Celoteh 1
Sunyiku pada pena, sebingkai meja berwarna coklat kelu dan berdebu seakan lautan kata yang beku dalam dingin suhu. Sepucuk kertas membentuk perahu,
Celoteh 2
di layarku terumbu mu, Aku kemudi gigil, menggores gelisah: Aku cinta padamu...
Celoteh 3
Termakanlah dengan bujukku tuk menyimpang dari sebenarnya di hatimu,
katakanlah bahwa kau sangat membenciku..,
kaulah medan semantic itu…sayang, yang kuadopsi tuk menemukan diriku dalam segalagala, apakah aku telah menjadi struktur dengan membuatmu sebagai logika baru dalam semangatku…? Tidak…!!, kita adalah narasi mantra yang setiap saat bisa saling sihir….menjadi sesuatu yang kita sukai….lucu ya..?
(61...,jangan tumpahkan hidangan karena semantik, sayang...)
Celoteh 4
Secuil kisah itu hanyut di sudut mata kita, lambaiannya mengingatkan riak-riak yang membuncah menuju muara….,tak ada apapun jika kau......: tak menunggunya
Celoteh 5
Tanpa ragu, hujan itu meninggalkan habitat dirinya dari surga, ia melayang dan jatuh ke hatimu tanpa m-britau identitasnya.....
Celoteh 6
Hujan ini bening suaranya sayang....,tapi ia tetap tak sempurna...ia hujan hanya menyeyakkan tidurmu dan di esoknya...buatmu mencaricari sesuatu..mungkin tentang mimpimu tadi malam...
Celoteh 7
Runtuhkan saja sunyimu ke sungai, semoga riaknya, mengantar pada pantai yg tepat.
Celoteh 8
Ketika malam tak menjanjikan apaapa, aku menuliskan saja namamu pada kaca yg berembun itu

0 komentar:
Posting Komentar