Ads 468x60px

Pages

Jumat, 18 Maret 2011

ke-Fitrahan sikap Sabar

Dan penelitian semua ayat-ayat tentang kedudukan sabar (dalam indeks Al Qur'an)kami dapati sangat panjang.

Adapun hadits-hadits yang menyangkut dengan sabar, maka di antara lain, Nabi s.a.w. bersabda : “Sabar itu separuh iman”, >banyak hal dari rangkaian mewujudkan keimanan mesti menjadikan sabar sebagai keberhasilan. dan sifat mahal dari sabar di sabdakan nabi “Dari yang sekurang-kurangnya diberikan kepada kamu, ialah: keyakinan dan kesungguhan sabar./“Di antara yang paling sedikit yang diberikan kepada kamu ialah yakin dan keras kesabaran”.sebuah pilihan memang.....

Siapa yang diberikan keberuntungan dari keyakinan dan kesungguhan sabar itu, niscaya ia tidak peduli dengan yang luput dari padanya.

Dan engkau bersabar di atas apa yang menimpa atas diri engkau, adalah lebih aku sukai, daripada disempurnakan oleh setiap orang daripada kamu, kepadaku, dengan seperti amalan semua kamu. Akan tetapi aku takut, bahwa dibukakan kepadamu dunia sesudahku. Lalu sebagian kamu menetang sebagian yang lain. Dan akan ditantang kamu oleh penduduk langit (para malaikat) ketika itu. Maka siapa yang sabar dan memperhitungkan diri, niscaya memperoleh kesempurnaan pahalanya”.

......Kemudian Nabi s.a.w. membaca firman Allah Ta’ala: “Apa yang di sisi kamu itu akan hilang dan apa yang di sisi Allah itu yang kekal. Dan akan Kami berikan kepada orang-oang yang sabar itu pembalasan, menurut yang telah mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya” (An-Nahl:96).

Diriwayatkan Jabir, bahwa Nabi s.a.w ditanyakan tentang iman, maka Beliau menjawab: “Sabar dan suka memaafkan”. pernah kami dengarkan tawaran dari sebuah khotbah Jalaluddin Rahmat di tivi"....sekiranya bisa milikilah kesabaran itu dengan memaafkan org yg sangat kau benci sebelum ia minta maaf padamu, jika 2 org yg menyakitimu maaf kan saja mereka dan waktunya sebelum tidur malam, insaya Allah pagi esok kau akan mendapati dirimu penuh dgn kelapangan.

berbicara sabar yg terkait dgn reski di firmankan oleh Allah Swt, “Kepada orang-orang itu diberikan pembalasan (pokok) dua kali lipat, disebabkan kesabaran mereka”. (QS. Al Qashash : 54)

kesabaran adalah nilai arif yang melatihnya sangat berat tetapi kita senantiasa diingatkan dan diawasi olehNya bahkan di bantu setelah keinginan sabar itu ada tanpa kita rasa atau erasakannya,“Adakah orang yang berjalan menelungkup di atas mukanya lebih mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan dengan lurus di atas jalan yang benar? (QS. Al Mulk : 22).

“Berpalinglah engkau dari orang yang tiada memperdulikan pengajaran Kami dan hanya menginginkan kehidupan duniawi semata! Pengetahuan mereka hanya sehingga itu”. (QS. An-Najm : 29-30).

“Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu, akan disempurnakan pahalanya dengan tiada terhitung”. (QS Az-Zumar : 10).

Maka tidak ada dari pendekatan diri manusia kepada Allah (ibadah), melainkan pahalanya itu ditentukan dengan kadar dan dapat dihitung, selain sabar. Dan sesungguhnya adanya puasa itu sebagian dari sabar dan puasa itu separuh sabar, maka Allah Ta’ala mengaitkan puasa itu bagi orang-orang yang bersabar, bahwa Ia bersama mereka.dan upaya kesabaran dari berpuasa hanya Dia saja yg akan membalasnya, korelasi kebaikan peristiwa sabar setelah berbuka puasa di tempatkanlah sebagai waktu yg makbul apabila berdoa.

Pada hadits yang diriwayatkan ‘Atha’ dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat orang-orang Anshar, lalu beliau bertanya:
“Apakah kamu ini semua orang beriman?”.
Semua mereka diam. Maka menjawab Umar r.a.: “Ya, wahai Rasulullah!”.
Nabi s.a.w. lalu bertanya: “Apakah tandanya keimanan kamu itu?”
Mereka menjawab: “Kami bersyukur atas kelapangan. Kami bersabar atas percobaan. Dan kami rela dengan ketetapan Tuhan (qadha Allah Ta’ala)”.
Lalu Nabi s.a.w. menjawab: “Demi Tuhan pemilik Ka’bah! Benar kamu itu orang beriman!”.

Nabi s.a.w. bersabda:
“Pada kesabaran atas yang tidak engkau sukai itu banyak kebajikan”.hanya hidup ini sesungguhnya adalah juga perangkap dan pilihan.

Isa Al-Masih a.s. berkata:
“Engkau sesungguhnya tiada akan memperoleh apa yang engkau sukai, selain dengan kesabaranmu atas apa yang tiada engkau sukai”.pangangan mata kita atas dunia memang menjanjikan, penuh dgn gemerlapdan kepalsuan tapi demikianlah (untuk selamat) kita menjadikan bersabar sebagai kekuatan, yang apabila kita berjalan, berbicara, melempar dll, maka Allah lah penuntunnya sebagai sebuah karamah yg diberikan Allah kepada hambanya yg bersabar.

Adapun atsar, maka di antaranya ialah terdapat pada surat khalifah Umar bin al-Khatab r.a. kepada Abu Musa Al-Asy’ari r.a., yang bunyinya di antara lain:
“Haruslah engkau bersabar! Dan ketahuilah, bahwa sabar itu dua. Yang satu lebih utama dari yang lain: sabar pada waktu musibah itu baik. Dan yang lebih baik daripadanya lagi, ialah sabar (menahan diri) dari yang diharamkan Allah Ta’ala. Dan ketahuilah, bahwa sabar itu yang memiliki iman. Yang demikian itu, adalah bahwa takwa itu kebajikan yang utama. Dan takwa itu dengan sabar”.

Adalah Habib bin Abi Habib Al Bashari, apabila membaca ayat: “Sesungguhnya dia (Ayub) kami dapati, seorang yang sabar. Seorang hamba yang amat baik. Sesungguhnya dia tetap kembali (kepada Tuhan)” (QS. Shad : 44), lalu beliau menangis dan berkata: “Alangkah menakjubkan! Ia yang memberi dan Ia yang memujinya.”

Penutup
Berkata sebagian orang ‘arifin: “ahlush-shabri itu adalah atas tiga maqam.

Pertama, orang-orang yang meninggalkan nafsu syahwat, dan ini adalah derajat orang-orang yang taubat (mutawwabiin).

Kedua, orang-orang yang ridla dengan yang ditakdirkan Tuhan, dan ini adalah derajat orang-orang zahid.

Ketiga, orang-orang yang suka kepada apa yang diperbuat Tuhannya, dan ini adalah derajat orang-orang shiddiq (ash-shiddiqin).“
Semoga Allah yang Maha Pengasih menganugrahkan kepada kita kesabaran. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar