Allah yang Maha Pengasih menganugrahkan kepada kita kesabaran. Amin.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
23.22
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Kamis, 17 Maret 2011
Si "Hantu Tampan".
*seperti rindu hujan, terhempas.... lurus dan jauh, mereka dak tau...ada luka di situ.
*Seperti mendung menggantung di matamu , secarik kertas kumal bertuliskan: jaga dirimu, sayang ......, mungkin pekik hewan atau rindu pada jauh jarak terkirim dengus angin ke dalam kamarmu yang hangat,
mungkin kita tak saling mengerti kasih kasih sayang, karena aq sampai padamu penuh harap dan cemas
*hujan menabrak segala-gala dibumi, di embunkannya pula kaca tivi tempat mata memandang, kita tak membenci hujan, hanya tak mengerti mengapa begitu erat tangan kita bergenggaman.
*berusaha memenuhi segala impian salah satu cara menjad gila
*adzan dari seberang sungai kuterjemahan sebagai seseorang yg menunggumu dengan kerinduan penuh. maaf jika kau tak beranjak..
*tiba2 saja hujan berhenti sejenak ketika Adzan dhuhur menjelma mendung, mungkin pemuja sedang membuka jendela zikir melerai gelisah hari ini karena luapan air, karena Allah mari menyukai gelisah hari ini sebagai bagian pengaturanNya.
*Mengintai di ketinggian sungguh menakjubkan, aku dapat memandangi seluruh negeri tampa ongkos tiket pesawat, tak perlu cemburu karena nyawaku yg tunggal ini kupertaruhkan pada badai dan angin kencang.
*hiduplah kembali jika perlu tumbuh menjalar jika saja kebaikan itu tertunda untuk kau katakan.
*hujan hanya peristiwa biasa, menyenyakkan tidurmu atau mengingatkanmu tentang seseorang yang lama kau rindukan, jangan pernah menunggunya...mungkin ia kehujanan mencarimu...
*SETIP KERINDUAN MU DATANG, RASANYA AKU INGIN MENJADI HANTU TAMPAN.
*kopi keras dgn cangkir kecil,Ups.. apakah aku pernah merasakan ini sebelumnya ? kopi itu mendinginkan udara siang...jangan menawariku roko' aku bisa mati tersenyum...hehe..ehe..he..
*Adegan Film India> angin mengusik daun pisang di goyang2kan seluruh daunnya, bunyi truk yang melintasi jembatan menghentak sejenak keadaan itu, angin marah... dipaksanya truk cepat berlalu, kata jembatan...kau menggoyangku begitu keras, aku ini salah apa ? hah..!!!.
*Dari penjara hujan, kita hanya memecah sunyi dan itu sudah cukup untuk saling memiliki juga menghianati. Kita terus ditahanan ini ya.., atau tetap seperti ini cara kita tuk saling merapatkan tangan dan berbisik... ?
*sungai disampingku ini mulai jernih tanpa di sentuh hujan selama 2 hari,semua dermaga tersenyum padamu , pilihlah setiap tempat di mana kau suka melabuhkan perahumu. kataku sebagai sungai "setelah dermaga tinggalkan saja perahu nanti aku yg menjagannya..."
*cuaca beku musim ini, adalah keterpaksaan yg membaringkan, tubuhku menangkapnya sebagai ke-telanjang-an> tanpa apapun, aku melupakan hampa, selubung, terkungkung, melupakan ke asingan, termasuk melupakan dibunuh atau membunuh.
*tiduran dulu bro.... tapi kalo ada yg bertanya " aku tentu masih sendiri", hihi..hi..hi..
*Mengintai dari atas seng tempat buah mangga jatuh, dari sini...bumi kliatannya benar botak dan licin.
*uh… langkah pendek ini melapisi kita dengan titik-titik air
tanpa bicara…. kita terjatuh dari langit menetes bersama butir embun
tanpa ditanya… kita siap dalam iringan ini selalu
*hari ini renyah tawamu, seperti ketika SMA dulu, tak berubah.... kepadaku kau tetap banyak bicara dan aku tetap kuat makan hehe..he..he..
*jam wkr trus berdering tapi...alam mimpi jauh lebih indah dari kenyataan, uh.. waktu hari ini tak begitu neq
*Duh..Esok ?, berharap penuh maki > karena segala ruang adalah wajah Allah, ketidak tahuan kita yg tersihir pd penguasaan Nya, lekas mengeringkan air mata tuk menemukan kasihnya yg penuh kelapangan
*katakanlah bahwa aku tak meragukan sesuatu itu , sebagai cara membebaskan diri dan menemukan mu berulang-ulang. bisakah demikian ?
*masih.... dengan luka kemarin, membaca sepi hingga mabuk, aku terdesak, seberapa luka di puisimu aku hiasi jika terus tak menemukanmu.
*sebuah berita kau tunggu, padahal aku hanya punya secarik kertas kumal bertuliskan: jaga dirimu, sayang, hidup begitu menggetarkan....
*Kau nikamati benar kue coklat pemberianku, setelahnya kau memberiku senyum sebagai isyarat belum membelikanmu gaun malam, perih …kupenuhi janjiku yg tertunda, nantilah hingga teriakan terakhir “maling”, tak terdengar, aku masih disini sayang pada luka kemarin yg belum tersembuhkan.
*ketika butiran air matamu terdorong keluar oleh kebahagiaan..adzan maghrib pun melengkapinya....*lima menit lagi sholat maghrib, selama itu pula aku berusaha membebaskan diriku dari segala yg mengikatku kecuali cinta....
*sekali saja cinta itu tersentak, kaget dan takjub, ketika terdengar teriakan "hayya..alal falah......" cinta itu tiba2 berhenti dan menghambur ke aras tempat segala cinta mengental.
*bangunlah lonteku... desing peluru dan luka yg me-nganga, biar menitipmu di pundakku, kita akan terus berlari hingga kebebasan kita tafsirkan sebagai milik kita. jangan tergesagesa waktu belum benarbenar penuh menegaskan kita sebagai 2 org bajingan yg saling setia.
*tulislah aku sebagai " bangsat", ketika menyembunyikanmu di atas pohon mangga tempatku berteduh, aku memaksamu tetap disitu hingga selesai teh kuhidangkan untukmu. hai bangsat.... kau masih diatas pohon kan..
*peristiwa biasa itu karena hanya berlangsung dalam hati, benar kita telah saling memanggil dalam persetubuhan sunyi tapi kita belum saling mengancan dalam bersalah ketika tak menuliskan sesuatu , brengsek memang.... kita terlalu sopan
*begadang jangan begadang...> boleh saja demi menegaskan cinta sebagai bukan keterlanjuran.* e..de..de..de..e cinta mo seng < katamu
*pantas memberimu senyum nak, pagi benar kau telah memetik sekumpulan bunga ,aku tak perlu menerka maksudmu, ketika kau menghadapi ujian sekolah dgn penuh senyum.
*betapapun kau tetap menolak, padahal matamu telah dulu tenggelam dingin dan kabut bila aku mendesakmu dengan semburan api dan menciummu berulang-ulang, hehe…he..he.. maaf lonteku aku masih slalu nekat.
*masih disini pada ledak gelisah >mematikan, menjauhlah sebelum segalanya adalah genangan air mata. aku masih saja bajingan yg mengajakmu pada mimpi.
*......lampu jalan malam ini terlihat lelah, seperti anak- suatu bangsa yang sedang terpuruk, ia menuggu pergantian waktu hingga pagi tiba. kebebasan tak pernah sampai kepadanya semakin sayup bahkan berdarah, ada yg memberinya air, padahal ia telah kehilangan segala-gala termasuk rasa sakit.
*kita tak berbuat sama ketika ada yg menjauh dan pergi, mungkin juga ada yg tak berhenti hingga sebuah pesan sampai padamu untuk kau memahami sebuah baris-baris kasih sayang, karena hidup sesungguhnaya adalah saling berberbagi...
*sebelum sepi belum cukup lahirnya sebuah ungkapan
*senyummu jenakamu ternyata tak terlupa, ketika itu aku menerimanya sebagai sepotong senja dan itu tak pernah lengkap karena aku terus mencari separuhnya.
*Dan diantara kepengecutan aku tetap menggandengmu, karena meninggalkanmu serupa menapikan senja. pada jejakmu, bukankah aku selalu tersihir , mungkin... ini yang tak kau tahu
*Mengantarkanmu gelisah dengan coretan tangan yang kupaksa terlihat indah, ia likaliku waktu yg m-jelaskan perih juga senyum, coretan ini kemana saja kau bebas membuangnya
*setua ini, aku masih menelan pil cinta 3x sehari, ajarilah membencinya biar jelas, kecemburuanmu padaku.....apakah kau sedang di obrak-abrik atau kau sedang ditelanjangi oleh cinta,(cinta benar2 bangsat, selalu kita dipaksa memihak)
*tanaman pegagan dalam pemenuhan untuk negara jepang, indonesia dijadikan asembling dgn cara kontrak untuk pegagan setelah di petik dikirim ke jepang , untuk tanaman tsb di olah kembali menjadi kapsul atau sirup dengan nama gingko biloba, dan kita indonesia kemudian membelinya dengan harga mahal. keadaan ini disedihkan... oleh hembing (ref...Hembing no 3 didunia no 1di Asia) khasiat tanaman tsb> Memulihkan konsentrasi daya piker
*matamu penuh dengan kelopak-kelopak kembang menembus pepohonan di hutan lembab, tiba-tiba kita bertemu dalam isyarat yang tak lagi gerimis, kau ternyata juga seorang guru, kau tes pns aku pengawasnya .... ato anggap saja aku juga pns. "tak mendaftar" katamu. >aku lebih baik mendaftar dihatimu saja hehe..he..he.....
*membangun khayalan besar. mo liat indonesia tanpa korupsi. modenya jangan tercurah untuk Penampilan fisik saja. tki ternaungi oleh negara, beberapa lini dgn aparatnya lamban dll (dan lupa lagi) hehe..he..he.. hidupkan Indonesia.!!
*seperti kemarin suara-suara denyut nadi melemah, aku memasukkanTulisan, tangan atau diriku sendiri... kedalam otakku tanpa tatakrama aku takkan berhenti hingga sebuah judul kutemukan, -------Subjektif memang…..
