Ads 468x60px

Pages

Selasa, 05 April 2011

si Hantu Tampan__

Sembarangan aja aq ngomongin disini, mesipun kuingin ia tetap variatif serupa panorama alam yg qt miliki, liat aja kebaanyakan qt mulai berbondong-bondong melakukan urbanisasi ke dimensi universal dalam re-karya teks. Mereka pergi meninggalkan lumbung-lumbung ide yang selalu setia menyimpan kekayaan estetis tersendiri. Matilah dimensi local yang menjadi kekuatan variatif/warna/i, matilah pula seorang penyair.., Huahaha...ha..ha...a (Yang terjadi kemudian adalah keseragaman yang menjemukan)

Bikin miqi teks jangMi liatki kenyataan sebagai kenyataan tersebut,(bingungki..?), kenyataan yg qt liat tdk di beri makna sebagai mana umumnya org memberi ma'na. sebab ada sudut pandang yg berbeda.(masih bingun ki' ?)haha..ha..Zaya pusing tong apa kubilang ini...

Yg slalu kita kaatakan itukan ya.. “kebenaran “, melalui “pembenaran-pemebnaaran “,yang terjadi secara individual. Tak ada satupun prosedur yg memungkinkannya menjadi kebenarana missal atau kolektif.

dan knapa mesti sembarang mengatakan >Bahasa ibu tidak memadai lagi untuk mengakomodasi simbol2 mutakhir yang kini bahkan telah melakukan persenyawaan dengan bahasa-bahasa visual.(tapi...tetep ki' pakeki bahasa ibu..tak banyak atoo ta' sedikit, kalo tidak hilang identitaski' itu cess......

Besok-besok kalo matiika...dan kata-kataq itu hidup, dan kau hanya menemukan makna dari teks tersebut;, EEeee.....tetapka itu hidup di hatimu cess..haha..ha..(kalo tak se7ki'...kuanggapki pelit...)dst....nantilah disambung ya...sayang...maaf ka kodong kalo salahka....sebab disini yg ada hanya sayangji..selaalu...

_________________________________ ______________ ___

*Bentukmu Abadi----
mendekati cekik yg sudah demikian malam dan dingin, seseorangpun tak ada yg menyela untuk berkata, “aku hidup”, kecuali….., ia yg menyelesaikan sebuah wajah, seorang diri.

jauh jarak hingga pagi, tak ada bunyi juga rindu, tapi malam tak sederhana ketika sebentar pagi wajahmu harus penuh kubuat.

Dinginmu Menancap Padaku-----
Aku sudahi saja…, sebab tidak ada lagi peristiwa yang lebih romantic dari sebelumnya, memulai awal adalah sesuatu yang belum pasti sayaaang…

yang pernah bertamu di wajahmu, mengetahui warna-warni air mata dan segala hasratmu...itulah kenapa, menyatu dalam..... hidup dan gelisahmu

andaikan cinta yang kukandung ini, menjelma jadi macan...aq tetap memanjakanmu saaaayyaaaaannnnnG, haha..ha...

tuk ngerti ke-tergesagesa-an kita, gimana kalo di ulangi -cinta pertama itu, tak peduli harus kesasar atau kita saling mencari.., haha..ha..ha...

Kau melihatku hidup ya..,dalam mimpi itu?, padahal aku hantu yg bermain di tidurmu, saat itu jangan coba tersadar, jika kau ingin aq tetap sebagai pengacau yang indah...haha..ha.haa...

karena angin pagi ini > Aku ingat kembali bulu matamu yang lentik dan kembali ingin sekali meniupnya, ahh.. aku bayangkan saja telah menemuimu dan melakukannya lagi..

perempuan malam bermunculan kukira ada 4.... kejut q bukan main, ternyata ada 5, sebagai aq diantarannya..

Aku Lonte, mengetuk pintumu dan... "Aku memutuskan untuk sebuah perpisahan yg indah dan jangan pernah ragukan ini......

dibawah pohon inilah sering kali kau kulahirkan...lengkap dengan udara malam (sering masuk angin), kopi yg cepat dingin dan seteguk kasih sayang.

sederhana(Nya), aku hanya ingin tetap ada. meski bukan dengan cinta...(addah...kukopipuisinya...)

sorot matamu telah cukup tuk kusejuk, meskipun belum cukup terbakar dalam api tatapanmu, kau sebut aq gila..!!?, kau yg m-buatku giiilaaa…

membuatmu tertawa tuh...sudah cukup/ serupa telah memeroleh perhatianmu..haha..ha..ha.., halo...bayangkan kepalaku dituker dgn kepala gajah...haha..ha..ha...uh.belalaiiikuu..panjang........

tersesat setelah sore tadi, seperti rindu hujan malam ini, terhempas.... lurus dan jauh, tik-tik-tik hujan enggan pulang...mungkin malam ini ia luka. (peristiwamu Bro

This march is mine, although with this course I'm willing to die., and you will medapati death flowering smile ...

Semoga… setiap detik adalah takdir yg ta’ terkira , jika demikian maka aq kan menangis sejadinya-jadinya….

0 komentar:

Posting Komentar