*Seluruhmu telah Gerimis--
Kemudi ini gila sayang…ia terjemah rindu dalam lipat doa laksana surat terkirim tak beralamat, ketika itulah kau kata yang bermula dari gerimis ..dan tumpah menyergap seluruhmu, tak tersisa…. segalamu telah basah, “sebuah genangan gerimis”, kau tebak, padahal aku ......
Dari lipatan doa menjadi ....kata, menjadi .....gerimis, aku pantai dengan ombak tempatmu berlabuh
Sebelumku jangan Berhujan-hujan---
Tetes hujan melambai di kaca jendela, ia mencari alamat hatimu. Ia tak menemukan apapun selain sesuatu yang istimewa tentang dirimu, ketika sederas hujan membasuh seluruh pakaian dan tubuhmu, sebegitu pula aku terhanyut di lekukmu, setiap tetesku mendekapmu,
Uuh..aku benci menyamar hujan, jika ini ....sesaat
Jendela dari Kata-----
Tak ada lagi tempat bertemu tuk mengeluh dan mendesah, sebelum pasti tempatmu duduk, sayang…aq huruf dalam teropong, yang menulismu secara acak, melimpahkan jejak basah
Huruf itu membentuk kata, lalu ….mereka-reka kalaukalau kau berangin-angin dekat jendela,
bilangnya, “aku desau kata mengiring skenario yang telah rampung untukmu,
........itu jika kau mengangguk sayang…”.
Sabtu, 09 April 2011
*Jendela dari Kata_
Diposting oleh
Kaimuddin.Mbck
di
01.41
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

0 komentar:
Posting Komentar