*menengok festival film Pelajar oleh http://www.lontara.co.cc/2010/09/lontara-maros-silaturrahmi-budayawan.html >sejenak mengungsi kesebuah kampung estetika, sebuah produksi dgn pola-pola yg mendekatkan masyarakat sekolah dengan pengalaman menemukan, membaca dan membuat jejak sinematografi di Kab. Maros.*Gerimispun berhenti, karena sebuah gagasan, komunikasi dan kecerdasan seni telah mereka bangun. slamat...
*sebuah ruang lengang nan sepi, tempat... yang bisa kudatangi setiap saat tanpa ada yang marah, aku bebas berbisik apa saja dalam keluasan yang tak terbatas, uh....
hujan begini keras dan kau mulai sedih padahal kelopa' bunga jam 9 dihalaman rumah telah mengajarmu tegar meski jam 10 pagi kemudian iapun tak rela kau menangisi kematiannya.
*hujan begini keras dan kita belum sampai rumah, aku diam dan kau menertawakan sikapku, padahal aku merasa telah memelukmu.
*Sepi> lidah api yang menjilat-jilat,Terdesak pada sudut-sudut gelap tempat segala perih di tenggelamkan, Wajah wajah bersetubuh, bugil, dingin, penuh ilusi ..imajinasi…, Disini terkubur lalu terlahir kembali, sebagai kata dalam “sepi..”
*ssst.. jangan berkedip, (dihalam rumah) embun membesar dan jatuh dari ujung daun pandan...
*pagi benar2 cerah, menginginkanmu bahagia, seperti tanggung jawab matahari yang menyelusup di jendelamu sedang kau masih tertidur. haiiiiii....
*sesekali setujulah untuk dapat menarik hal positif kedalam diri anda, sabbara' ki nari pulaleng elo'na puangngE'
*MENGAJAk diketinggian hingga menyentuhkanmu pelangi, sebagaimana harapan nofember tuk meghadiahkan sayap tempat cita2mu kau semai. maaf aku juga menitip kalimat dari secarik kertas kumal yg kutititp, "kemanapun ruang semoga kau mengentalkan senyummu hingga desember"
*memelukmu dengan sempurna, merupakan keajaiban yg berawal dari sikap saling memaafkan, mungkin aku tak memiliikmu tapi senatiasa menemukanmu...
inilah zaman itu dan keinginan mengajakmu damai sambil peduli terhadap.... luka, (lara masyarakat), ato... lupakan bahwa mungkin luka kita lebih dalam.
*tak menyiramnya karena ia tumbuhan yang tak pernah mekar, belakng hari ia membawa dalam dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi, trimksh telah memberitahu cara lain tuk tetap hidup berkepribadian.
*Demi esok pagi yg penuh rahasia....malam ini aq mengajakmu bertemu dalam sajak, tentu kau tak memilih sepi membiarkanmu terbawa ketempat segala perih bukan......
*katakanlah tentang kehidupan, makna, meskipun teks yg dimaksud melahirkan apresiasi tanggapan yang berbeda, keyakinan yg baik dalam memberi teks tentu menerima penghargaan yg baik pula, hal berlebihan mungkin merupakan aspek yg harus dihindari demi menegaskan bahwa ..kepenguasaan tentulah hanya milik Allah.
*banyak hal akan menjadi baik bagi masyarakat jika kebijakan teraplikasi, dan pemimpinlah sumber energi yg mengerakkan dgn tepat dan cepat karena kekuatannya, demikian luar biasa posisi pemimpin yg adil >kalo ia minta pd Allah untuk di jauhkan penyakit antrax, flu burung, bencana dll, maka Allah akan mengabulkan. (jika Adil <)
*(terus merangkai) seperti hendak membuat semuanya jadi enak, kita diajak bicara tentang sungai jembatan awan ataupun angin yang dingin, katanya, "musim hujan... tidaklah mesti mbuatmu terkurung", hehe..he..he..
*aku duduk santai sambil bersila dan mendengarnya bicara, parah aq ni... semakin membiarkannya menarik ulur waktu lalu, maaf tak terlalu mengindahkanmu, prasaanku terhadap hal yg indah kadang tak rasional. ampunga...de...
*diamnya sejenak seperti membisikkan sesuatu tentang awan dan angin yang dingin, ada yg berkata, "terjemahkan isyarat masalalu itu secara gamblang sebelum aku murka".hehe..he..he..
*memupuk cinta wanita masih perlukah bohong2 sedikit sebagai bumbu...
*bonto cinde dgn air kalinya yg sejuk, sejenak menikmati cerah idul adha, baik benar pelayanannya >ia mengambil air dari sungai lalu merebuskan kami teh.., "satu pi", kata teman yg baru tiba.
*kartu lebaran ini hanya benda2, tapi ungkapanmu didalamnya memberi fakta bahwa dunia betapa menghendaki ucapan yang luhur. >Idul Adha...untukmu, bagi bagilah hewan kurbanmu ke aq, hehe..he,..he..
*hentilah sejenak untuk mengusap kepedihan, henti pula bertanya. jika serupa jawaban2 hiaslah mimpimu, hehe..he..he.... buatlah prediksi2 yang lebih baik, sederhananya kita perlu bertemu di warung kopi....aku yg membayar 2 kopi sedang kau membelikanku 2 bungkus rokok, adilkan...
*luang itu ketika segala hal yg baik dan buruk kita gantung saja dijendela kamar yg terbuka itu, agar leluasa memandang dunia, sebaiknya kesalahanku lu maafin deh, kalo tidak aku patahin tu jembatan marusu biar lo nda bisa pulkam.
*ketika kau letakkan Tuhan pada kesedihan, maka sesali saja saat Tuhan selalu m'buatmu duka. Ia hanya ingin tunjukkan kesediaanNya berada dimana kau menempatkan. sunting dari Destaayu Wulandari
*Kalimat2 yg kau rangkai,,, membiusku,, lalu mengajak q b-pikir.. apa da waktumu kali ini?
*jangan tuliskan apapun di halaman depan suratmu, lekas kirim agar angin tak keburu mati, sehingga kau tak hanya tak tahu kemana sampainya melainkan juga menyesal karena tak sempat mengirimkannya
;">Hujan sejenak sebelum Adzan maghrib, sekilas saja dibalik peristiwa sebenarnya yg tak terlihat.
*masih disini pada ledak gelisah > mematikan, menjauhlah sebelum segalanya adalah genangan air mata. aku masih saja bajingan yg mengajakmu pada mimpi.
*Malam yang dalam, ketika tubuh bumi terlelap, ia benar-benar melakukan, menyoloknya dengan harapan penuh, hingga sebuah “Sayang”, berhasil ia jatuhkan dari langit tadi malam, sayang yang tergenggam di tangannya serupa cermin pagi, adalah cahaya memantul dari lantai atas ke seluruh negri, katanya di suatu waktu, “aku hanya punya ini dik, sebuah “sayang”, tak ada lain kecuali ini, yang memenuhi segala yang ada, pun segala yang kosong, untuk kau menemukanku juga menyimpanku .........jika kau suka.*Seperti mendung menggantung di matamu , secarik kertas kumal bertuliskan: jaga dirimu, sayang ......, mungkin pekik hewan atau rindu pada jauh jarak terkirim dengus angin ke dalam kamarmu yang hangat,
mungkin kita tak saling mengerti kasih kasih sayang, karena aq sampai padamu penuh harap dan cemas
*hujan menabrak segala-gala dibumi, di embunkannya pula kaca tivi tempat mata memandang, kita tak membenci hujan, hanya tak mengerti mengapa begitu erat tangan kita bergenggaman.
*berusaha memenuhi segala impian salah satu cara menjad gila
*adzan dari seberang sungai kuterjemahan sebagai seseorang yg menunggumu dengan kerinduan penuh. maaf jika kau tak beranjak..
*tiba2 saja hujan berhenti sejenak ketika Adzan dhuhur menjelma mendung, mungkin pemuja sedang membuka jendela zikir melerai gelisah hari ini karena luapan air, karena Allah mari menyukai gelisah hari ini sebagai bagian pengaturanNya.
*Mengintai di ketinggian sungguh menakjubkan, aku dapat memandangi seluruh negeri tampa ongkos tiket pesawat, tak perlu cemburu karena nyawaku yg tunggal ini kupertaruhkan pada badai dan angin kencang.
*hiduplah kembali jika perlu tumbuh menjalar jika saja kebaikan itu tertunda untuk kau katakan.
*hujan hanya peristiwa biasa, menyenyakkan tidurmu atau mengingatkanmu tentang seseorang yang lama kau rindukan, jangan pernah menunggunya...mungkin ia kehujanan mencarimu...
*SETIP KERINDUAN MU DATANG, RASANYA AKU INGIN MENJADI HANTU TAMPAN.
*kopi keras dgn cangkir kecil,Ups.. apakah aku pernah merasakan ini sebelumnya ? kopi itu mendinginkan udara siang...jangan menawariku roko' aku bisa mati tersenyum...hehe..ehe..he..
*Adegan Film India> angin mengusik daun pisang di goyang2kan seluruh daunnya, bunyi truk yang melintasi jembatan menghentak sejenak keadaan itu, angin marah... dipaksanya truk cepat berlalu, kata jembatan...kau menggoyangku begitu keras, aku ini salah apa ? hah..!!!.
*Dari penjara hujan, kita hanya memecah sunyi dan itu sudah cukup untuk saling memiliki juga menghianati. Kita terus ditahanan ini ya.., atau tetap seperti ini cara kita tuk saling merapatkan tangan dan berbisik... ?
*sungai disampingku ini mulai jernih tanpa di sentuh hujan selama 2 hari,semua dermaga tersenyum padamu , pilihlah setiap tempat di mana kau suka melabuhkan perahumu. kataku sebagai sungai "setelah dermaga tinggalkan saja perahu nanti aku yg menjagannya..."
*cuaca beku musim ini, adalah keterpaksaan yg membaringkan, tubuhku menangkapnya sebagai ke-telanjang-an> tanpa apapun, aku melupakan hampa, selubung, terkungkung, melupakan ke asingan, termasuk melupakan dibunuh atau membunuh.
*tiduran dulu bro.... tapi kalo ada yg bertanya " aku tentu masih sendiri", hihi..hi..hi..
*Mengintai dari atas seng tempat buah mangga jatuh, dari sini...bumi kliatannya benar botak dan licin.
*uh… langkah pendek ini melapisi kita dengan titik-titik air
tanpa bicara…. kita terjatuh dari langit menetes bersama butir embun
tanpa ditanya… kita siap dalam iringan ini selalu
*hari ini renyah tawamu, seperti ketika SMA dulu, tak berubah.... kepadaku kau tetap banyak bicara dan aku tetap kuat makan hehe..he..he..
