Maaf.., Cinta Ini Kutukan-----
Malam malam datang kecengkrama kota atau berlari susuri trotoar hingga pagi tiba, katamu, “kita insan malam, terusir.. , serupa asap rokok yang kita hempas bersama”, “kita tak berebut lagi jatah makan ya..”,kataku,
karena kau menjelma sama dalam diriku, salinghitam salinghempas, salingbajingan,
kita akan menuntaskan pertemuan ini bukan ?, sebagai kutukan karena saling sayang..
Melupakan Nama Kita di Pohon Itu-----
Udara malam dingin..gigil….dan di pemberhentian berikutnya,
kita berpisah jalan melupakan senyum (ketika kita saling menuliskan nama di pohon itu), dan berjanji tak menyentuhnya, juga tak meraba gurat nama kita di pohon tersebut,
gumpalan asap perpisahan…(isyarat kita tak pernah kesini lagi)
tampa tangis ….seperti anak-anak yang kehilangan ibunya,
udara malam dingin…beku…
Seolah-olah tak di sini, meraba-raba dengan putus asa bahkan tak saling menyentuh, kita akan saling berlalu…berbaring di tepi waktu dlm kesendirian yg panjang, dalam perpisahan ini kita tak saling menangis kan, sayang?, seperti orang-orang malang itu…
Di jelajah sunyi kudapati diriku kesasar… sendiri dan telanjang, serupa perempuan penuh duka “terjaga sepanjang malam dengan airmata mengalir memenuhi pipi”,
jerit ini licin tampa sangkalan,
sebelum maksum sama sekali jangan sebut aku “lonte”,
EEnd di tengah perihpun, sesekali belati mengorek ke dalam darahku
………membersihkan helai-helai hatiku yg hitam.
Aku ingat kembali bulu matamu yang lentik dan kembali ingin sekali meniupnya, ahh.. aku bayangkan saja telah menemuimu dan melakukannya lagi..

0 komentar:
Posting Komentar