*jam wkr trus berdering tapi...alam mimpi jauh lebih indah dari kenyataan, uh.. waktu hari ini tak begitu neq
*Duh..Esok ?, berharap penuh maki > karena segala ruang adalah wajah Allah, ketidak tahuan kita yg tersihir pd penguasaan Nya, lekas mengeringkan air mata tuk menemukan kasihnya yg penuh kelapangan
*katakanlah bahwa aku tak meragukan sesuatu itu , sebagai cara membebaskan diri dan menemukan mu berulang-ulang. bisakah demikian ?
*masih.... dengan luka kemarin, membaca sepi hingga mabuk, aku terdesak, seberapa luka di puisimu aku hiasi jika terus tak menemukanmu.
*sebuah berita kau tunggu, padahal aku hanya punya secarik kertas kumal bertuliskan: jaga dirimu, sayang, hidup begitu menggetarkan....
*Kau nikamati benar kue coklat pemberianku, setelahnya kau memberiku senyum sebagai isyarat belum membelikanmu gaun malam, perih …kupenuhi janjiku yg tertunda, nantilah hingga teriakan terakhir “maling”, tak terdengar, aku masih disini sayang pada luka kemarin yg belum tersembuhkan.
*ketika butiran air matamu terdorong keluar oleh kebahagiaan..adzan maghrib pun melengkapinya....*lima menit lagi sholat maghrib, selama itu pula aku berusaha membebaskan diriku dari segala yg mengikatku kecuali cinta....
*sekali saja cinta itu tersentak, kaget dan takjub, ketika terdengar teriakan "hayya..alal falah......" cinta itu tiba2 berhenti dan menghambur ke aras tempat segala cinta mengental.
*bangunlah lonteku... desing peluru dan luka yg me-nganga, biar menitipmu di pundakku, kita akan terus berlari hingga kebebasan kita tafsirkan sebagai milik kita. jangan tergesagesa waktu belum benarbenar penuh menegaskan kita sebagai 2 org bajingan yg saling setia.
*tulislah aku sebagai " bangsat", ketika menyembunyikanmu di atas pohon mangga tempatku berteduh, aku memaksamu tetap disitu hingga selesai teh kuhidangkan untukmu. hai bangsat.... kau masih diatas pohon kan..
*peristiwa biasa itu karena hanya berlangsung dalam hati, benar kita telah saling memanggil dalam persetubuhan sunyi tapi kita belum saling mengancan dalam bersalah ketika tak menuliskan sesuatu , brengsek memang.... kita terlalu sopan
*begadang jangan begadang...> boleh saja demi menegaskan cinta sebagai bukan keterlanjuran.* e..de..de..de..e cinta mo seng < katamu
*pantas memberimu senyum nak, pagi benar kau telah memetik sekumpulan bunga ,aku tak perlu menerka maksudmu, ketika kau menghadapi ujian sekolah dgn penuh senyum.
*betapapun kau tetap menolak, padahal matamu telah dulu tenggelam dingin dan kabut bila aku mendesakmu dengan semburan api dan menciummu berulang-ulang, hehe…he..he.. maaf lonteku aku masih slalu nekat.
*masih disini pada ledak gelisah >mematikan, menjauhlah sebelum segalanya adalah genangan air mata. aku masih saja bajingan yg mengajakmu pada mimpi.
*......lampu jalan malam ini terlihat lelah, seperti anak- suatu bangsa yang sedang terpuruk, ia menuggu pergantian waktu hingga pagi tiba. kebebasan tak pernah sampai kepadanya semakin sayup bahkan berdarah, ada yg memberinya air, padahal ia telah kehilangan segala-gala termasuk rasa sakit.
*kita tak berbuat sama ketika ada yg menjauh dan pergi, mungkin juga ada yg tak berhenti hingga sebuah pesan sampai padamu untuk kau memahami sebuah baris-baris kasih sayang, karena hidup sesungguhnaya adalah saling berberbagi...
*sebelum sepi belum cukup lahirnya sebuah ungkapan
*senyummu jenakamu ternyata tak terlupa, ketika itu aku menerimanya sebagai sepotong senja dan itu tak pernah lengkap karena aku terus mencari separuhnya.
*Dan diantara kepengecutan aku tetap menggandengmu, karena meninggalkanmu serupa menapikan senja. pada jejakmu, bukankah aku selalu tersihir , mungkin... ini yang tak kau tahu
*Mengantarkanmu gelisah dengan coretan tangan yang kupaksa terlihat indah, ia likaliku waktu yg m-jelaskan perih juga senyum, coretan ini kemana saja kau bebas membuangnya
*setua ini, aku masih menelan pil cinta 3x sehari, ajarilah membencinya biar jelas, kecemburuanmu padaku.....apakah kau sedang di obrak-abrik atau kau sedang ditelanjangi oleh cinta,(cinta benar2 bangsat, selalu kita dipaksa memihak)
*tanaman pegagan dalam pemenuhan untuk negara jepang, indonesia dijadikan asembling dgn cara kontrak untuk pegagan setelah di petik dikirim ke jepang , untuk tanaman tsb di olah kembali menjadi kapsul atau sirup dengan nama gingko biloba, dan kita indonesia kemudian membelinya dengan harga mahal. keadaan ini disedihkan... oleh hembing (ref...Hembing no 3 didunia no 1di Asia) khasiat tanaman tsb> Memulihkan konsentrasi daya piker
*matamu penuh dengan kelopak-kelopak kembang menembus pepohonan di hutan lembab, tiba-tiba kita bertemu dalam isyarat yang tak lagi gerimis, kau ternyata juga seorang guru, kau tes pns aku pengawasnya .... ato anggap saja aku juga pns. "tak mendaftar" katamu. >aku lebih baik mendaftar dihatimu saja hehe..he..he.....
*membangun khayalan besar. mo liat indonesia tanpa korupsi. modenya jangan tercurah untuk Penampilan fisik saja. tki ternaungi oleh negara, beberapa lini dgn aparatnya lamban dll (dan lupa lagi) hehe..he..he.. hidupkan Indonesia.!!
*seperti kemarin suara-suara denyut nadi melemah, aku memasukkanTulisan, tangan atau diriku sendiri... kedalam otakku tanpa tatakrama aku takkan berhenti hingga sebuah judul kutemukan, -------Subjektif memang…..
*menengok festival film Pelajar oleh http://www.lontara.co.cc/2010/09/lontara-maros-silaturrahmi-budayawan.html >sejenak mengungsi kesebuah kampung estetika, sebuah produksi dgn pola-pola yg mendekatkan masyarakat sekolah dengan pengalaman menemukan, membaca dan membuat jejak sinematografi di Kab. Maros.*Gerimispun berhenti, karena sebuah gagasan, komunikasi dan kecerdasan seni telah mereka bangun. slamat...
*sebuah ruang lengang nan sepi, tempat... yang bisa kudatangi setiap saat tanpa ada yang marah, aku bebas berbisik apa saja dalam keluasan yang tak terbatas, uh....
hujan begini keras dan kau mulai sedih padahal kelopa' bunga jam 9 dihalaman rumah telah mengajarmu tegar meski jam 10 pagi kemudian iapun tak rela kau menangisi kematiannya.
*hujan begini keras dan kita belum sampai rumah, aku diam dan kau menertawakan sikapku, padahal aku merasa telah memelukmu.
*Sepi> lidah api yang menjilat-jilat,Terdesak pada sudut-sudut gelap tempat segala perih di tenggelamkan, Wajah wajah bersetubuh, bugil, dingin, penuh ilusi ..imajinasi…, Disini terkubur lalu terlahir kembali, sebagai kata dalam “sepi..”
*ssst.. jangan berkedip, (dihalam rumah) embun membesar dan jatuh dari ujung daun pandan...
*pagi benar2 cerah, menginginkanmu bahagia, seperti tanggung jawab matahari yang menyelusup di jendelamu sedang kau masih tertidur. haiiiiii....
*sesekali setujulah untuk dapat menarik hal positif kedalam diri anda, sabbara' ki nari pulaleng elo'na puangngE'
*MENGAJAk diketinggian hingga menyentuhkanmu pelangi, sebagaimana harapan nofember tuk meghadiahkan sayap tempat cita2mu kau semai. maaf aku juga menitip kalimat dari secarik kertas kumal yg kutititp, "kemanapun ruang semoga kau mengentalkan senyummu hingga desember"
*memelukmu dengan sempurna, merupakan keajaiban yg berawal dari sikap saling memaafkan, mungkin aku tak memiliikmu tapi senatiasa menemukanmu...
inilah zaman itu dan keinginan mengajakmu damai sambil peduli terhadap.... luka, (lara masyarakat), ato... lupakan bahwa mungkin luka kita lebih dalam.
*tak menyiramnya karena ia tumbuhan yang tak pernah mekar, belakng hari ia membawa dalam dirinya sendiri cahaya dari bunga-bunga yang tersembunyi, trimksh telah memberitahu cara lain tuk tetap hidup berkepribadian.
*Demi esok pagi yg penuh rahasia....malam ini aq mengajakmu bertemu dalam sajak, tentu kau tak memilih sepi membiarkanmu terbawa ketempat segala perih bukan......
*katakanlah tentang kehidupan, makna, meskipun teks yg dimaksud melahirkan apresiasi tanggapan yang berbeda, keyakinan yg baik dalam memberi teks tentu menerima penghargaan yg baik pula, hal berlebihan mungkin merupakan aspek yg harus dihindari demi menegaskan bahwa ..kepenguasaan tentulah hanya milik Allah.
*banyak hal akan menjadi baik bagi masyarakat jika kebijakan teraplikasi, dan pemimpinlah sumber energi yg mengerakkan dgn tepat dan cepat karena kekuatannya, demikian luar biasa posisi pemimpin yg adil >kalo ia minta pd Allah untuk di jauhkan penyakit antrax, flu burung, bencana dll, maka Allah akan mengabulkan. (jika Adil <)
*(terus merangkai) seperti hendak membuat semuanya jadi enak, kita diajak bicara tentang sungai jembatan awan ataupun angin yang dingin, katanya, "musim hujan... tidaklah mesti mbuatmu terkurung", hehe..he..he..
*aku duduk santai sambil bersila dan mendengarnya bicara, parah aq ni... semakin membiarkannya menarik ulur waktu lalu, maaf tak terlalu mengindahkanmu, prasaanku terhadap hal yg indah kadang tak rasional. ampunga...de...
*diamnya sejenak seperti membisikkan sesuatu tentang awan dan angin yang dingin, ada yg berkata, "terjemahkan isyarat masalalu itu secara gamblang sebelum aku murka".hehe..he..he..
*memupuk cinta wanita masih perlukah bohong2 sedikit sebagai bumbu...
*bonto cinde dgn air kalinya yg sejuk, sejenak menikmati cerah idul adha, baik benar pelayanannya >ia mengambil air dari sungai lalu merebuskan kami teh.., "satu pi", kata teman yg baru tiba.
*kartu lebaran ini hanya benda2, tapi ungkapanmu didalamnya memberi fakta bahwa dunia betapa menghendaki ucapan yang luhur. >Idul Adha...untukmu, bagi bagilah hewan kurbanmu ke aq, hehe..he,..he..
*hentilah sejenak untuk mengusap kepedihan, henti pula bertanya. jika serupa jawaban2 hiaslah mimpimu, hehe..he..he.... buatlah prediksi2 yang lebih baik, sederhananya kita perlu bertemu di warung kopi....aku yg membayar 2 kopi sedang kau membelikanku 2 bungkus rokok, adilkan...
*luang itu ketika segala hal yg baik dan buruk kita gantung saja dijendela kamar yg terbuka itu, agar leluasa memandang dunia, sebaiknya kesalahanku lu maafin deh, kalo tidak aku patahin tu jembatan marusu biar lo nda bisa pulkam.
*ketika kau letakkan Tuhan pada kesedihan, maka sesali saja saat Tuhan selalu m'buatmu duka. Ia hanya ingin tunjukkan kesediaanNya berada dimana kau menempatkan. sunting dari Destaayu Wulandari
*Kalimat2 yg kau rangkai,,, membiusku,, lalu mengajak q b-pikir.. apa da waktumu kali ini?
*jangan tuliskan apapun di halaman depan suratmu, lekas kirim agar angin tak keburu mati, sehingga kau tak hanya tak tahu kemana sampainya melainkan juga menyesal karena tak sempat mengirimkannya
;">Hujan sejenak sebelum Adzan maghrib, sekilas saja dibalik peristiwa sebenarnya yg tak terlihat.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
00.59
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Puisi "Tong Sampah"___>13 Januari2011
Sesuatu yang bukan apa-apa ini dan tampa percaya diri kusebut saja "tong Sampah habitat-ku juga", menyusun kata-kata menjadi puisi--- sebuah peristiwa menenun dunia dan kehidupan untuk diri sendiri. Sedang khalayak ketika membaca puisi ini serupa dengan “masuk hutan rimba raya”, karena didalamnya teman-teman pembaca dapat saja menjadi pemburu atau mungkin juga awalnya menjadi petualang lalu tersesat,hehe..he..he...
Blog www.kaimud.multiply.com Sebagai tempat tinggal tulisan-tulisan saya tersebut, bagi teman-teman yang berminat mengajaknya keluar dari blog, saya harap memberi tahu saya terlebih dahulu di @kaimuddin mbck@yahoo.com. Dan ketika anda menemukannya sedang tercecer tanpa risau sama sekali >simpanlah di tempat sampah minimal ia tak kesasar lagi, karena tong sampah bagi puisi-puisiku juga membuatnya bertemu dengan ke-aku-anya/habitatnya, ok teman , ma kasih dah mo baca…
Sepi
Sepi adalah lidah api yang menjilat-jilat
Terdesak pada sudut-sudut gelap tempat segala perih di tenggelamkan
Wajah wajah bersetubuh, bugil, dingin, penuh ilusi ..imajinasi……
Disini terkubur lalu terlahir kembali, sebagai kata dalam “sepi..”
Rindu-Nya
ia, merindukanmu
silet bermata lebar, menatap paha, leher, matamu…..
tapi..kemana pergimu ketika sesosok tubuh, pucat meregang tanpa nyawa,
ia silet menembus jeruji besi, mencarimu……
Hujan itu
sering tak sempat bicara tiba-tiba saja ia menghambur ke gurun,singgahlah sejenak meninggalkan kesal,menghibur tangismu yang tertancap atau singgah menemukan hayalan yg lebih besar. Ia hujan tak pernah menegurmu
karena Aku Lelaki--
Pangeran dengan pedang ditangan menyelamatkan aku dari sebuah kurungan
aku benar-benar menyadari ketika sebuah jari lembut memapahku dgn kasih
sulit meminta berhenti sebelum benar-benar pagi
karena malam itu aku adalah wanita.
Dan senyummu mengentalkan Desember--
menarimu diketinggian hingga menyentuhkanmu pelangi, sebagaimana harapan nofember tuk menghadiahkan sayap tempat cita2mu kau semai. maaf aku juga menitip kalimat dari secarik kertas kumal yg kupungut, "kemanapun ruang semoga kau mengentalkan senyummu hingga desember", aku kan-menemukanmu, entah....
Sekejap saja--
Bulan bertengger di bulu matamu
jangan berkedip..... Ketika itu tatapanmu sihir
–sejauh memandang tumbuh lumut-lumut hijau
Senyumku tenggelam abadi, sebelum ....Kau kedipkan mata.
Lampu Jalan (2)
Lampu jalan menuntun kita melintas, mari...bergegas segera sampai ketujuan,sebelum cahayanya redup, di ujung jalan, lampu tadi-telah kita lupa, ia tak terlihat lagi di sisi dan ruang,aku menyesal tak menandai tatapan itu, tapi kau tertawa dan mengingatkan, oh… aku lupa jika tatapan lampu jalan tadi, sebuah kasih yg bersinar dari matamu.*27 des 10)
Foto itu--
Aku tak bertanya, mengapa foto itu tergantung di kamar, juga tak berusaha tahu apakah gambarmu itu risau atau senang, demi tuhan…!, foto itu, bukan apa-apa lagi saat kacanya buram karena lembab dan kau datang memebersihkanya, walau kau pergi lagi setelahnya.(27 des 10)
*Ia, api yg menjadikanmu tiada----
Tak dilalapnya sesuatu tanpa kesetujuan hatimu, sebagai kejujuran dalam nyala tubuhnya
seperti kemarin kaupun percaya ia melakukan isyarat cintamu dan sesaat ketika kau menghadiahkannya sesuatu >ia langsung melalap dan menjadikanmu abadi...
Ia api yang pernah bertamu di wajahmu, mengetahui warna-warni air mata dan segala bentuk jati dirimu, ia api …menyatu dalam hidup dan gelisahmu
Ia api, yang mungkin saja dapat menjadikanmu tiada...jangan pernah menetaskan janji-janji manis sebab ia tiada tanpa kau mengadakan, ia api selalu jujur dan sayang padamu…..(28 des 10)
Wajah Dalam Cermin--
wajah dalam cermin itu, menunjukkan cara berdandan yang buruk, aku sungguh konyol ketika menggosok debu yang menempel tepat di jantungnya.
demi tak melukai perasaannya aku mengingatkanya tentang taqdir, sedetik kulihat ia ber dehem, aku bingung, penapun kuraih sekadar menulis apa yang ada dipikirannya, dengan terpaksa ia mengingatkan,” tak perlu menulis takdir juga buah pikiranku, aku setuju kau membersihkan debu di jantungku, karena aku menyimpan sesuatu di balik itu ”, aku meninggalkan wajah dalam cermin, tanpa pernah mengerti mengapa ia melarangku menulis.
*Lampu Jalan (3)---
Lampu jalan tempat kita berdiri, bentuknya sederhana dan sedikit kasar, ia mungkin masih sangat terbuka dan polos, seperti sikap kita dulu, ketika …kita penuh kemalumalu-an
Lampu –lampu jalan tempat kita berdiri kini mulai berwarnawarni, apakah ini isyarat kau telah begitu lembut dan sangat tertutup ?, kali ini aku merasa, kita semakin kesasar sayang…
Aku ingin mengulang lampu jalan yang sederhana dan sedikit kasar itu saying…untuk dapat mengerti akan ke-tergesagesa-an kita, tentang cinta pertama itu, tak peduli harus kesasar atau kita saling mencari.., kita takkan berhenti kan..!
*Demi Gerimis Tak Membasahi Rambutmu---
aku bertaruh cepat dengan lari kabut yang hampir melemparmu dengan seganggam hujan
Sedetik sebelum ia mampir di tubuhmu, aku berloncatan seperti bunga-bunga api
Menutup rambutmu. Titik hujan pun kesasar sayang…..
aku memang brengsek untuk kau sebut pahlawan, tapi tak ada lagi persembahan selain ini, selain….. gerimis tak membasahi rambutmu.---maros 1 jan 2011
Baju Untuk Anakku--
Dari tangan kurusku,
usailah aku buatkanmu baju dari jalinan kasih, dan meggambarkanmu
bulan dari rindang pohon yang kusemai sebagai motif
Semoga kau kenakan hingga hari tuamu, meskipun setelahnya kau hanya menemukanku dalam kenangan
*Senja Merah----
Senja kemerahan yang tertitip di wajahmu, bukankah ini hanya kebetulan, me-lihatmu-lah yang bukan kebetulan, karena setelah itu, semangatku seribu kali lebih kuat dari diriku sendiri, aku kemudian tak membutuhkan aba-aba untuk terus berlari. aku benci senja merah di wajahmu sayang…. Ia selalu tak lengkap jika tak menutupnya.
*Masih Rahasia---
aku tidak menyanyikan sepi agar kau merasakan, mendengar dan mengelusnya akan tetapi mengajakmu meletakkan telapak kaki dan terbang bersamanya. kau tetap tak menemukan kenampakan sama sekali, tapi kau paham bukan… bahwa rahasia tinggal tersembunyi dan tidak bicara ?
*Teks Ku----
Di setiap sepi dalam lengkung tubuhku adalah gelisah yang menyimpanmu sedari kemarin, aku dingin menyusur jejak, seketika itu pula kau menebal di mataku , mungkin kau cekikan ketika ruhmu hidup dari teks yang baru saja aku buat , yah…, masih serupa ini saja aku mengenali jejak dan memeliharamu dik…maaf
*Kepadamu Aku Selalu Kanak-kanak---
Aku selalu kanak-kanak menyatakan keindahan-mu, aku bukan penyair yang bergulat habis-habisan dengan puisi, dengan ini dapatkah aku menuntaskan janji,,, (akan menikahi lalu menelamu bulat-bulat sesuka hatiku)? matamu yang jelita menukik, uh..aku getar di bola mata itu, setelah ini aku semakin kanak-kanak…
*Dari jendela Kamar Tahanan---
di jendela kamar tahanan ini lah aku penuhi perutmu dgn coklat
milik supermarket di seberang jalan itu, tentu bukan apaapa sayang…
karena cinta memang selalu sederhana,
telah cukup kita bertemu sebagai dua orang asing yg saling memahami, aku memberimu minum di senja itu dan seperti petang kau menutup seluruh duka dengan kegelapan…
Dari jendela kamar tahanan kita selalu memecah sunyi dan itu sudah cukup untuk saling memiliki juga menghianati.
Kita terus berlari kan,
melumuri kanvas-kanvas dengan air mata atau kau mungkin sengaja menyimpan
senyummu kan, hingga…… kita kita saling merapatkan tangan dan berbisik.
Blog www.kaimud.multiply.com Sebagai tempat tinggal tulisan-tulisan saya tersebut, bagi teman-teman yang berminat mengajaknya keluar dari blog, saya harap memberi tahu saya terlebih dahulu di @kaimuddin mbck@yahoo.com. Dan ketika anda menemukannya sedang tercecer tanpa risau sama sekali >simpanlah di tempat sampah minimal ia tak kesasar lagi, karena tong sampah bagi puisi-puisiku juga membuatnya bertemu dengan ke-aku-anya/habitatnya, ok teman , ma kasih dah mo baca…
Sepi
Sepi adalah lidah api yang menjilat-jilat
Terdesak pada sudut-sudut gelap tempat segala perih di tenggelamkan
Wajah wajah bersetubuh, bugil, dingin, penuh ilusi ..imajinasi……
Disini terkubur lalu terlahir kembali, sebagai kata dalam “sepi..”
Rindu-Nya
ia, merindukanmu
silet bermata lebar, menatap paha, leher, matamu…..
tapi..kemana pergimu ketika sesosok tubuh, pucat meregang tanpa nyawa,
ia silet menembus jeruji besi, mencarimu……
Hujan itu
sering tak sempat bicara tiba-tiba saja ia menghambur ke gurun,singgahlah sejenak meninggalkan kesal,menghibur tangismu yang tertancap atau singgah menemukan hayalan yg lebih besar. Ia hujan tak pernah menegurmu
karena Aku Lelaki--
Pangeran dengan pedang ditangan menyelamatkan aku dari sebuah kurungan
aku benar-benar menyadari ketika sebuah jari lembut memapahku dgn kasih
sulit meminta berhenti sebelum benar-benar pagi
karena malam itu aku adalah wanita.
Dan senyummu mengentalkan Desember--
menarimu diketinggian hingga menyentuhkanmu pelangi, sebagaimana harapan nofember tuk menghadiahkan sayap tempat cita2mu kau semai. maaf aku juga menitip kalimat dari secarik kertas kumal yg kupungut, "kemanapun ruang semoga kau mengentalkan senyummu hingga desember", aku kan-menemukanmu, entah....
Sekejap saja--
Bulan bertengger di bulu matamu
jangan berkedip..... Ketika itu tatapanmu sihir
–sejauh memandang tumbuh lumut-lumut hijau
Senyumku tenggelam abadi, sebelum ....Kau kedipkan mata.
Lampu Jalan (2)
Lampu jalan menuntun kita melintas, mari...bergegas segera sampai ketujuan,sebelum cahayanya redup, di ujung jalan, lampu tadi-telah kita lupa, ia tak terlihat lagi di sisi dan ruang,aku menyesal tak menandai tatapan itu, tapi kau tertawa dan mengingatkan, oh… aku lupa jika tatapan lampu jalan tadi, sebuah kasih yg bersinar dari matamu.*27 des 10)
Foto itu--
Aku tak bertanya, mengapa foto itu tergantung di kamar, juga tak berusaha tahu apakah gambarmu itu risau atau senang, demi tuhan…!, foto itu, bukan apa-apa lagi saat kacanya buram karena lembab dan kau datang memebersihkanya, walau kau pergi lagi setelahnya.(27 des 10)
*Ia, api yg menjadikanmu tiada----
Tak dilalapnya sesuatu tanpa kesetujuan hatimu, sebagai kejujuran dalam nyala tubuhnya
seperti kemarin kaupun percaya ia melakukan isyarat cintamu dan sesaat ketika kau menghadiahkannya sesuatu >ia langsung melalap dan menjadikanmu abadi...
Ia api yang pernah bertamu di wajahmu, mengetahui warna-warni air mata dan segala bentuk jati dirimu, ia api …menyatu dalam hidup dan gelisahmu
Ia api, yang mungkin saja dapat menjadikanmu tiada...jangan pernah menetaskan janji-janji manis sebab ia tiada tanpa kau mengadakan, ia api selalu jujur dan sayang padamu…..(28 des 10)
Wajah Dalam Cermin--
wajah dalam cermin itu, menunjukkan cara berdandan yang buruk, aku sungguh konyol ketika menggosok debu yang menempel tepat di jantungnya.
demi tak melukai perasaannya aku mengingatkanya tentang taqdir, sedetik kulihat ia ber dehem, aku bingung, penapun kuraih sekadar menulis apa yang ada dipikirannya, dengan terpaksa ia mengingatkan,” tak perlu menulis takdir juga buah pikiranku, aku setuju kau membersihkan debu di jantungku, karena aku menyimpan sesuatu di balik itu ”, aku meninggalkan wajah dalam cermin, tanpa pernah mengerti mengapa ia melarangku menulis.
*Lampu Jalan (3)---
Lampu jalan tempat kita berdiri, bentuknya sederhana dan sedikit kasar, ia mungkin masih sangat terbuka dan polos, seperti sikap kita dulu, ketika …kita penuh kemalumalu-an
Lampu –lampu jalan tempat kita berdiri kini mulai berwarnawarni, apakah ini isyarat kau telah begitu lembut dan sangat tertutup ?, kali ini aku merasa, kita semakin kesasar sayang…
Aku ingin mengulang lampu jalan yang sederhana dan sedikit kasar itu saying…untuk dapat mengerti akan ke-tergesagesa-an kita, tentang cinta pertama itu, tak peduli harus kesasar atau kita saling mencari.., kita takkan berhenti kan..!
*Demi Gerimis Tak Membasahi Rambutmu---
aku bertaruh cepat dengan lari kabut yang hampir melemparmu dengan seganggam hujan
Sedetik sebelum ia mampir di tubuhmu, aku berloncatan seperti bunga-bunga api
Menutup rambutmu. Titik hujan pun kesasar sayang…..
aku memang brengsek untuk kau sebut pahlawan, tapi tak ada lagi persembahan selain ini, selain….. gerimis tak membasahi rambutmu.---maros 1 jan 2011
Baju Untuk Anakku--
Dari tangan kurusku,
usailah aku buatkanmu baju dari jalinan kasih, dan meggambarkanmu
bulan dari rindang pohon yang kusemai sebagai motif
Semoga kau kenakan hingga hari tuamu, meskipun setelahnya kau hanya menemukanku dalam kenangan
*Senja Merah----
Senja kemerahan yang tertitip di wajahmu, bukankah ini hanya kebetulan, me-lihatmu-lah yang bukan kebetulan, karena setelah itu, semangatku seribu kali lebih kuat dari diriku sendiri, aku kemudian tak membutuhkan aba-aba untuk terus berlari. aku benci senja merah di wajahmu sayang…. Ia selalu tak lengkap jika tak menutupnya.
*Masih Rahasia---
aku tidak menyanyikan sepi agar kau merasakan, mendengar dan mengelusnya akan tetapi mengajakmu meletakkan telapak kaki dan terbang bersamanya. kau tetap tak menemukan kenampakan sama sekali, tapi kau paham bukan… bahwa rahasia tinggal tersembunyi dan tidak bicara ?
*Teks Ku----
Di setiap sepi dalam lengkung tubuhku adalah gelisah yang menyimpanmu sedari kemarin, aku dingin menyusur jejak, seketika itu pula kau menebal di mataku , mungkin kau cekikan ketika ruhmu hidup dari teks yang baru saja aku buat , yah…, masih serupa ini saja aku mengenali jejak dan memeliharamu dik…maaf
*Kepadamu Aku Selalu Kanak-kanak---
Aku selalu kanak-kanak menyatakan keindahan-mu, aku bukan penyair yang bergulat habis-habisan dengan puisi, dengan ini dapatkah aku menuntaskan janji,,, (akan menikahi lalu menelamu bulat-bulat sesuka hatiku)? matamu yang jelita menukik, uh..aku getar di bola mata itu, setelah ini aku semakin kanak-kanak…
*Dari jendela Kamar Tahanan---
di jendela kamar tahanan ini lah aku penuhi perutmu dgn coklat
milik supermarket di seberang jalan itu, tentu bukan apaapa sayang…
karena cinta memang selalu sederhana,
telah cukup kita bertemu sebagai dua orang asing yg saling memahami, aku memberimu minum di senja itu dan seperti petang kau menutup seluruh duka dengan kegelapan…
Dari jendela kamar tahanan kita selalu memecah sunyi dan itu sudah cukup untuk saling memiliki juga menghianati.
Kita terus berlari kan,
melumuri kanvas-kanvas dengan air mata atau kau mungkin sengaja menyimpan
senyummu kan, hingga…… kita kita saling merapatkan tangan dan berbisik.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
00.52
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Rabu, 16 Maret 2011
Menjadi Magnet Dengan Kata-Kata Hikmah
cara tersederhana untuk memahami hukum tarik-menarik adalah jika saya menganggap diri sebagai magnet, dan saya tahu bahwa sebuah magent
akan menarik sesuatu ke arahnya.
Tugas kita sebagai manusia adalah memelihara ,memperjelas pikiran dan apa yang kita inginkan di dalam benak,setelahnya kita mulai membangunkan salah satu hukum terbesar di Semesta, dan itulah hukum tarik-menarik. bukan apa yang paling dipikirkan, tetapi raih apa yang paling Anda pikirkan.
Seorang Intelektual Adalah Orang Yang Pikirannya Menjaga Pikirannya Sendiri ( Albert Camus )
Apa yang tidak dipahami sebagian besar orang adalah bahwa sebuah pikiran
mempunyai frekuensi. Kita dapat mengukur pikiran itu. Jadi, jika Anda berulang-ulang memikirkan pikiran itu, jika dalam benak Anda membayangkan memiliki mobil baru, memiliki uang yang Anda butuhkan, membangun perusahaan, menemukan sahabat jiwa >jika Anda membayangkan seperti apa yang terpikirkan, Anda memancarkan frekuensi tersebut secara konsisten.
“Jika Anda bisa membuat orang lain tertawa, maka Anda akan mendapatkan semua cinta yang Anda inginkan.” Art Buchwald,Kolumnis Peraih Hadiah Pulitzer
“Karena bukan di telingaku kau membisik, namun di hatiku.
Karena bukan di bibirku kau mengecup, namun di jiwaku.” Judy Garland, Aktris Hollywood (1922-1969)
“Ketika kekuatan akan cinta melebihi kecintaan akan kekuasaan, maka dunia pun menemukan kedamaian.” Jimi Hendrix, Gitaris Rock AS
Lihatlah diri Anda berada dalam kelimpahan, Anda akan menarik kelimpahan ke dalam hidup Anda. Ini ampuh untuk setiap orang, di setiap saat.
Jika Anda melihatnya di dalam benak, Anda akan menggenggamnya di tangan.
Bila Anda tidak mengerti hukum ini, tidaklah berarti Anda harus menolaknya. Mungkin Anda tidak mengerti listrik, tetapi Anda menikmati manfaatnya. Saya tidak mengetahui cara kerjanya. Tetapi saya tahu satu hal ini: ANDA dapat memasak makan malam untuk seseorang dengan listrik, dan Anda juga dapat memasak orang itu!
Hukum ini bekerja sebanyak Anda berpikir. Setiap kali pikiran Anda mengalir, hukum tarik-menarik bekerja. Ketika Anda memikirkan masa lalu, hukum tarik-menarik bekerja. Ketika Anda memikirkan masa kini atau masa depan, hukum tarik-menarik juga bekerja. Hukum ini berproses terus-menerus. Anda tidak menekan tombol istirahat atau berhenti Hukum ini tetap terus bertindak, seperti pikiran Anda.
Penciptaan selalu terjadi. Setiap kali seseorang mempunyai pikiran, atau cara berpikir kronis yang panjang, ia sedang berada di dalam proses penciptaan. Sesuatu akan mewujud dari pikiran-pikirannya.
Jika Anda mengeluh, hukum tarik-menarik akan mendatangkan lebih banyak
situasi yang Anda keluhkan ke dalam hidup Anda. Jika Anda mendengar seseorang mengeluh dan Anda berfokus pada hal itu, bersimpati kepadanya, menyetujuinya, saat itu juga Anda menarik lebih banyak situasi kepada diri Anda sendiri untuk mengeluh.
Ketika orang-orang mulai mengerti Rahasia Besar, sering kali mereka menjadi takut terhadap semua pikiran negatif yang mereka miliki. Mereka perlu mengetahui bahwa telah dibuktikan secara ilmiah bahwa sebuah pikiran afirmasi yang meneguhkan adalah ratusan kali lebih kuat daripada sebuah pikiran negatif. Ini menghapus pikiran tersebut.
Perasaan cinta adalah frekuensi tertinggi yang bisa Anda pancarkan. Semakin besar , cinta yang Anda pancarkan, semakin besar kekuatan yang Anda pergunakan.
Kebanyakan dari kita menarik sesuatu karena kelalaian. Kita hanya berpikir bahwa kita tidak memiliki kendali atasnya. Padahal pikiran dan perasaan kita berada dalam suatu tindakan rutin terus-menerus. Jadi, segala sesuatunya didatangkan pada kita karena kelalaian.
Ketika Anda merasakan perasaan-perasaan yang baik, perasaan itu adalah
pantulan komunikasi dari Semesta yang mengatakan, “Anda sedang memikirkan pikiran-
pikiran yang baik”. Begitu pula ketika Anda merasa buruk, Anda menerima pantulan komunikasi dari Semesta yang mengatakan, “Anda sedang memikirkan pikiran-pikiran yang buruk.”
Perasaanlah yang memberi vitalitas pada pikiran. Perasaan adalah hasrat, dan hasrat adalah cinta. Pikiran yang dirasuki cinta menjadi tak terkalahkan.”
Sebagian besar dari kita tidak pernah membiarkan diri menginginkan apa yang sungguh-sungguh kita inginkan, karena kita tidak dapat melihat bagaimana keinginan itu terwujud.
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?. Jawab titis air mata kedua tu,Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.Dan hanya dengan mendengar kata Hai darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)
“Saya mencintai kehidupan, tetapi saya tidak takut akan kematian. Betapapun, sebisa mungkin saya lebih suka meninggal paling belakangan.”
Georges Simenon-Pencipta Karakter Detektif Fiksi Inspektur Maigret
“Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita–kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif.” Fyodor Dostoyevsky (1821-1881)
“Harapan adalah tabir alami untuk menyembunyikan ketelanjangan kebenaran.”
Alfred Bernhard Nobel, Penemu-Ilmuwan Swedia
“Sekuntum mawar akan menjadi kebunku. Seorang sahabat sejati akan menjadi duniaku.” Leo Buscaglia (1924-1998), Sastrawan AS
Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan.” George S Patton (1885-1945) Jenderal AS di Perang Dunia I dan II
“Hampir semua pria memang mampu bertahan menghadapi kesulitan. Namun, jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan.”
Abraham Lincoln (1809-1865), Presiden AS ke-19
“Suatu nasihat dinilai dari hasil, bukan dari niat.” Cicero, Filsuf-Negarawan Masa Romawi
“Hanya ada dua kata yang menuntun Anda pada kesuksesan. Kata-kata itu adalah “ya” dan “tidak.” Tidak diragukan, Anda telah sangat ahli untuk berkata “ya.” Sekarang, berlatihlah berkata “tidak.”Cita-cita Anda bergantung padanya. Jack Canfield,Penulis Seri Buku Laris Chicken Soup for the Soul
“Berbahagialah selalu. Karena itu adalah salah satu cara menjadi bijaksana.” Sidonie Gabrielle, Sastrawan Prancis (1873-1954)
“Jangan pernah menyesal setelah Anda mengungkapkan suatu perasaan. Karena jika demikian, Anda sama saja menyesali kebenaran.” Benjamin Disraeli, Mantan PM Inggris-Novelis
Jauhilah kebiasaan menggunjing, karena menyebabkan tiga bencana: pertama, doa tak terkabul. Kedua, amal kebaikan tak diterima. Dan ketiga, dosa bertambah (Riwayat Ali bin Abi Thalib)
“Di tiap jengkal kehidupan, sang hujan memang harus tercurahkan.
Kadang hari-hari memang harus dilalui dalam selingkup awan kelabu dan kedukaan.”
Henry Wadsworth Longfellow, Pujangga AS (1807-1882)
“Perubahan adalah kata lain untuk berkembang atau mau belajar. Dan, kita semua mampu melakukannya jika berkehendak.” Prof Charles Handy, Filsuf
“Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat.” Anaxagoras, Filsuf Yunani
“Kadang kala, justru keputusan kecil yang akan mampu merubah hidup kita selamanya.” Keri Russell, Aktris
“Cinta kadang kala merupakan sebuah keajaiban. Namun keajaiban kadang kala
justru hanya sebuah ilusi.” Minoo Javan, Selebriti-Penyanyi
“Jika seseorang belum menemukan sesuatu untuk diperjuangkan hingga akhir hayatnya,
maka kehidupannya tidak berharga.” Martin Luther King Jr,Aktivis HAM AS
“Ketahuilah, hal-hal terindah di dunia ini terkadang tak bisa terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan; mereka hanya bisa terasakan dengan hati.”
Helen Keller, Penulis Tuna Wicara-Netra AS (1880-1968)
“Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah. Jadilah bambu yang mampu bertahan
melengkung melawan terpaan angin.” (Bruce Lee, Aktor Laga Kungfu)
“Bukti tertinggi pencapaian sebuah nilai adalah memiliki kekuasaan
tak terbatas namun tanpa menyalahgunakannya.” (Thomas Babington, Politisi-Sejarahwan)
Kita tidak dapat memperoleh pikiran yang damai kecuali kita dapat berhubungan dengan
Sumber kedamaian yang yang ada di dalam diri kita. Damai yang kamu miliki dalam dirimu, dan jika kamu mencarinya di luar,kamu tidak akan pernah menemukannya.
(Maha Guru Ching Hai)
Pengetahuan ada dua macam :yang telah kita ketahui dengan sendirinya atau
yang hanya kita ketahui dimana ia bisa didapatkan. (George Bernard Shaw)
Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain,sama saja dengan orang yang memutuskan
jembatan yang harus dilaluinya,karena semua orang perlu di maafkan. (Thomas Fuller)
Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan.Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi.
Kebebasan itu berasal dari manusia,tidak dari undang-undang atau institusi. (Clarence Darrow)
Anda belum bisa dibilang kaya sampai Anda memiliki sesuatu yang tidak dapat dibeli uang. (Natalie Portman, aktris)
Saya tidak mengetahui kunci menuju kesuksesan,tetapi kunci menuju kegagalan
adalah berusaha untuk menyenangkan semua orang. (Natalie Portman, aktris)
Nilai seseorang itu ditentukan dari keberaniannya memikul tanggung jawab,
mencintai hidup dan pekerjaannya (Kahlil Gibran)
Uang tidak akan pernah cukup untuk menyembuhkan perasaan sakit dan kebingungan. (Wynona Rider, aktris)
Bekerja dengan rasa cinta berarti melebur diri dengan jiwa sendiri,diri orang lain juga Tuhan (Kahlil Gibran)
Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah ‘Ibu’ dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati paling dalam. (Kahlil Gibran)
Jika Anda tak dapat memahami teman dalam semua keadaan,maka Anda tak akan pernah dapat memahaminya sampai kapanpun. (Kahlil Gibran)
Kerja adalah wujud nyata cinta. Jika kita tak dapat bekerja dengan kecintaan namun hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu,lalu duduklah di gerbang rumah ibadah untuk menerima derma dari mereka yang bekerja dengan suka cita (Kahlil Gibran)
Selalu ada keindahan dalam setiap masalah.Itu adalah salah satu cara kita belajar
Kecantikan bukan di wajah,melainkan cahaya yang keluar dari dalam hati. (Kahlil Gibran)
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. (Benjamin Franklin
Kalau rumput dapat tumbuh melalui semen,cinta dapat ditemukan setiap saat dalam hidup Anda. (Cher)
Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati, satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar (Khalil Gibran)
“Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian.” Henry Van Dyke, Pujangga AS
“Belajar bagaimana cara belajar adalah keahlian terpenting dalam hidup.”
Tony Buzan, Penemu Metode Mind Mapping
“Dunia bergerak begitu cepat sekarang. Saat seseorang berkata sesuatu tak bisa dilakukan, sesungguhnya dia sudah diinterupsi orang yang telah dapat melakukannya.” Elbert Hubbard (1856-1915), penulis, penerbit, filsuf AS
-- Cakep-jelek itu tergantung lingkungan, misalnya anda disini jelek
tapi di Afrika bisa paling ganteng .. THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE
(Orang disebelah kanan, salah tempat, harusnya disebelah kiri).
-- Cinta tidak memandang cakep atau jelek, gak percaya? Tanyakan hal
ini sama orang jelek .. LOVE IS BLIND (Pacarilah orang buta).
1) Penyesalan Terbesar Dalam Hidup Dimulai Dari Awal Yang Salah
9) POSITIF SEMANGAT GEMBIRA
Hidup Ala Coca Cola Coca Cola (Iklan)
11) Merenung Untuk Satu Menit,Dapat Menyelamatkan Hidupmu Untuk Satu Hari.
Taufan Prakoso
12) KAMU BUKAN GAGAL,TAPI KAMU SEDANG BELAJAR.The TUXEDO (Movie)
13) Hidup Adalah “Pilihan”,Segeralah Tentukan “Pilihanmu” Atau “Pilihan” Akan Menentukan Hidupmu.Nicholas Cage – Death Racer (Movie)
14) Perasaan Terpendam Tidak Pernah Mati.
Mereka Terkubur Hidup – Hidup Dan Muncul Belakangan Dengan Cara – Cara Yang Lebih Buruk.7 Habbits Of Effectively Teenager
15) Kamu Harus Mengeluarkan Isi Hatimu, Kalo Tidak, Mereka Akan Menggerogoti Hatimu.
7 Habbits Of Effectively Teenager
Jalan Yang Kita Lalui Kadang Kala, Jalan Yang Sedang Kita Lalui, Tidak Sepenting Arah Yang Kita Tuju.
Untuk Mencapai Kesuksesan, Kita Jangan Hanya Bertindak, Tapi Juga Perlu Bermimpi, Jangan Hanya Berencana, Tapi Juga Perlu Untuk Percaya.
Kelakukan Kita Terhadap Kehidupan, Menentukan Sikap Kehidupan Terhadap Kita.
Mendapatkan Rasa Hormat Dari Mereka Yang Anda Hormati Lebih Berharga Daripada Tepuk Tangan Banyak Orang. ( Arnold Glasow )
Orang Yang Disiplin Adalah Orang Yang Mampu Melakukan Hal-Hal Yang Harus Diperbuat Ketika Hal Itu Perlu Dilakukan.(Richard Foster )
Mendapatkan Kepercayaan Adalah Pujian Yang Lebih Besar Daripada Dicintai.( George Macdonald )
Masalahnya Bukanlah Apakah Anda Dijatuhkan Tetapi Apakah Anda Bangkit Kembali ( Vince Lombardi)
Orang Tidak Peduli Berapa Banyak Yang Anda Tahu Sampai Mereka Tahu Berapa Banyak Anda Peduli ( John Maxwell)
Selalu Lakukan Yang Benar. Ini Akan Membahagiakan Beberapa Orang Dan Mengherankan Yang Lain ( Mark Twain )
Apabila Seseorang Itu Membatasi Kemampuannya, Pada Waktu Yang Sama Dia Telah Membatasi Hasilnya( Charles M.Schwab )
Sungguh Sulit Jika Aku Terpaksa… Dan Begitu Mudahnya Jika Aku Mau. ( Sondra Anice Barnes )
Kepengecutan Yang Paling Besar Adalah Ketika Kita Membuktikan Kekuatan Kita Kepada Kelemahan Orang Lain (Jacques Audiberti)
Prasangka Dibenci Bukan Karena Dirinya Sendiri, Tetapi Karena Ia Menyebabkan Ornang-Orang Mempercayainya ( Marcel Atland )
Alasan Mengapa Kekuatiran Membunuh Lebih Banyak Orang Dibanding Dengan Kecelakaan Kerja, Adalah Karena Lebih Banyak Orang Yang Penuh Kekuatiran Dari Pada Bekerja. ( Robert Frost)
Diberkatilah Orang Yang Terlalu Sibuk Untuk Kuatir Pada Siang Hari, Dan Terlalu Lelah Untuk Kuatir Di Malam Harinya . ( Phil Marquart )
Apabila Perjalanan Menjadi Sulit, Orang Yang Ulet Akan Berjalan Terus. (Knute Rockne)
Dua Pencuri Saat Ini.Penyesalan Akan Hari Kemaren, Dan Ketakutan Akan Hari Esok Adalah Dua Pencuri Yang Mengambil Kebahagiaan Saat Ini.
akan menarik sesuatu ke arahnya.
Tugas kita sebagai manusia adalah memelihara ,memperjelas pikiran dan apa yang kita inginkan di dalam benak,setelahnya kita mulai membangunkan salah satu hukum terbesar di Semesta, dan itulah hukum tarik-menarik. bukan apa yang paling dipikirkan, tetapi raih apa yang paling Anda pikirkan.
Seorang Intelektual Adalah Orang Yang Pikirannya Menjaga Pikirannya Sendiri ( Albert Camus )
Apa yang tidak dipahami sebagian besar orang adalah bahwa sebuah pikiran
mempunyai frekuensi. Kita dapat mengukur pikiran itu. Jadi, jika Anda berulang-ulang memikirkan pikiran itu, jika dalam benak Anda membayangkan memiliki mobil baru, memiliki uang yang Anda butuhkan, membangun perusahaan, menemukan sahabat jiwa >jika Anda membayangkan seperti apa yang terpikirkan, Anda memancarkan frekuensi tersebut secara konsisten.
“Jika Anda bisa membuat orang lain tertawa, maka Anda akan mendapatkan semua cinta yang Anda inginkan.” Art Buchwald,Kolumnis Peraih Hadiah Pulitzer
“Karena bukan di telingaku kau membisik, namun di hatiku.
Karena bukan di bibirku kau mengecup, namun di jiwaku.” Judy Garland, Aktris Hollywood (1922-1969)
“Ketika kekuatan akan cinta melebihi kecintaan akan kekuasaan, maka dunia pun menemukan kedamaian.” Jimi Hendrix, Gitaris Rock AS
Lihatlah diri Anda berada dalam kelimpahan, Anda akan menarik kelimpahan ke dalam hidup Anda. Ini ampuh untuk setiap orang, di setiap saat.
Jika Anda melihatnya di dalam benak, Anda akan menggenggamnya di tangan.
Bila Anda tidak mengerti hukum ini, tidaklah berarti Anda harus menolaknya. Mungkin Anda tidak mengerti listrik, tetapi Anda menikmati manfaatnya. Saya tidak mengetahui cara kerjanya. Tetapi saya tahu satu hal ini: ANDA dapat memasak makan malam untuk seseorang dengan listrik, dan Anda juga dapat memasak orang itu!
Hukum ini bekerja sebanyak Anda berpikir. Setiap kali pikiran Anda mengalir, hukum tarik-menarik bekerja. Ketika Anda memikirkan masa lalu, hukum tarik-menarik bekerja. Ketika Anda memikirkan masa kini atau masa depan, hukum tarik-menarik juga bekerja. Hukum ini berproses terus-menerus. Anda tidak menekan tombol istirahat atau berhenti Hukum ini tetap terus bertindak, seperti pikiran Anda.
Penciptaan selalu terjadi. Setiap kali seseorang mempunyai pikiran, atau cara berpikir kronis yang panjang, ia sedang berada di dalam proses penciptaan. Sesuatu akan mewujud dari pikiran-pikirannya.
Jika Anda mengeluh, hukum tarik-menarik akan mendatangkan lebih banyak
situasi yang Anda keluhkan ke dalam hidup Anda. Jika Anda mendengar seseorang mengeluh dan Anda berfokus pada hal itu, bersimpati kepadanya, menyetujuinya, saat itu juga Anda menarik lebih banyak situasi kepada diri Anda sendiri untuk mengeluh.
Ketika orang-orang mulai mengerti Rahasia Besar, sering kali mereka menjadi takut terhadap semua pikiran negatif yang mereka miliki. Mereka perlu mengetahui bahwa telah dibuktikan secara ilmiah bahwa sebuah pikiran afirmasi yang meneguhkan adalah ratusan kali lebih kuat daripada sebuah pikiran negatif. Ini menghapus pikiran tersebut.
Perasaan cinta adalah frekuensi tertinggi yang bisa Anda pancarkan. Semakin besar , cinta yang Anda pancarkan, semakin besar kekuatan yang Anda pergunakan.
Kebanyakan dari kita menarik sesuatu karena kelalaian. Kita hanya berpikir bahwa kita tidak memiliki kendali atasnya. Padahal pikiran dan perasaan kita berada dalam suatu tindakan rutin terus-menerus. Jadi, segala sesuatunya didatangkan pada kita karena kelalaian.
Ketika Anda merasakan perasaan-perasaan yang baik, perasaan itu adalah
pantulan komunikasi dari Semesta yang mengatakan, “Anda sedang memikirkan pikiran-
pikiran yang baik”. Begitu pula ketika Anda merasa buruk, Anda menerima pantulan komunikasi dari Semesta yang mengatakan, “Anda sedang memikirkan pikiran-pikiran yang buruk.”
Perasaanlah yang memberi vitalitas pada pikiran. Perasaan adalah hasrat, dan hasrat adalah cinta. Pikiran yang dirasuki cinta menjadi tak terkalahkan.”
Sebagian besar dari kita tidak pernah membiarkan diri menginginkan apa yang sungguh-sungguh kita inginkan, karena kita tidak dapat melihat bagaimana keinginan itu terwujud.
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?. Jawab titis air mata kedua tu,Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.Dan hanya dengan mendengar kata Hai darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)
“Saya mencintai kehidupan, tetapi saya tidak takut akan kematian. Betapapun, sebisa mungkin saya lebih suka meninggal paling belakangan.”
Georges Simenon-Pencipta Karakter Detektif Fiksi Inspektur Maigret
“Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita–kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif.” Fyodor Dostoyevsky (1821-1881)
“Harapan adalah tabir alami untuk menyembunyikan ketelanjangan kebenaran.”
Alfred Bernhard Nobel, Penemu-Ilmuwan Swedia
“Sekuntum mawar akan menjadi kebunku. Seorang sahabat sejati akan menjadi duniaku.” Leo Buscaglia (1924-1998), Sastrawan AS
Hadapilah setiap tantangan yang menghadang dengan lapang dada, seakan Anda telah tersentuh gairah kemenangan.” George S Patton (1885-1945) Jenderal AS di Perang Dunia I dan II
“Hampir semua pria memang mampu bertahan menghadapi kesulitan. Namun, jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan.”
Abraham Lincoln (1809-1865), Presiden AS ke-19
“Suatu nasihat dinilai dari hasil, bukan dari niat.” Cicero, Filsuf-Negarawan Masa Romawi
“Hanya ada dua kata yang menuntun Anda pada kesuksesan. Kata-kata itu adalah “ya” dan “tidak.” Tidak diragukan, Anda telah sangat ahli untuk berkata “ya.” Sekarang, berlatihlah berkata “tidak.”Cita-cita Anda bergantung padanya. Jack Canfield,Penulis Seri Buku Laris Chicken Soup for the Soul
“Berbahagialah selalu. Karena itu adalah salah satu cara menjadi bijaksana.” Sidonie Gabrielle, Sastrawan Prancis (1873-1954)
“Jangan pernah menyesal setelah Anda mengungkapkan suatu perasaan. Karena jika demikian, Anda sama saja menyesali kebenaran.” Benjamin Disraeli, Mantan PM Inggris-Novelis
Jauhilah kebiasaan menggunjing, karena menyebabkan tiga bencana: pertama, doa tak terkabul. Kedua, amal kebaikan tak diterima. Dan ketiga, dosa bertambah (Riwayat Ali bin Abi Thalib)
“Di tiap jengkal kehidupan, sang hujan memang harus tercurahkan.
Kadang hari-hari memang harus dilalui dalam selingkup awan kelabu dan kedukaan.”
Henry Wadsworth Longfellow, Pujangga AS (1807-1882)
“Perubahan adalah kata lain untuk berkembang atau mau belajar. Dan, kita semua mampu melakukannya jika berkehendak.” Prof Charles Handy, Filsuf
“Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat.” Anaxagoras, Filsuf Yunani
“Kadang kala, justru keputusan kecil yang akan mampu merubah hidup kita selamanya.” Keri Russell, Aktris
“Cinta kadang kala merupakan sebuah keajaiban. Namun keajaiban kadang kala
justru hanya sebuah ilusi.” Minoo Javan, Selebriti-Penyanyi
“Jika seseorang belum menemukan sesuatu untuk diperjuangkan hingga akhir hayatnya,
maka kehidupannya tidak berharga.” Martin Luther King Jr,Aktivis HAM AS
“Ketahuilah, hal-hal terindah di dunia ini terkadang tak bisa terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan; mereka hanya bisa terasakan dengan hati.”
Helen Keller, Penulis Tuna Wicara-Netra AS (1880-1968)
“Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah. Jadilah bambu yang mampu bertahan
melengkung melawan terpaan angin.” (Bruce Lee, Aktor Laga Kungfu)
“Bukti tertinggi pencapaian sebuah nilai adalah memiliki kekuasaan
tak terbatas namun tanpa menyalahgunakannya.” (Thomas Babington, Politisi-Sejarahwan)
Kita tidak dapat memperoleh pikiran yang damai kecuali kita dapat berhubungan dengan
Sumber kedamaian yang yang ada di dalam diri kita. Damai yang kamu miliki dalam dirimu, dan jika kamu mencarinya di luar,kamu tidak akan pernah menemukannya.
(Maha Guru Ching Hai)
Pengetahuan ada dua macam :yang telah kita ketahui dengan sendirinya atau
yang hanya kita ketahui dimana ia bisa didapatkan. (George Bernard Shaw)
Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain,sama saja dengan orang yang memutuskan
jembatan yang harus dilaluinya,karena semua orang perlu di maafkan. (Thomas Fuller)
Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan.Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi.
Kebebasan itu berasal dari manusia,tidak dari undang-undang atau institusi. (Clarence Darrow)
Anda belum bisa dibilang kaya sampai Anda memiliki sesuatu yang tidak dapat dibeli uang. (Natalie Portman, aktris)
Saya tidak mengetahui kunci menuju kesuksesan,tetapi kunci menuju kegagalan
adalah berusaha untuk menyenangkan semua orang. (Natalie Portman, aktris)
Nilai seseorang itu ditentukan dari keberaniannya memikul tanggung jawab,
mencintai hidup dan pekerjaannya (Kahlil Gibran)
Uang tidak akan pernah cukup untuk menyembuhkan perasaan sakit dan kebingungan. (Wynona Rider, aktris)
Bekerja dengan rasa cinta berarti melebur diri dengan jiwa sendiri,diri orang lain juga Tuhan (Kahlil Gibran)
Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah ‘Ibu’ dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati paling dalam. (Kahlil Gibran)
Jika Anda tak dapat memahami teman dalam semua keadaan,maka Anda tak akan pernah dapat memahaminya sampai kapanpun. (Kahlil Gibran)
Kerja adalah wujud nyata cinta. Jika kita tak dapat bekerja dengan kecintaan namun hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu,lalu duduklah di gerbang rumah ibadah untuk menerima derma dari mereka yang bekerja dengan suka cita (Kahlil Gibran)
Selalu ada keindahan dalam setiap masalah.Itu adalah salah satu cara kita belajar
Kecantikan bukan di wajah,melainkan cahaya yang keluar dari dalam hati. (Kahlil Gibran)
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. (Benjamin Franklin
Kalau rumput dapat tumbuh melalui semen,cinta dapat ditemukan setiap saat dalam hidup Anda. (Cher)
Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati, satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar (Khalil Gibran)
“Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian.” Henry Van Dyke, Pujangga AS
“Belajar bagaimana cara belajar adalah keahlian terpenting dalam hidup.”
Tony Buzan, Penemu Metode Mind Mapping
“Dunia bergerak begitu cepat sekarang. Saat seseorang berkata sesuatu tak bisa dilakukan, sesungguhnya dia sudah diinterupsi orang yang telah dapat melakukannya.” Elbert Hubbard (1856-1915), penulis, penerbit, filsuf AS
-- Cakep-jelek itu tergantung lingkungan, misalnya anda disini jelek
tapi di Afrika bisa paling ganteng .. THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE
(Orang disebelah kanan, salah tempat, harusnya disebelah kiri).
-- Cinta tidak memandang cakep atau jelek, gak percaya? Tanyakan hal
ini sama orang jelek .. LOVE IS BLIND (Pacarilah orang buta).
1) Penyesalan Terbesar Dalam Hidup Dimulai Dari Awal Yang Salah
9) POSITIF SEMANGAT GEMBIRA
Hidup Ala Coca Cola Coca Cola (Iklan)
11) Merenung Untuk Satu Menit,Dapat Menyelamatkan Hidupmu Untuk Satu Hari.
Taufan Prakoso
12) KAMU BUKAN GAGAL,TAPI KAMU SEDANG BELAJAR.The TUXEDO (Movie)
13) Hidup Adalah “Pilihan”,Segeralah Tentukan “Pilihanmu” Atau “Pilihan” Akan Menentukan Hidupmu.Nicholas Cage – Death Racer (Movie)
14) Perasaan Terpendam Tidak Pernah Mati.
Mereka Terkubur Hidup – Hidup Dan Muncul Belakangan Dengan Cara – Cara Yang Lebih Buruk.7 Habbits Of Effectively Teenager
15) Kamu Harus Mengeluarkan Isi Hatimu, Kalo Tidak, Mereka Akan Menggerogoti Hatimu.
7 Habbits Of Effectively Teenager
Jalan Yang Kita Lalui Kadang Kala, Jalan Yang Sedang Kita Lalui, Tidak Sepenting Arah Yang Kita Tuju.
Untuk Mencapai Kesuksesan, Kita Jangan Hanya Bertindak, Tapi Juga Perlu Bermimpi, Jangan Hanya Berencana, Tapi Juga Perlu Untuk Percaya.
Kelakukan Kita Terhadap Kehidupan, Menentukan Sikap Kehidupan Terhadap Kita.
Mendapatkan Rasa Hormat Dari Mereka Yang Anda Hormati Lebih Berharga Daripada Tepuk Tangan Banyak Orang. ( Arnold Glasow )
Orang Yang Disiplin Adalah Orang Yang Mampu Melakukan Hal-Hal Yang Harus Diperbuat Ketika Hal Itu Perlu Dilakukan.(Richard Foster )
Mendapatkan Kepercayaan Adalah Pujian Yang Lebih Besar Daripada Dicintai.( George Macdonald )
Masalahnya Bukanlah Apakah Anda Dijatuhkan Tetapi Apakah Anda Bangkit Kembali ( Vince Lombardi)
Orang Tidak Peduli Berapa Banyak Yang Anda Tahu Sampai Mereka Tahu Berapa Banyak Anda Peduli ( John Maxwell)
Selalu Lakukan Yang Benar. Ini Akan Membahagiakan Beberapa Orang Dan Mengherankan Yang Lain ( Mark Twain )
Apabila Seseorang Itu Membatasi Kemampuannya, Pada Waktu Yang Sama Dia Telah Membatasi Hasilnya( Charles M.Schwab )
Sungguh Sulit Jika Aku Terpaksa… Dan Begitu Mudahnya Jika Aku Mau. ( Sondra Anice Barnes )
Kepengecutan Yang Paling Besar Adalah Ketika Kita Membuktikan Kekuatan Kita Kepada Kelemahan Orang Lain (Jacques Audiberti)
Prasangka Dibenci Bukan Karena Dirinya Sendiri, Tetapi Karena Ia Menyebabkan Ornang-Orang Mempercayainya ( Marcel Atland )
Alasan Mengapa Kekuatiran Membunuh Lebih Banyak Orang Dibanding Dengan Kecelakaan Kerja, Adalah Karena Lebih Banyak Orang Yang Penuh Kekuatiran Dari Pada Bekerja. ( Robert Frost)
Diberkatilah Orang Yang Terlalu Sibuk Untuk Kuatir Pada Siang Hari, Dan Terlalu Lelah Untuk Kuatir Di Malam Harinya . ( Phil Marquart )
Apabila Perjalanan Menjadi Sulit, Orang Yang Ulet Akan Berjalan Terus. (Knute Rockne)
Dua Pencuri Saat Ini.Penyesalan Akan Hari Kemaren, Dan Ketakutan Akan Hari Esok Adalah Dua Pencuri Yang Mengambil Kebahagiaan Saat Ini.
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
00.11
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
